Kolom Andi Safiah: SALTO ABADI

0
279

Agama adalah bisnis politik terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Di mana manusia berkumpul dalam jumlah banyak, di sanalah bisnis politik berkembang biak. Ini sudah pernah disampaikan oleh George Bernard Shaw, bahwa jumlah populasi manusia di kisaran angka 95% memang selalu menjadi rebutan dari 3 + 2%.

Memang terdengar sedikit absurd ketika ada gagasan yang ingin menghapus agama dalam peradaban manusia, sementara peradaban itu sendiri dibangun di atas dinamika agama.

Kecuali agenda besar seperti manusia macam Elon Musk berjalan dan segera meninggalkan planet bumi menuju planet lain di luar sana, baru kemungkinan popularitas agama bisa tergantikan sebagai alat politik. Selama masih beredar di dalam bumi, selama itu pula sepertinya agama akan tetap menjadi alat propaganda paling efektif dan efisien. Korban dari propaganda agama bukan menjadi masalah besar dalam agenda politik.




Jika anda memahami argumen sederhana ini, mungkin anda bisa sedikit memaafkan diri anda yang lemah di atas peradaban agama. Faktanya agama masih menjadi rule model dalam membangun peradaban manusia.

Itulah mengapa pertentangan soal artificial intelligent menjadi semakin tajam di kalangan venture kapital macam Elon Musk dan orang-orang seperti Mark Z. Karena alasan yang mereka bangun juga sama-sama kuat. Di satu sisi kita masih ingin bertahan sebagai manusia, namun di sisi lain kita muak melihat kebodohan manusia dan meresa perlu digantikan dengan mesin-mesin cerdas macam AI.

Bagi saya yang masih idiot ini melihat apapun yang direncanakan oleh para venture kapital tersebut, mereka memang layak melahirkan sesuatu dan mendorong peradaban manusia untuk bergerak pada level kesadaran lanjut. Yang bodoh, lemah dan terbelakang secara mental, spiritual dan pengetahuan akan hilang disapu oleh perubahan zaman.

Bahkan dalam dunia AI agama diprediksi sudah tidak eksis lagi. Pemujaan pada tuhan-tuhin akan tergantikan dengan program-program rumit yang super kompleks. Tapi bonusnya manusia dengan memorinya yang tertinggal bisa menjelajah alam semesta dengan gaya bebas.

Anda dan saya tidak punya pilihan selain melanjutkan kebiasaan salto selamanya ini.

#Itusaja!




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.