Indonesian Contemporart Art & Design (ICAD) 2018 Kembali Digelar

Ratusan karya dari 50 pelaku kreatif lintas disiplin ilmu siap manjakan indera pengunjung selama 44 hari penuh.

0
517

ITA APULINA TARIGAN. JAKARTA — Yayasan Design+Art Indonesia kembali menggelar Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD). Perhelatan tahunan ini akan menjadi penyelenggaraan yang ke-9, sejak ICAD pertama kali diadakan tahun 2009. Bertempat di grandkemang Hotel Jakarta, ICAD akan berlangsung selama enam minggu dari 18 Oktober 2018 hingga 30 November 2018.

ICAD 2018 didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), Artura Insanindo, dan grandkemang Hotel Jakarta.

Mengusung tema “KISAH”, ICAD 2018 menampilkan karya-karya yang lebih personal, berupa buah pikiran atau rekam jejak pengalaman para seniman dan desainer dalam proses berkarya mereka. “Karya seni hadir sebagai cara mengeskpresikan sebuah pemikiran, peristiwa, gejolak rasa atau interaksi emosional antara seniman dengan karya mereka, yang dibangun menjadi sebuah ‘realitas baru’ yang relevan dalam konteks sekarang dan masa depan,” ujar Harry Purwanto, Art Director & Kurator ICAD 2018.




Deputi Pemasaran BEKRAF, Joshua Simandjuntak, menambahkan bahwa konsistensi ICAD yang terus digelar selama hampir satu dekade telah menarik minat para penikmat seni kontemporer global. “Kami akan terus mendukung acara atau event yang membantu pelaku kreatif untuk bertemu pasar mereka. Pelaku kreatif untuk terlibat event ini. Lebih jauh mendorong ICAD menjadi sebuah event internasional,” tegas Joshua.

Pada penyelenggaraan tahun ini, ICAD kembali berkolaborasi dengan pelaku kreatif dari berbagai disiplin ilmu. ICAD 2018 berkesempatan menghadirkan karya dari 50 pelaku kreatif, di antaranya Irawan Karseno (pelukis), Ruby Roesly (arsitek), Tatang Ramadhan (perancang grafis), Joshua Simanjuntak (desainer produk), White Shoes and The Couples Company (pemusik), Milisifilem Collective (kolektif perupa/filmmaker), PM Toh (penyair), Hikmat Darmawan (komikus), dan masih banyak lagi.

Bertindak sebagai kurator pada ICAD 2018 adalah Hafiz Rancajale dan Harry Purwanto. Selain karya anak bangsa, ICAD tahun ini juga menampilkan karya dari desainer asal Belgia, Joris Vanbriel dan Vanessa Yuan (ecoBirdy). Karya-karya ecoBirdy selalu mendayagunakan bahan daur ulang, dan mengedepankan ide untuk berkontribusi bagi lingkungan dan pendidikan.

ICAD 2018 juga akan menampilkan pertunjukan kontemporer, ‘Kisah Batik’ oleh desainer Amanda Hartanto yang berkolaborasi dengan PM Toh.

Selain menampilkan karya seni, ICAD 2018 juga menghadirkan beberapa tokoh kreatif yang akan berbagi wawasan dalam 3 konvensi terpisah. Film workshop, menghadirkan 2 produser film sebagai pembicara; Jon Kuyper (production executive film The Hunger Games) dan Mira Lesmana. Workshop ini bekerjasama dengan MPA dan APROFI.




Forum seni dan budaya, bekerjasama dengan Koalisi Seni Indonesia, akan berlangsung selama 3 hari, membahas strategi kebudayaan nasional dalam lingkup arsitektur dan tata kota, produk dan kerajinan, serta seni visual. Sementara konvensi desain bekerjasama dengan British Council, akan mengangkat tema ‘Kisah Komik’, menghadirkan Paul Gravett, penulis asal Inggris dan Iwan Gunawan. Seluruh peserta dan pengunjung pada program ini dapat hadir tanpa dipungut biaya.

Tentang ICAD

ICAD adalah sebuah pameran besar kolaborasi desain, seni, teknologi, hiburan serta industri perhotelan yang juga mengangkat kearifan lokal Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari ide kolaborasi antar disiplin ilmu yang pertama kali digagas di Indonesia. Kami meyakini, desain dan seni Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk semakin memasyarakat dan berpotensi ikut memajukan perekonomian kreatif.

Diselenggarakan sejak 2009, ICAD telah menjadi acara tahunan yang sudah berlangsung sebanyak delapan kali. Pameran besar ini akan berlangsung selama 6 pekan dan diisi berbagai kegiatan pendukung dalam bentuk konvensi serta pertunjukan seni kolaborasi.

Yayasan Design+Art Indonesia

Yayasan Design+Art Indonesia adalah yayasan yang dibentuk oleh sekelompok desainer dengan berbagai latar belakang ilmu dan pengalaman. Yayasan ini dibentuk dengan tujuan untuk bisa turut membangun industri kreatif di Indonesia, yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia, dan juga kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Tentang grandkemang Hotel Jakarta

Dengan bangga grandkemang Hotel Jakarta kembali ditunjuk menjadi tuan rumah ICAD sejak tahun 2009, yang menandai tahun ini adalah tahun ke-9 grandkemang Hotel Jakarta menjadi venue resmi ICAD. Hotel ini memiliki konsep modern dan trendy yang selalu menjadi pilihan tempat berkumpul tak hanya para seniman tetapi juga para desainer mode dan sosialita, dikarenakan lokasi yang strategis di Kemang, Jakarta Selatan, sehingga sangat sesuai menjadi tuan rumah acara bergengsi seperti ICAD.

Tahun ini tema ICAD adalah “KISAH” yang cocok dengan kisah grandkemang Hotel Jakarta sendiri yang telah berdiri sejak tahun 1974, dan dengan sebagian karyawan yang berdedikasi tinggi masih bekerja di hotel ini lebih dari 30 tahun lamanya. Tak ketinggalan sajian kuliner yang disukai oleh para tamu sejak dahulu hingga sekarang adalah Nasi Goreng, Sop Buntut dan Pisang Goreng. Semua kisah ini adalah momen nostalgia yang akan dipersembahkan oleh grandkemang Hotel Jakarta selama ICAD berlangsung.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.