Kolom Boen Syafi’i: GURATAN WAJAHMU ADALAH BUKTI NYATA KERJA KERASMU

1
468

Dulu negeri ini adalah negeri auto pilot. Ada pemimpin namun serasa tiada. Sering Curhat. Berkata prihatin dan playing victim adalah hobinya. Sering mengeluh dari kerja sampai tunjangan gaji menjadi ciri khasnya. Namun, itu dulu. Sekarang, kita tinggalkan masa lampau dan berbenah ke arah yang lebih baik lagi.

Tentunya dengan sikap optimisme yang luar biasa.

Mungkin dulu kami sering mengeluh betapa rusaknya jalan dan berbagai infrastruktur lainnya di negara ini. Kini, semua telah dia bangun tanpa merasa pamrih dan menepuk dada, bahwa dialah yang membangunya. Mungkin dulu kami sering mengeluh, betapa banyak pejabat yang korup dan anak pejabat serta oknum aparat yang sewenang wenang. Kini, semua itu hampir tiada lagi dan sudah dia benahi.




Mungkin dulu kami sering mengeluh listrik belum masuk ke desa kami dan harga BBM yang sangat jauh berbeda. Kini, dia aliri listrik ke desa desa kami dan dia samaratakan harga BBM di seluruh Indonesia. Mungkin dulu kami sering mengeluh pelayanan publik para birokrasi negara yang ndoboli atau menjengkelkan. Kini, meskipun masih ada kekurangan, tetapi sudah mulai ada perbaikan.

Dialah yang membenahi dan membangun negeri ini. Dia muncul secara tiba-tiba di saat para begundal negara lagi asyik menggarong kekayaan negeri kami. Dia sederhana, bahkan teramat sangat sederhana. Anak-anaknya pun dibiarkan menjadi pedagang ala PKL seperti rakyat jelata.

Dia adalah pribadi yang penuh optimis di dalam situasi dan kondisi apapun. Bukannya seseorang yang sering berteriak Indonesia bubar, miskin, perang seperti Si Kinder Joy cap kardus. Dia adalah Jokowi, seorang rakyat jelata sederhana yang dipilih oleh Sang Tuhan untuk mengabdi terhadap bangsanya.

Guratan wajahnya, kulitnya yang semakin menghitam, dan tubuhnya yang masih saja kurus, menjadi gambaran betapa seriusnya dirinya dalam membangun bangsaku ini.

Maturnuwun Pak Jokowi, Maturnuwun Sanget.

Salam Jemblem..




1 COMMENT

  1. Ulasan BS singkat tetapi padat isinya serta bermanfaat bagi pembaca.
    Sindeso yang kurus krempeng tetapi tidak pernah berniat menggemukkan badannya atau dirinya. Apa mungkin gemuk kalau kerja keras ya?

    Menggemukkan badan kayak kerbo gampang saja sebenarnya bagi seorang presiden. Juga menggemukkan kantongnya juga gampang saja. Tetapi bukan itu pilihan kang Jokowi. Pilihannya ialah usaha keras menggemukkan 250 juta rakyat, badannya dan kantongnya . . . dan itu tidak gampang memang . . . tetapi dia berusaha dan berusaha KERAS.

    Tantangan bukan hanya itu, tetapi sangat serius juga ialah tantangan dari musuh-musuh yang anti kepentingan nasional yang mewakili kepentingan internasional demi kekuasaan internasional (NEOLIB GLOBAL- NWO). Kekuasaan ini sangat kuat secara ekonomi dan finans, masih menguasai dunia dari segi itu. Kita masih ingat bagaimana gampangnya orang-orang ini memecah belah rakyat Indonesia, menyingkirkan Soekarno dan mendudukkan Soeharto sebagai boneka mereka di Jakarta. Soeharto tidak sungkan sungkannya membantai bangsanya sendiri demi melicinkan jalan bagi majikannya menuju SDA Indonesia. SDA dikuasai dan triliunan dolar mengalir ke kantong neolib ini. Dan dengan duit berlimpah tentu bisa gampang bikin apa saja. Sampai sekarang!

    Pusat kekuasaan besar internasional ini tadinya adalah di AS. Dan sudah bercokol disana sejak kekuasaan Andrew Jackson (1829) menurut presiden Roosevelt. Walaupun kalau kita baca lebih jauh sejarah perang kemerdekaan AS, orang-orang NWO ini (bakal NWO ini) sudah bercokol di sana sejak dimulainya perang kemerdekaan itu artinya jauh sebelum muncul Andrew Jackson. Kuncinya sejak semula ialah SIAPA YANG MENCETAK UANG DOLAR. Selanjutnya ialah siapa yang mengumpulkan dan merampok uang rakyat-rakyat dunia (SDA). Inilah kata kunci semua perang di dunia, yaitu MENCETAK UANG DOLAR dan MERAMPOK UANG dari negeri-negeri lain terutama yang kaya SDA. Dua kata kunci: MENCETAK DAN MERAMPOK (uang).

    Mencetak uang adalah kunci utama perkembangan AS, dan merampok uang adalah kunci kata diluar AS, dalam peristiwa semua kudeta-kudeta dan pembunuhan pemimpin-pemimpin nasional negeri-negeri berkembang dunia terutama yang kaya SDA. Soal kudeta ini sangat menarik dan sangat tuntas dijelaskan oleh John Perkins dalam bukunya EHM (Economic Hit Men).

    Sehubungan sengan ulasan singkat dan bernas BS diatas, sampai hari ini belum terlihat atau belum muncul pemimpin Indonesia yang setara dengan tuntutan yang dibutuhkan sekarang ini dalam menangani negeri besar Indonesia ini. Mudah-mudahan beliau (Jokowi) sehat terus walaupun kurus, dan bisa melaksanakan tugas besar itu 5 tahun lagi.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.