Kolom Bastanta P. Sembiring: DATA DARI KANDANG KUDA

1
319

Ada terbaca saya tadi komentar, dia ngeluh beli lemon 1 buah Rp 18 ribu. Dia tidak jelaskan jenis lemon dan beratnya. Coba dia jelaskan spesifikasinya kan enak. Soalnya, kemarin saya beli Lemon Mesir Rp 65 ribu per buah (1/2 Kg). Kalau sepintas Rp 18 ribu tentu jauh lebih murah daripada Rp 65 ribu, tapi kita tidak bisa komentar banyak akibat banyak orang bicara namun hanya disulut emosi, bukan data dan fakta.

Saya kan jadi bingung. Si ibu yang ngeluh itu benar atau mengada-ngada. Nanti seperti beru Pandia yang komentari beritannya turang Seriulina Br Karo di Sora Sirulo soal perkembangan harga Sembako di Kota Batam.




Si beru Pandia terus ngotot bilang harga yang disajikan turang beru Karo Sekali itu tidak benar. Usut punya usut ternyata si beru Pandia punya data usang sekitar 2 tahun lalu saat dia di Batam. Itu pun kalau dia tak bohong. Terus, datang pula turang Helly beru Bukit yang seorang pedagang juga membenarkan datanya beru Karo Sekali. Tapi si turangku beru Pandia terus ngeyel, ngalur ngidul lintas Sumatera – Jawa.

Inilah gambaran di masyarakat kita sekarang. Masih enak tidur, enak makan, jalan-jalan, belanja, dan aktivitas lainnya tapi ngeluh dan ngaku susah. Nanti beneran baru nyesel. Seperti tahu benar soal perdagangan dan ekonomi makro.

Berhubung saya tidak paham soal saham, inflasi, kurs, dan yang berhubungan dengan itu, entah apalah itu. Makanya saya lebih suka mengamati ekonomi mikro atau bahasa ibu Mega dan kawan-kawan itu ekonomi akar rumput. Saya lihatnya harga Sembako di pasar dan warung-warung. Harga pecel, nasi goreng, sate, BPK (Babi Panggang Karo), harga pakaian, durian, dan sebagainya.

Kalau naik turunnya masih dalam batas wajar dan masih terjangkau belinya, ya… berarti masih aman ekonomi ini. Contohnya ni… harga pena yang biasa dipakai di pasar dan di sekolahan di tempat saya dari jamannya Dolar Rp 10 ribu sampai sekarang Rp 14 ribuan tetap Rp 3 ribu. Apa bedannya?

Mungkin kemarin yang teriak Indonesia akan bubar, Indonesia di ambang kehancuran, Indonesia saat ini kritis, dan lain sebagainya, mungkin dia pakai data dari kandang kuda.




1 COMMENT

  1. “mungkin dia pakai data dari kandang kuda.” ha ha, akur.
    Kalau data dari kandang paman Sam, dolar akan bangkrut, tetapi datanya tak keluar di media MSM karena tradisi 170 tahun mind control dan brain washing neolib/NWO. Rakyat AS masih tetap dijauhkan dari informasi dan pengetahuan aktual. Untungnya presiden Trump mau baca sendiri, tak percaya lagi sama MSM yang dia sebut ‘the enemy of american people’ dan NWO yang dia malah ubah jadi ‘NO WORLD ORDER’. Dia tidak percaya kepada the establishment, atau PC (politically correctness).
    Walaupun tidak tertulis di MSM, tetapi di internet bisa dibaca datanya.

    Bisa dibaca disini:

    The Media Won’t Touch This Story About The End Of The US Dollar

    The World Is Creeping Toward De-Dollarization

    China’s ‘petro-yuan’: The end of the dollar hegemony

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.