Kolom Boen Syafi’i: GAK BUTUH TONGGO

0
137

Aneh? Orang kalau aneh itu omongannya “nyeleneh”, senengane “dumeh”, pendukungnya bingung “kabeh”. Akhirnya otaknya pun “sengkleh”.

 

Jaman milenial kok masih disikapi seperti jaman kompeni? Katanya semua bisa sendiri? Ngimpiiii. Lha, wong di lingkup kecil yang bernama bertetangga saja, manusia itu tidak bisa eksis tanpa sedikitpun pertolongan dari tetangganya, kok. Apa kalau tahlil, bakal ditahlili sendiri? Apa kalau sudah meninggal, bakal berangkat sendiri ke kuburan?

Gali kubur sendiri, mandi mayat sendiri. Terus, setelah itu ikum atau pamit ke keluarga, gitu?




Dan, keluarganya pun berkata: “Say godbye, papa. Baik-baik, ya, di alam kubur sana. Jangan lupa WA Mama setelah ketemu Malaikat, ya? Mmmuaachhh.”

Kira-kira bisakah manusia hidupnya seperti itu? Tentu saja tidak mungkin bisa. Manusia sudah kodratnya untuk saling bersosial, saling berinteraksi dan saling bertegur sapa. Sama seperti mengurus negara. Ibaratnya Indonesia adalah sebuah toko besar tempat menjual beraneka barang produksi. Tentu saja tidak ada toko yang semua produknya bisa mengolah sendiri. Tentu ada pula yang membeli produk dari toko (negara) lainnya.

Kios penjualan berbagai rempah untuk bahan ramuan obat dan upacara-upacara ritual tradisional Karo di Kabanjahe.

Sama saja, toko lainnya juga sangat bergantung kepada produk toko yang bernama Indonesia. Simbiosis mutualisme dalam berniaga akan terus ada, karena memang begitulah alurnya.

Lha, terus kalau ada Capres yang berkata “saya tidak akan impor apa-apa”, ya berarti si Capres sedang ngibul tingkat dewa. Rumusanya sederhana, kalau gak ngimpor dari negara lain, apa negara lain mau membeli produk kita?

Kalau gak ada yang membeli, terus dapat devisa dari mana? Gak dapat devisa, apa ingin negara kita seperti Korea Utara? Gak akan impor apa-apa? Rakyat gak makan juga gak apa-apa? Karena makan gak makan yang penting ngumpul?




Woooiii, ini ngurus negara, Mblo, bukannya ngurus kos-kosan.

Vangke.

Salam Jemblem..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.