Kolom Acha Wahyudi: BERKUNJUNG KE MALAYSIA (Perbandingan Pelayanan Kesehatan dan Pengelolaan Minyak)

0
332

Lebih 6 tahun lalu. Aku, mas Didi, anak-anak, mami dan papi berkunjung ke Kuala Lumpur untuk medical check-up dan khususnya melakukan pemeriksaan MRI anakku, Khanza, yang pernah mengalami cedera kepala ketika usianya 5 tahun. Sekalian mengunjungi beberapa saudara dari pihak mamiku yang menjadi warga negara Malaysia.

Hotel tempat kami menginap tepat menghadap ke Petronas Tower bangunan indah kebanggaan rakyat Malaysia.

Kebetulan aku juga melakukan reservasi di Rumah Sakit Prince Court Hospital, sebuah rumah sakit yang saat itu masih baru dengan peralatan canggih terkini. Milik perusahaan minyak negara Malaysia, Petronas.

Proses pemeriksaan MRI di sana sungguh sangat berbeda dengan proses di Indonesia ketika itu. Contohnya, sesaat setelah Khanza menjalani scanning MRI, hasilnya telah diterima Neurolog melalui email dalam hitungan 5 menit sejak scanning dilakukan, beberapa menit sebelum kami sampai kembali ke ruangan dokter dari ruang MRI.

Saat kami telah tiba kembali di ruang konsultasi dokter, sang dokter neurolog tersebut langsung dapat memberikan penjelasan dan step-step apa yang harus dilakukan. Sistem yang begitu efisien, perawat dan dokter yang ramah, tidak ada antrian berjam-jam seperti di kebanyakan RS di Indonesia. Bahkan dibandingkan RS Indonesia dengan tarif-tarif mahal sekalipun.

Dan, saat kami membayar hospital billing, ternyata biayanya sekitar 30% lebih murah dibanding rumah sakit kelas menengah di Jakarta.

Dengan biaya yang relatif lebih murah jauh dibandingkan tarif rumah sakit papan atas di Jakarta, belum lagi pelayanan rawat inapnya, kamar perawatan berupa suite dengan view spektakuler Petronas Twin Tower yang sangat indah di malam hari dan padang golf Royal Selangor Golf Club, lebih tepat dikatakan kamar hotel mewah dibanding kamar perawatan.

Belum lagi makanan bagi pasien dimasak dan ditata dengan cantik oleh chef-chef kualitas hotel Bintang 5. Begitu menggiurkan. Bukan hidangan ala rumah sakit seperti biasanya.

Tentu kenyataan ini benar-benar membuat iri dan dada sesak. Apa yang menyebabkan kondisi yang jomplang ini?

Sesak dada kami bertambah setelah kami mengunjungi sepupu mami yang kebetulan seorang manager menengah Petronas di rumah dinasnya yang modern di komplek perumahan Petronas. Beliau mengatakan, potensi Pertamina itu jauh lebih besar dari Petronas. Namun, keuntungan Petronas bisa mencapai 10 kali pendapatan Pertamina. Padahal, di tahun 1980 – 1990an, Petronas mengirim karyawannya untuk pelatihan dan belajar di Pertamina.

Kini semua pertanyaan itu akhirnya terjawab. Setelah Presiden Jokowi dengan berani membongkar dan membubarkan PETRAL, tempat para lintah darat penghisap darah rakyat bercokol. Sekarang, kita saksikan untuk pertama kalinya dalam dekade terakhir ini Pertamina bisa membukukan laba di atas laba Petronas. Silahkan hitung sendiri berapa yang dicatut oleh pemerintahan dan para politikus selama berpuluh tahun sebelum masa pemerintahan Jokowi.

Jangan lupa konspirasi Rp. 300 Trilyun APBN yang dipakai seolah untuk subsidi BBM selama pemerintahan SBY, yang pada dasarnya bukan demi kepentingan rakyat, namun mengalir ke pundi-pundi penguasa dan bromocorah partai pendukungnya.

Entah akan berapa banyak lagi laba yang akan dibukukan oleh Pertamina di tahun-tahun mendatang saat Blok Mahakam, Blok Rokan, dan blok-blok minyak lainnya yang saat ini telah dikembalikan pengelolaannya oleh Pemerintahan Presiden Jokowi ke Pertamina. Begitu juga kilang-kilang minyak dengan standar EURO 5 seperti Kilang Minyak Cilacap telah beroperasi penuh di akhir tahun 2018 ini.

Hanya satu yang mungkin masih menjadi PR, yaitu sistem kesehatan masyarakat yang masih jauh ketinggalan. BPJS yang masih terlihat canggung, kebingungan dan belum mempunyai sistem baku yang efisien. Juga aturan bea cukai atas beberapa alat kesehatan yang masuk ke dalam daftar barang mewah. Ini semua harus segera ditinjau ulang dan direvisi untuk menurunkan biaya-biaya kesehatan.

Namun, dari beberapa kekurangan yang ada, sudah selayaknya kita berikan penghargaan yang tinggi bagi Presiden Jokowi, kabinet kerja dan Pertamina atas prestasi ini.

BRAVO!!!
#JokowiSATUkaliLagi




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.