Kolom Muhammad Nurdin: JABAR YANG MENJENGKELKAN

Kini, kalian, warga Jabar, yang dulu sering kami olok-olok, dengan banjirnya, kali itemnya, intoleransinya, juga doa-doanya di tengah musibah, olok-olok itu balik pula ke kami.

0
459

Tiap hari ada saja inovasi yang kalian lakukan. Kalian akan rubah ini. Kalian akan bangun itu. Pencantik ini, percantik itu. Macam-macamlah ulah kalian yang buat jengkel kami. Ya, kami, warga ibukota. Pemimpin kami, yang satu pandai lah sekali ia bercakap, tebar harapan indah bak sinetron berkah di Indosiar.

Yang satunya, ia pedagang yang didaulat ulama, pintar kali ia bicara ekonomi.

Manis kali pemimpin kami berjanji. Bahwa mereka akan dekat dengan warga. Setelah kepilih, pintu Balaikota malah ditutup. Warga silahkan lapor ke kelurahan atau kecamatan. Dioper-operlah warga kayak Bola Liga Tarkam. Goal enggak, berantem pula akhirnya, sampai viral, sampai bosenlah orang dibuat.




Ngoceh-ngokeh yang didaulat akan berikan modal dan lapangan kerja baru, akan muncul ratusan ribu pengusaha baru, nyatanya, cuma pelatihan yang tinggal duduk cantik lalu pulang. Dapat modal? Ya, modal teori.

Tengoklah sana. Ngoceh-ngoke Mart nasibnya. Bangkrut. Maka masuklah pengusaha-pengusaha recehan yang menjajakan ikan cupangnya. Indahnya, janji-janji manies yang pemimpi(n) kami buat.

Kini, kalian, warga Jabar, yang dulu sering kami olok-olok, dengan banjirnya, kali itemnya, intoleransinya, juga doa-doanya di tengah musibah, olok-olok itu balik pula ke kami. Kami dulu bangga, bangga sekalilah kami. Saat Simpang Susun Semanggi diresmikan. Saat RPTRA Kalijodo yang emejing diresmikan. Rusun anu, anu, dan anu diresmikan. Banyak kalilah yang kami bangun di Jakarta.

Kini. Saat gubernur kami resmikan gardu listrik, seluruh Indonesia ngebully kami. Saat resmikan anyaman bambu di sebidang tanah paling mahal di ibukota, warga lain punya kesempatan empuk membully kami.

Lengkaplah bully-an mereka dengan diajukannya M. Taufik menggantikan abang Sandi yang nyawapres. Dengan nada sarkas tingkat dewa, mereka bersimpati, banyak-banyak bersabar, yah, warga Jakarta.

Ini berat. Kalian gak akan kuat.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.