Kolom Ganggas Yusmoro: DUNIA SUDAH BERUBAH

0
265

“Di Jaman Jokowi, hidup kami susah. Usaha tidak seperti dulu. Jual beli juga tidak seramai sebelum jaman Jokowi,” keluhan ini sering kita jumpai di wall atau grup-grup pembenci Jokowi.

Apa tanggapan dan komentar para haters? Semua akan serempak bilang: “Iyaaaaaaa ….”

 

Dalam beberapa kesempatan saya pernah berkomentar dan berusaha memberi masukan: “Bung, dunia sudah berubah. Hanya orang-orang yang mau mikir dan mau mengamati perkembangan dunia terutama tentang tekhnologi yang tidak akan berkeluhkesah menyalahkan pemimpinnya.”

Coba mari kita analisa, 4 tahun lalu jual beli online belum semasif sekarang. Di beberapa kota ojek online sudah menyerbu. Kemudahan karena tekhnologi disambut dengan antusias karena memang sangat membantu. Kita bisa mendapatkan barang yang kita inginkan lebih cepat dan murah tanpa harus bersusahpayah antri dan terkena macet.

Bukan itu saja, dengan adanya ojek online, semua orang bisa memesan makanan apa saja yang kita inginkan di situasi ekstrim sekalipun. Di situasi ketika sedang gerimis atau kita sedang malas, bahkan sedang lagi masuk angin panas dingin. Kesimpulannya adalah, siapapun yang tidak merubah pikirannya, yang tidak mengikuti perkembangan jaman, yang masih bertahan berusaha dengan cara-cara konvensional dan kuno, yang hanya mengandalkan doa, yang hanya mengandalkan Kuasa Tuhan, tentu Tuhan akan senyum-senyum.

“Lha, wong kalian tidak mau merubah nasibmu sendiri.”

Apakah saran dan komentar saya di atas diapresiasi? Nampaknya ada beberapa yang berusaha untuk memahami. Itu terbukti tidak lagi berkomentar. Namun, masih banyak yang bebal, yang merasa bener, yang celakanya merasa paling mengerti soal agama. Lupa bahwa dunia sudah mengalami revolusi tekhnologi. Lupa bahwa jaman dulu kalau bepergian jika menanyakan alamat harus turun bertanya kepada banyak orang. Sekarang? Tinggal buka aplikasi Google Map.

“Jadi gini, Bung. Belajar agama itu penting. Namun cobalah juga untuk mencari tahu bahwa dunia usaha sekarang mau tidak mau harus seiring sejalan dan mengikuti perkembangan tekhnologi. Jika kalian masih bekutat dengan cara kuno, jangankan Presidennya Jokowi, presidennya Malaikat, hidupmu juga akan susah,” kataku pada mereka.

“Apa yang terjadi kemudian? Kami tidak mau dijajah oleh aseng. Sejak awal usaha kami caranya ya begini. Tidak berurusan dengan bank. Usaha kami lebih bersyariah,” jawab seseorang.

Ngeyel, bukan?

“Lho, kok sejauh itu, Bung? Ini soal fakta bahwa dunia sudah berubah,” saya berusaha memberi penjelasannya lagi.

“Agama sampeyan apa, Mas?” Tanya mereka.

“Wadhuuhhh….”

Itu kata terakhir saya sambil menutup “konvrontasi ” di lapak mereka. Dan saya harus menyadari bahwa untuk memberi sesuatu pada mereka yang otaknya korslet, sesusah malam pertama.

Ini Tenan..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.