Kolom Andi Safiah: MASA DEPAN BANGSANYA (Bukan Untuk Hal-hal Remeh Temeh)

0
114

Ketika bicara soal kepemimpinan, saya selalu teringat dengan sosok A. Lincoln ketika beliau berhadapan dengan penolakan di sana sini soal usulannya melakukan amandemen terhadap konstitusi US, sekaligus menghapus perbudakan dan menghentikan perang saudara yang berkecamuk di bawah kepemimpinan beliau. Menurut nurani beliau, perbudakan atas manusia satu dengan yang lainnya melanggar kodrat alamiah manusia.

Untuk itu maka segala bentuk perbudakan harus dihapuskan.

Sebagai pemimpin tertinggi, beliau menunjukan sebuah sikap yang teguh dengan keyakinan penuh bahwa semangat membebaskan bangsanya dari praktek perbudakan adalah sesuatu yang benar di atas spirit kemanusiaan. Walaupun selalu dicap tidak siap oleh barisan oposisi, mental tidak siap inilah yang ditabrak secara brutal oleh Lincoln.




Akhirnya, ketika house of representative mengadakan pemungutan suara, secara mengejutkan mayoritas mendukung semangat Lincoln.

Inilah karakter seorang pemimpin, dia berbicara tentang masa depan bangsanya, menembus ruang dan waktu. Bukan membicarakan hal-hal remeh temeh yang justru menghambat pertumbuhan kesadaran sebuah bangsa.

Dari Lincoln kita belajar bahwa seorang pemimpin harus berani mengambil langkah besar demi merangsang pertumbuhan kesadaran baru dari bangsanya. Tanpa keberanian besar tidak akan ada pertumbuhan yang besar.

#Itusaja!




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.