Kolom Eko Kuntadhi: BENDERA HITAM DI TEMBOK RUMAH RIZIEQ

“Kalau di Saudi, mereka tahu itu adalah bendera teroris. Gak gampang ditipu cuma dengan Bahasa Arab. Wong, di Saudi itu anak TK aja ngomong Arab-nya faseh banget.”

1
487

Rizieq diinterogasi polisi Saudi karena ditembok depan rumah kontrakannya terpampang bendera teroris. Bendera jenis ini diharamkan oleh pemerintah Saudi berkibar di tanah kelahiran Nabi. Bukan hanya benderanya, organisasi pemilik bendera itu, Hizbut Tahrir, juga diharamkan bergerak di Saudi. Siapa saja yang ketahuan mengikuti HT, akan dijebloskan ke penjara. Seperti apakah bendera teroris yang diharamkan pemerintahan Saudi itu?

Seperti apakah bendera yang bikin Rizieq berurusan dengan polisi di sana?

Bentuk dan gambarnya persis seperti bendera yang diberangus Banser di Garut beberapa waktu lalu. Atau bendera yang dikibarkan pada saat demo di Monas Jumat kemarin.




Karena membela bendera teroris itulah Felix Siauw mencoba memanipulasi sejarah, dengan bercerita bahwa huruf pada bendera itu ditulis oleh Rasulullah sendiri. Padahal sebagian besar umat Islam meyakini, Rasulullah adalah Nabi yang ummi. Makna ummi diartikan sebagai orang yang tidak pandai baca dan tulis.

Hanya untuk membela bendera teroris, Felix rela mengelabui umat Islam dengan kisah yang entah dia comot dari mana.

Saat Rizieq diterogasi polisi Saudi terkait bendera hitam di tembok rumahnya. Sumber: Okezone.

Apalagi pada jaman Nabi, huruf-huruf Arab masih gundul, belum ada tanda baca seperti tulisan Arab pada logo HTI itu. Dan bila kita perhatikan huruf Arab pada logo HTI jelas itu bukan jenis huruf yang dipahami masyarakat pada jaman Rasulullah.

Felix memang seorang pengasong khilafah yang handal. Dia pernah bilang, membela Tanah Air tidak ada dalilnya dalam Islam. Omongan seperti itu jelas memanipulasi sejarah Nabi lagi. Rasul sendiri begitu mencintai Madinah dan akan sekuat tenaga membela kehormatan Tanah Airnya itu.

Ketika di Indonesia sedang ramai-ramai demo membela bendera HTI, Rizieq memerintahkan pada anggota FPI untuk mengibarkan bendera-bendera itu di rumah mereka. Mengibarkan bendera itu di Indonesia.




Seruannya seperti membakar. Seperti orang yang kagak takut mati untuk membela berkibarnya bendera tersebut.

Tapi, saat diinterogasi polisi Saudi, kenapa di rumahnya ada bendera Hizbut Tahrir, dia ngeles. “Bukan Rizieq yang pasang. Gak tahu siapa yang pasang bendera hitam di situ,” kata juru bicaranya di Indonesia.

Kenapa Rizieq ngeles? Kenapa dia gak segahar ketika memerintahkan anggota FPI mengibarkan bendera hitam tersebut?

“Karena orang Indonesia mudah ditipu dengan simbol Bahasa Arab, mas. Kan gak banyak yang bisa Bahasa Arab di sini,” ujar Abu Kumkum.

“Kalau di Saudi, mereka tahu itu adalah bendera teroris. Gak gampang ditipu cuma dengan Bahasa Arab. Wong, di Saudi itu anak TK aja ngomong Arab-nya faseh banget.”

“Sama kayak di Garut, kang. Anak kecil semua pada jago Bahasa Sunda,” ujar Bambang Kusnadi.




1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.