Kolom Muhammad Nurdin: PEDULI vs PURA-PURA PEDULI

0
281

Ahok dulu pernah bilang gini: “Hidup bukan tentang menjadi yang terbaik, tapi siapa yang bisa berbuat baik, bukan pura-pura baik.” Sepeninggalnya dari Ibukota, terbukalah kedok mereka yang telah pura-pura baik. Bilang mau bikinin usaha, tempat usaha, juga modalnya, Oke-Oce hanya isapan jempol yang enak didengar, pahit kenyataannya.

Dan, yang membingungkan. Dengan sederet kegagalan mengelola APBD yang jumlahnya fantastis itu, kini Sandi jumawa mampu memperbaiki ekonomi nasional, yang katanya sedang lemah.

Ngurus duit Rp. 70 triliun aja dihambur-hamburin. Anggaran DPRD naik, reses naik, pembahasan Pansus naik, bamus naik, sampai maintenance website juga naik. Naiknya juga gak kira-kira, bisa sampai 10 kali lipat.




Dan. Belum lagi ada dana tak terduga. Rp. 70 juta buat perjalanan Ratna S. Yang entah apa pertimbangan Wan Abud bisa sampai segegabah itu mengelola duit warga Jakarta.

Jadi. Jangan mimpi ngurus Indonesia kalau ngurus Oke-Oce Mart aja gak becus.

Ini cuma masalah siapa yang benar-benar peduli dengan yang cuma pura-pura peduli.

Orang yang cuma pura-pura peduli adalah mereka yang teriak: “Kegiatan IMF-WB meeting hambur-hamburkan uang. Tidak peka dengan bencana,” padahal mereka juga tidak berbuat apa-apa.

Presiden telah membaca: Ada lumbung uang (investasi) di sana. Modal Rp. 1 T bisa dapat Rp. 200 T kan lumayan. Belom plus-plusnya, kayak fund raising untuk bencana.




Cuma saja, pemimpin yang peduli dengan rakyatnya yang bisa lakukan seperti ini. Juga pemimpin yang paham kerjasama global.

Mental tempe sachet yang gemar disubsidi hidupnya gak akan ngerti. Biarin suruh ngurus al-fatekah sama toa masjid aja.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.