Kolom Boen Syafi’i: MENJADI MISKIN SAJA TAK PERNAH, BAGAIMANA BISA BEREMPATI?

0
323

“Ngantum ini harusnya nurut sama mertua. Apa yang menjadi perkataan dari mertua iyakan saja,” kata seorang ngustad muda kepada Kang Paidi. Kang Paidi pun menjawab balik: “Oh, terimakasih ya, ngustad. Ngomong ngomong ngustad ini anaknya sudah berapa?” Si ngustad pun menjawab: “Afwan akhi, ana ini masih lajang.”

“Owalah masih jomblo, toh? Gitu kok nasehatin orang yang sudah berumah tangga? Vangke!” gerutu Kang Paidi di dalam hati.

Sepenggal cerita ini sebenarnya bisa menggambarkan kedua Capres saat ini. Sejatinya seorang Capres itu tidak harus pandai menasehati, dan tidak pula harus pintar berorasi. Karena yang dibutuhkan dari seorang Capres itu adalah sifat bijaksana, welas asih dan mudah berempati.




Misal, ada seorang Capres yang setiap hari berkampanye: “Saya akan memakmurkan rakyat dan tidak boleh ada yang miskin di negeri ini!” Kelihatannya kampanyenya baik. Namun, pertanyaanya adalah, apakah si orator ini pernah mengalami menjadi miskin selama hidupnya? Bagaimana bisa berempati dan tahu permasalahan si miskin jika menjadi miskin saja tidak pernah?

Sedari kecilnya saja sudah hidup di Eropa, begitu dewasa balik ke Indonesia dan merengek ingin menjadi tentara. Eh, sudah menjadi tentara, malah dipecat pula. Maka, lakukanlah dulu apa yang ingin dibicarakan, bukanya ngibul dulu baru melakukanya belakangan.

Ahsudahlah. Sri Aji Jayabaya seorang Resi dari kerajaan Kediri meramalkan bahwa: “Nantinya akan muncul seorang pemimpin yang bijaksana, rumahnya dekat pinggir sungai, ada tahi lalat di pipi sebelah kanan, berpakaian tidak pantas dan mempunyai pasukan tidak terlihat.”

Nah, pertinyiinyi? Apakah pasukan yang tidak terlihat itu termasuk Yu Waginem dan Kang Paidi? Entahlah, sampai detik ini Sri Aji Jayabaya belum mau mengkonfirmasi tentang hal ini. Semua masih misteri. Se misteri isi dompet kita sewaktu diperiksa sang istri.

Horror Vanget Khan?

Salam Jemblem..




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.