Kolom Acha Wahyudi: ANTISIPASI GEMPA DINI

0
263

Sepanjang hari hingga malam kemarin, Kota Beppu (Jepang) diterjang Typhoon. Sosialisasi telah dilakukan jauh sebelumnya. Oubrey, teman-temannya dan seluruh masyarakat yang mendiami daerah yang akan dilewati Typhoon tersebut telah mempersiapkan diri. Kebutuhan pokok untuk beberapa waktu telah disiapkan. Tata laksana evakuasi secara berkala telah diterapkan.

Sehingga kejadian seperti Typhoon yang melanda Beppu kemarin hampir tidak memakan korban sama sekali.




Walau di beberapa lokasi cukup banyak kerusakan, namun tidak terlalu berarti karena infrastruktur di Jepang telah dibangun sesuai dengan kondisi geografis, topografi dan geologis untuk meminimalkan kerusakan dan korban atas bencana alam yang rutin menyambangi negeri matahari terbit tersebut.

Belajar dari Jepang. Pengetahuan mengenai kondisi geografis Indonesia pun wajib disosialisasikan kepada seluruh penduduk melalui penyuluhan masif yang diselenggarakan sampai di setiap unit masyarakat terkecil. Berdayakan masyarakat dengan banyak pengetahuan dan keterampilan bermanfaat.

Gunung Sinabung (Dataran Tinggi Karo, Sumut)

Bukan malah hanya sekedar kumpul-kumpul mendengarkan hal-hal yang sama berulang-ulang dan hampir tidak bermanfaat dalam hidup manusia yang singkat dan berharga ini.

Cara bertahan hidup dalam mengatasi bencana, yang pasti akan terus melanda negeri yang berada di atas tungku Cincin Api ini, wajib dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Tidak perlu menambah panjangnya waktu sekolah.

Kita hanya perlu mengurangi mata pelajaran yang malah akan memicu anti humanisme dan anti pluralisme sehingga mudah dimanfaatkan oleh para politisi dan penguasa jahat. Atau pangkas materi yang hampir tak berguna dan buang ke tong sampah!

Kita hampir tidak pernah mendengar ada penjarahan yang dilakukan oleh penduduk Jepang atas toko dan mal, mengambil sesuatu yang bukan milik mereka saat bencana. Seberapapun beratnya bencana yang dialami penduduknya.

Padahal, di dalam kurikulum sekolah Jepang, tidak terdapat kurikulum seperti mata pelajaran yang banyak menghabiskan waktu anak-anak di negeri ini.

CMIIW

Sepanjang hari hingga malam kemarin… Kota Beppu, Jepang diterjang Typhoon..Sosialisasi telah dilakukan jauh sebelumnya…Oubrey, teman-temannya dan seluruh masyarakat yang mendiami daerah yang akan dilewati Typhoon tsb telah mempersiapkan diri…kebutuhan pokok untuk beberapa waktu telah disiapkan.Tata laksana evakuasi secara berkala telah diterapkan. Sehingga kejadian seperti Typhoon yang melanda Beppu kemarin hampir tidak memakan korban sama sekali…walau di beberapa lokasi cukup banyak kerusakan namun tidak terlalu berarti…karena infrastruktur di Jepang telah dibangun sesuai dengan kondisi geografis, topografi dan geologis untuk meminimalkan kerusakan dan korban atas bencana alam yang rutin menyambangi negeri matahari terbit tersebut. Belajar dari Jepang…Pengetahuan mengenai kondisi geografis Indonesia pun wajib disosialisasikan kepada seluruh penduduk melalui penyuluhan masif yang diselenggarakan sampai di setiap unit masyarakat terkecil…Berdayakan masyarakat dengan banyak pengetahuan dan keterampilan bermanfaat…bukan malah hanya sekedar kumpul-kumpul mendengarkan hal-hal yang sama berulang-ulang…dan hampir tidak bermanfaat dalam hidup manusia yang singkat dan berharga ini. Cara bertahan hidup dalam mengatasi bencana yang pasti akan terus melanda negeri yang berada di atas tungku Cincin Api ini, wajib dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah…tidak perlu menambah panjangnya waktu sekolah…kita hanya perlu mengurangi mata pelajaran yang malah akan memicu anti humanisme dan anti pluralisme yang mudah dimanfaatkan oleh politikus dan penguasa jahat….atau pangkas materi yang hampir tak berguna ke tong sampah!Kita hampir tidak pernah mendengar…ada penjarahan yang dilakukan oleh penduduk Jepang atas toko dan mal…mengambil sesuatu yang bukan milik mereka saat bencana…seberapapun beratnya bencana yang dialami penduduknya…Padahal di dalam kurikulum sekolah Jepang, tidak terdapat kurikulum seperti mata pelajaran yang banyak menghabiskan waktu anak-anak di negeri ini… CMIIW

Posted by Acha Wahyudi on Sunday, September 30, 2018




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.