Kolom Boen Syafi’i: UNTUNGLAH SEKTE BAIRAWA KINI HANYA TINGGAL SUMANTO SAJA

1
538

“Kami mengingatkan agar kita tidak diazab oleh ALLOH karena mengumbar kemaksiatan seperti itu. Kejadian di Palu harus menjadi cermin bagi kita warga Banyuwangi,” pekikan Ormas FPI yang menolak adanya festival tari Gandrung Sewu di Banyuwangi.

 

Ah, embohlah, sebenarnya apa yang diinginkan mereka ini? Padahal, teritori wilayah Indonesia itu memang sangatlah rawan untuk terkena gempa dan tsunami, karena adanya pertemuan lempeng bumi dan ring fire yang mengelilingi wilayahnya. Kalau tolak ukurnya kemaksiatan, kenapa juga Aceh yang justru paling agamis itu diserang tsunami?

Bangsa Eropa dan Amerika justru aman-aman saja dari bencana. Padahal “kemaksiatan” pun juga banyak di negara mereka.




Kenapa, Rhomaaa? Kenapaa? Bukankah kesenian sendra tari, wayang, reog, jaranan dan sebagainya itu sudah menjadi ciri khas budaya Indonesia di manca negara? Lha, kalau semua itu dihilangkan, lantas apalagi yang menjadi ciri khas bangsa kita untuk dikenal dunia?

Apa inginnya Indonesia ini terkenal karena cadarnya? Karena gamis dan ketok jidatnya? Ataukah ingin terkenal gara-gara tari perutnya? Andai Riziek Cs dulu menyebarkan Islam di Bumi NUsantara dengan cara radikal seperti ini, niscaya mereka akan dimakan hidup- hidup oleh sekte Bairawa.

Lha, wong ratusan orang Islam dari Gujarat dan Persia yang sakti mandraguna saja dimakan tak bersisa oleh sekte ini. Apalagi cuma gerombolan fifis unta dari Saudi Arabia ini? Berdakwaklah seperti halnya para Wali Songo yang penuh kelembutan dan sama sekali tidak menghilangkan budaya NUsantaranya.

Bukan malah berdakwah dengan melarang dan menghilangkan budaya bangsa, yang selama ini sudah menjadi ruh dari para penduduknya. Tanah Jawa justru akan terkena gempa dan tsunami, jika Nyi Roro Kidul Sang Ratu Pantai Selatan itu dipaksa untuk memakai …..

“Cadar”.

Salam Jemblem..




1 COMMENT

  1. Indonesia exis karena ada budaya dan kulturnya tersendiri, begitu juga negara islam Arab Saudi punya budaya dan kulturnya sendiri dengan ‘fifis untanya’. Kenalilah dan belajarlah dari semua bangsa dengan budaya dan kulturnya yang beragam itu. Tidak perlu ada bangsa atau suku bangsa yang harus memaksakan kulturnya ke bangsa/suku lain. Saling mengakui dan saling menghormati budaya dan kulturnya sangat indah!
    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.