Kolom Asaaro Lahagu: TAUFIK KURNIAWAN TERSANGKA, DOSA AMIN RAIS TERBONGKAR

1
681

KPK semakin beringas. Wakil Ketua DPR (Taufik Kurniawan) ikut diseret dalam kasus korupsi. Tanpa takut, Taufik ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Taufik yang wajahnya polos, suci, ramah dan berasal dari Partai Allah, PAN-Amin Rais, ternyata hatinya busuk. Ia diduga menerima duit haram Rp 3,7 miliar dari DAK Kabupaten Kebumen, Jateng.

Penetapan Taufik Kurniawan sebagai tersangka koruptor memukul habis mulut Amin Rais.

Bisa dipastikan Taufik tidak bisa lagi berkelit atau melakukan perlawanan balik. KPK tak harus berpikir dua kali untuk menghabisi Taufik. Kelasnya Taufik sudah lebih ringan dari bos besarnya Setya Novanto.




Taufik bisa digolongkan dalam kelas harimau. Bosnya, Setya Novanto, yang masuk kelas singa dan orang terkuat Indonesia menurut Donald Trump, sudah lebih dulu takhluk. Taufik sekarang pasti sudah sadar untuk tak banyak cincong. Walaupun sebagai Wakil Ketua DPR, Taufik tak punya harapan lolos. Menurut data, 99% tersangka KPK, pasti masuk hotel prodeo alias penjara.

Tersangkanya Taufik Kurniawan, sudah dicium publik dalam 2 hari sebelumnya. Pencekalan dirinya oleh KPK dicurigai oleh publik sebagai calon tersangka. Dan, memang, hari ini, KPK mengumumkan status Taufik sebagai tersangka.

Taufik Kurniawan memang sempat dibela oleh Amin Rais. Amin Rais yang mendatangi KPK kemarin ternyata berkedok. Katanya Amin Rais datang ke KPK untuk menemui Ketua KPK (Agus Rahardjo). Tujuannya adalah untuk meminta KPK tak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara.

Tidak sulit mengaitkan kedatangan Amin Rais itu ke KPK. Tujuannya untuk menekan KPK soal kadernya Taufik Kurniawan. Jelas Amin Rais sudah punya insting bahwa KPK akan menjadikan Taufik sebagai tersangka. Terbukti, pencekalan Taufik dipertanyakan oleh Amin Rais. Namun, sial bagi Amin Rais. Skenarionya untuk barter kasus dan mencegah Taufik tersangka gagal total. Ia gagal bertemu dengan para pimpinan KPK.

Beberapa hari sebelumnya, publik mencium ada pengalihan isu. Keluarnya hoax soal surat pemanggilan Kapolri oleh KPK ternyata bau busuknya tercium sudah. Ada pihak-pihak yang berusaha mati-matian mengadu-domba KPK dengan Polri.




Sejak Amin Rais yang mengklaim dirinya tokoh Reformasi diperiksa polisi terkait kasus hoax Ratna, ada banyak hoax berseliweran. Siapa yang menyebarkan hoax itu? Ada hoax bahwa dua penyidik Polri di KPK menghilangkan barang bukti dalam buku merah. Dalam buku merah itu, terdapat nama-nama petinggi Polri. Diantaranya Kapolri Tito Karnavian. Terakhir ada hoax lagi KPK telah mengeluarkan surat panggilan kepada Tito.

Mengapa hoax-hoax itu muncul? Bisa jadi para koruptor sekarang sedang terpojok. Mesranya hubungan KPK dengan Polri di era Tito dan Agus membuat para koruptor sangat ketakutan. Jika kedua institusi ini terus bersinergi, maka penegakkan hukum di bidang korupsi akan terus membahana.

Untuk merusak hubungan mesra itu, maka disebar hoax oleh para koruptor. Jika KPK dan Polri berhadap-hadapan dan saling menyerang, maka para koruptor selamat. Mereka tinggal menonton aman perseteruan KPK vs Polri. Namun, hari ini, aksi hoax, aksi adu domba itu gagal total. KPK dan Polri terus bersinergi menghabisi para koruptor.

Lalu, ketika Taufik Kurniawan tersangka, apa dosa Amin Rais yang terbongkar? Dosa Amin Rais terbesar sebelumnya sudah terbongkar. Ia mengungkit-ungkit, membesar-besarkan, merongrong, menyebarkan isu adanya PKI yang sudah lama mati, sudah terkubur oleh TAP MPR. Ia memfitnah Jokowi telah memberi angin segar bangkitnya PKI.

Sekarang, dosa Amin Rais yang terbongkar adalah pengalihan isu dan memfitnah pihak lain. Setiap kali ia berurusan dengan hukum, ia selalu mengalihkan isu. Saat namanya disebut oleh Jaksa KPK telah menerima transfer duit Rp 600 juta dari mantan Menkes Siti Fadilah, Amin Rais mengalihkan isu.




Amin Rais mengatakan akan membongkar keterlibatan korupsi 2 tokoh penting di negeri ini. Ia memfitnah KPK bahwa kasus kedua tokoh itu didiamkan selama ini. Ternyata sesudah itu, Amin Rais tak pernah menunjuk siapa kedua tokoh penting itu yang dia duga korupsi.

Lalu, ketika diperiksa oleh polisi soal kasus bohong Ratna, lagi-lagi Amin Rais mengalihkan isu. Ia meminta Jokowi mencopot Kapolri Tito. Menurutnya, Kapolri Tito tidak benar dan harus diganti. Apa dosa Kapolri Tito? Amin Rais yang berdosa soal kasus hoax Ratna, lalu mengapa ia memfitnah Tito sebagai orang yang tidak benar?

Terakhir, ketika kadernya Taufik Kurniawan dicekal KPK, Amin Rais lagi-lagi mengalihkan isu dengan menyangkut-pautkan orang lain yang tak jelas. Ia menyinggung nama Aguan yang dicekal dan tak tersangka, malahan dinner di istana. Iapun memfitnah Agus Rahardjo sudah tidak adil dalam mengusut perkara korupsi.

Soal pencekalan Taufik, Amin Rais tak tanggung-tanggung. Ia membela habis-habisan Taufik dengan menyebutnya sebagai sosok yang berintegritas. Astaga. Berintegritas dari Hongkong. Pembelaan kepada Taufik ini merupakan dosa Amin Rais. Ia telah berbohong soal integritas Taufik padahal penuh dosa bau busuk.

Amin Rais membela koruptor Taufik Kurniawan, padahal ia telah mencuri dan menyengsarakan rakyat. Dosa Amin Rais yang terbongkar adalah membela koruptor. Amin Rais pembela koruptor Taufik Kurniawan. Alamak.




1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.