Kolom Boen Syafi’i: HIJRAH CAP KADAL MESIR

1
453

Lihatlah foto gerombolan ini, dari gestur wajah dan tubuh mereka saja, maka kita sudah bisa mengetahui sikap mereka terhadap bapak pemulung tua. Sangatlah baik sekali, bukan? Sungguh acara yang damai, tanpa caci maki dan hinaan kepada yang lainnya. Apalagi kedamaian itu tampak terlihat, ketika mereka menyoraki si bapak pemulung tua karena memakai kaos bergambar Jokowi.

Oh, sungguh sikap yang patut untuk ditiru oleh para generasi ANAK BANGSAT di Indonesia.

Belum lagi mereka mengambil gambar si bapak tua dan lantas mengupload di akun media sosial mereka dengan capture yang sungguh sopannya yakni “Si tua miskin pendukung Jokowi”.

Lalu, teman-temannya pun mengomentari postingannya dengan kata-kata yang penuh motivasi, seperti “pendukung Jokowi itu kere-kere, kecebong tua bangka, tolol, miskin” dan kata-kata “mutiara” lainnya.

Apalagi yang mengucapkan kata-kata “mutiara” seperti ini memakai cadar, berhijab syarie, bergamis dan berjidat gosong. Oh, menambah perkataan mereka bertambah khilafah saja.Dan, si bapak pemulung tua itu pun akhirnya menangis hatinya, merintih jiwanya karena sudah diperlakukan dengan sangat “sopannya” oleh gerombolan pemegang kunci surga ini.

Bapak tua ini tak tahu harus mengadu ke siapa, karena dirinya sudah dicap kafir, sesat, liberal, dan ahli bidengah oleh gerombolan PKS dan sekutunya ini. Hanya karena dia mendukung Pak Jokowi.

“Apakah Sang Gusti menyebutku kafir juga hanya karena saya mendukung Pak Jokowi?” pikir sang bapak pemulung tua.

Lantas, dijawablah keresahan sang bapak tua ini langsung dan kontan oleh Gusti ALLOH Ta’ala dengan mengirimkan pasukan Sosmed dari banyak kalangan di seluruh Indonesia. Mulai dari santri, Gus, penggiat Medsos dan ribuan anak bangsa yang berbeda suku dan agama untuk membela si bapak pemulung tua dan membuly balik gerombolan PKS ini.

Akhirnya, sang bapak tua pun berfikir: “Owalah wong Kyai, Gus, Habib sampai santri wae dikafirke oleh gerombolan mereka, apalagi saya?” Kalau berhijrah lantas sering mengkafirkan, menuduh sesat, suka menebar fitnah, menghina terhadap yang lainnya, apalagi sering teriak ganti pesinden?

Maka saya jadi bertinyi tinyi: “Ini hijrah apa pindah partai sih sebenarnya?”

Asudalah.

Yang Pasti Gusti ALLOH Mboten Sare Pak Tua.

Salam Jemblem..

1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.