Kolom Acha Wahyudi: APA KATA KELUARGA?

1
375

Saat aku masih bekerja dulu, ada seorang dari keluarga besarku datang ke kantor, berkeinginan menjadi rekanan pengadaan barang kantor, dan minta bantuan alias ketebeleceku. Saat itu aku katakan: “Kalau memang mau jadi rekanan, silahkan masukkan pengajuan sesuai aturan. Biar tim seleksi yang akan meloloskan atau tidak. Tapi maaf, aku tidak akan pernah memberikan rekomendasi apapun.”

Saudaraku kesal dan mengatakan: “Cha, percuma lu punya posisi bagus di perusahaan besar, ga ada gunanya bagi keluarga!”

………

Jadi pak dokter Abdul Kohar, semoga tulisan ini bisa menjawab pertanyaan apa dan bagaimana sikap Jokowi akan nepotisme.

Inilah salah satu alasan yang membuatku selama ini begitu kagum pada JKW. Tidak perduli apabila keluarganya pun ikut tidak menyukainya, beliau tetap berjalan di jalan yang seharusnya dia lalui.

Tulisan yang dishare di bawah ini (lihat di SINI) sesuai dengan apa yang dikatakan oleh beberapa keluarga dekatnya yang pernah aku temui. Atau, bila aku adalah keluarga dekat Pak Jokowi, tentu lebih suka Pak Jokowi tidak menjadi Presiden sehingga keluarga Jokowi bisa lebih leluasa dalam berbisnis.

Namun, Pak Jokowi tetap dalam ke”koppig”annya. Beliau memilih untuk tetap menapaki jalan sepi, teguh dalam keyakinannya, berjuang demi menghantarkan rakyat yang selama berdekade ini mundur ke belakang untuk dapat maju, percaya diri dan bermartabat.

Jokowi telah membuat benchmark baru yang tidak mudah dicapai oleh pemimpin-pemimpin negeri sebelumnya.

Terimalah ucapan terima kasih tak berhingga ini….
Long Live Mr Presiden!

1 COMMENT

  1. Tulisan bagus dan bermanfaat.
    Luar biasa memang sikap pak Jokowi. ‘Kejam’ terhadap famili sanak saudara tetapi kasih sayang terhadap rakyat nation Indonesia. Belum pernah ada atau jarang sekali memang pemimpin begitu. Karena itu juga korupsi sangat jauh dari kehidupannya, apalagi nepotisme. Bandingkan dengan Soeharto.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.