Kolom Arif A. Aji: TAI CHI ALA JOKOWI

Elektabilitas Jokowi terangkat ke atas oleh peran strategi oposisinya yang dia bisa kembalikan.

0
407

2019 sebentar lagi. Persaingan semakin tajam dari 2 Paslon Capres negeri ini. Semua taktik dan strategi dilancarkan untuk mengambil simpati rakyat yang menjadi pemilih pemimpin selanjutnya bangsa ini. Sebagai capres yang saat ini masih berkuasa, Jokowi adalah Capres yang terlihat adem ayem.

Tak terlihat strategi mencolok darinya.

Aku, hingga detik ini, hanya melihat sosok Jokowi yang polos dan hanya melaksanakan tugas sebagai presiden, itu saja. Mungkin hanya saat pemilihan Cawapres kemarin yang sempat menjadi pembicaraan dengan pro dan kontranya. Tapi, kenapa elektabilitasnya tetap tinggi?




Ketika dia melaksanakan tugas dan bukti nyata pada perubahan untuk jangka panjang negeri ini, rakyat mulai bisa mengerti akan loyalitasnya pada negeri. Hal ini yang membuat kubu oposisi galau dan teramat sulit mencari titik lemahnya. Hingga melakukan apapun walaupun cara kotor supaya bisa meruntuhkan nama baiknya.

Bahkan, kalau bisa mengkudetanya. Namun, Jokowi tidak bergeming dengan semua apa yang mereka lakukan.

Aku membaca sebuah nilai tentang falsafah yang ada di diri Jokowi. Yaitu: “Siapa yang menanam dialah yang menuai.” Itu benar-benar terbukti. Semua serangan dari oposisi berbentuk isu apapun, Jokowi menerimanya dengan tenang dan menjadikan dirinya sebagai titik balik dari serangan itu. Yang secara otomatis kembali pada pelakunya.

Kejadian semacam ini terus berulang. Elektabilitas Jokowi terangkat ke atas oleh peran strategi oposisinya yang dia bisa kembalikan. Efek besarnya oposisi makin terjatuh oleh akibat strategi mereka sendiri.

Saat mereka membawa racun, Jokowi jadi air dimana racun itu mereka seduh. Akhirnya oposisi meminum air yang oleh mereka sendiri sudah diseduh dengan racun. Ketika mereka membawa pedang, Jokowi jadi sarungnya dan pedang itu tak lagi terhunus. Ketika mereka menembak dengan peluru, Jokowi jadi udara dan menemukan ruang kosong, dan menyasar ke diri mereka sendiri.

Jokowi hanya diam dan tersenyum. Dia tetap menjalankan tugasnya pada negerinya. Tapi, dia tidak akan membiarkan dirinya tersentuh, atau mereka akan menyentuh diri mereka sendiri.

Aku menyebut Jokowi Sang Master Tai Chi dalam politiknya. Tenang seperti kekuatan alam. Hanya menanti respon dari musuhnya yang malah akan menusuk diri sendiri, namun membawa Jokowi semakin tinggi. Totalitas dalam loyalitas/ pengabdian pada tugasnya. Itu kekuatan tak terkalahkan Jokowi.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.