Kolom Boen Syafi’i: MBAK TITIK SENG AYU DEWE

2
430

Mbak Titik, mantane Prabowo, seng ayu dewe. Saya keget mendengar statement sampean yang menyerang petahana seperti itu, Ibaratnya sampean ini mendulang air terpecik wajah sendiri. Opo sampean tidak ngerumangsani, bahwa Bapak e sampean dulu seperti apa?

32 tahun berkuasa, hasile opo uapik tenan ngono po piye?

Itu pun andai gak ada demo dari rakyat dan mahasiswa, Bapakmu itu gak mau turun dari singgasananya toh? Sudah cukup? Ternyata masih belum.

Untuk melengserkan si diktator Orba, ternyata harus mengorbankan ratusan nyawa yang kini entah di mana jasadnya. Tanyakan mantan suamimu itu. Dia tau tepat di mana lokasi kebiadaban Suharto dan menantunya.




Mbak Titik seng ayu dewe.  Kalau Bapakmu dulu jujur, maka surga emas di Papua tidak akan mudah dikuasai USA. Kalau mau jujur, maka rakyat Aceh tidak akan berontak dan operasi DOM tidak pernah ada. Kalau mau jujur, maka pembangunan Indonesia tidak hanya di Pulau Jawa. Kalau mau jujur, pemenang Pemilu tidak akan diketahui sebelum Pemilu tiba. Kalau mau jujur, kasus Marsinah, kasus Priok, kasus Dietje dan beberapa kasus lainnya tidak akan pernah ada.

Masih banyak lagi peristiwa ganjil yang tidak akan terjadi. Bila Bapakmu dulu mau jujur di dalam pemerintahanya. Namun sayang, demi kekuasaan, Bapakmu dulu rela menghalalkan segala cara. Demi kekuasaan, Bapakmu dulu menjadi raja berkedok demokrasi Indonesia. Dan, demi anak anaknya, Bapakmu dulu tega mengkorupsi duit negara.

Mbak Titik seng ayu dewe. Jangankan mengkritik, untuk bersuara sumbang saja, Bapakmu langsung menculik kami dan tega menghilangkan nyawa. Bagaimana bisa 32 tahun si diktator Orba itu bisa dikatakan jujur dalam pemerintahanya?




Ah, Mbak Titik ini bisa bisa saja dalam berkata-kata. Padahal kami sebagai sisa-sisa keganasan dari Bapakmu itu, masih hidup dan masih ada. Kami tidak akan diam, untuk menyuarakan betapa kejam dan sadisnya Bapakmu tercinta.

Camken (Suharto mode on).

Ahsudalah.

Eh Mbak Titik kalau masak nasi goreng, micinnya pasti dibanyakin, ya?

Kok statemetnya begitu.

“Emejing Warbiasyah”.

Salam Jemblem..




2 COMMENTS

  1. Saya tambahkan soal Kontradiksi (Konflik) utama sekarang di AS ialah antara deep state kontra Trump. Mungkinkah bisa bikin penilaian yang tepat kalau tidak mengaitkan kepentingan globalis NWO memusuhi kepentingan nasionallis Trump yang anti globalis? Ini contoh konkret yang tergambar sangat jelas tiap harinya. Trump terang-terangan anti globalis, anti Freetrade organisation mengutamakan cara Bilateral antara nation-nation yang berdagang.
    Pahami Kontradiksi Utama dunia untuk memahami politik dunia. Politik nasional tidak bisa dipisahkan dari politik global NWO karena itulah tujuan NWO menguasai semua nation dunia. Boleh dikatakan bahwa tidak ada satu negara national dunia yang tidak dicampuri oleh NWO terutama negeri-negeri yang kaya SDA.
    Pecah belah yang mungkin terjadi dalam pilpres Indonesia 2019 harus menilainya dari segi kontradikis utma itu. Begitulah yang sudah terjadi di Brasilia belakangan ini. Dan seluruh Eropah, terutama disitu aliran nasionalis maju pesat, seperti Perancis, Jerman, Inggris, Italia, Ceko, Poland, Honggaria, Skandinavia, terutama Swedia dimana sampai hari ini tidak bisa membentuk pemerintahan karena partai-partai dalam proses kristalisasi: ke globalis atau ke nasionalis. Pemimpin-pemimpin partai-partai lama masih belum mengerti perubahan sejarah, atau memang takut dan tidak mau mengerti. Nasib partai-partai ini sudah ditentukan, sama halnya dengan partai-partai lama seluruh Eropah seperti partai buruh, partai sosialis, partai lieberal dan juga partai komunis tentunya.

  2. “Kami tidak akan diam, untuk menyuarakan betapa kejam dan sadisnya Bapakmu tercinta.”
    Betul memang, tidak boleh diam saja. Belejeti terus, katakan apa yang harus dikatakan, tulis apa yang harus ditulis. Diam saja tidak akan bikin perubahan apa-apa.

    Bahwa kekejaman Bapaknya Mbak Titik ini tidak bisa dipisahkan dari usaha luar untuk memecah belah bangsa dan rakyat Indonesia dan
    dengan begitu menguasai negara dan SDAnya, agaknya sudah dipahami oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Apa yang belum banyak dipahami ialah bahwa perpecahan nasional dimana saja diseluruh dunia adalah usaha tak henti-hentinya dari neolib/NWO untuk tujuan membangun KEKUASAAN DUNIA itu, dimana musuh dan penghalang utamanya ialah KEKUATAN NASIONAL tiap negeri.

    Dan untungnya ialah bahwa KEKUATAN NASIONAL ini pada abad 21 telah tumbuh pesat sebagai kekuatan dar aliran proses sejarah dunia dan kemanusiaan. Hantu Komunisme berubah wujud. The Spectre of Communism abad lalu (abad 19-20) telah digantikan oleh The Spectre of Nationalism abad 21. Bedanya ialah yang pertama jahat mau menghancurkan kebebasan dan keadilan bagi kemanusiaan, dan yang kedua mau menyelamatkan kemanusiaan.

    Lihatlah Brexit dan tumbuh pesatnya aliran partai-partai nasionlis seluruh Eropah, dan munculnya pemimpin-pemimmpin nasionalis seluruh dunia seperti Jokowi, Mahathir Mohamad dan Duterte di Asia, Trump di AS, Bolsonaro di Brasilia, Andrej Babis di Cheko, Imran Khan di Pakistan dll. Theresia May Inggris pagi ini 16/11 bicara soal UE dalam perundingan Brexit menekankan lagi bahwa Inggris akan tetap berjuang mempertahankan Kepentingan Nasionalnya.

    Pemimpin-pemimpin nasionalis ini sekarang disebut juga model ‘politikus Trump’. Politik ini dalam soal perdagangan terutama selalu menekankan pembicaraan BILATERAL antara dua negara. Politik inilah yang sangat ditakuti dan dimusuhi oleh neolib/NWO dalam usahanya menguasai tiap nation dari segi perdagangan dengan mengharuskan tiap kebijakan dagang nasional supaya patuh kepada peraturan Organisasi Trade Internasional yang mereka dominasi. Licik sekali!

    Trump bikin contoh bagus, dia hapuskan NAFTA
    dan berunding secara bilateral dengan Mexico, walaupun masih seret dengan Kanada karena masih ‘sakit hati’ PM Kanada. Dan dari Organisasi Pasifik Partnership, Trump langsung keluar begitu dia masuk di Gedung Putih tahun lalu.

    Dari kejadian-kejadian nyata ini semua, jelas terlihat bahwa KONTRADIKSI UTAMA dunia itu sekarang ialah PERJUANGAN antara kepentingan nasional bangsa-bangsa KONTRA kepentingan global neolib NWO yang ingin mendominasi dunia dan semua nation dengan berbagai cara yang sangat licik. Abad lalu mereka pakai cara kudeta dan pembunuhan pemimpin-pemimpinnya, termasuk disini Soekarno 1965 dan banyak pemimpin-pemimpin nasional Amerika Latin dan Afrika.

    Mengapa Kontradiksi Utama ini perlu selalu diingat, karena dengan melihat kepada dasar kontradiksi ini, maka akan sangat gampang menilai dan menganalisa tiap soal penting dunia, artinya tiap KONTRADIKSI besar lainnya SELALU ada kaitannya dengan Kontradiksi Utama itu. Memisahkan dari situ atau lupa mengaitkannya, sudah bisa dipastikan bahwa analisanya akan jauh dari hakekat persoalannya. Cobalah misalnya HTI atau Saracen, ISIS (terorisme) atau jatuhnya Soekarno 1965 dan perampokan SDAnya. Bisakah menganalisa dan menilainya tanpa melihat Kontradikis Utama itu? Analisa dan Penilaian ngawur namanya tanpa melihat Kontradiksi Utamanya. Analisa ngawur inilah (pengaruh brainwashing dan mind control) yang selalu dimainkan oleh koran-koran MSM milik NWO.

    Bahwa pembantaian 1965 diberitakan oleh MSM barat karena pertengkaran antara kaum komunis dan agamis (islam). Semua percaya betul dan bahkan ikut merasa dendam juga. Itulah mind control dan brainwashing.
    Tetapi siapa yang menciptakan komunisme dan untuk apa komunisme diciptakan? Mana pernah ditulis di MSM barat. Mana pernah orang tahu juga. Tetapi untunglah, sekali lagi untunglah perubahan aliran sejarah (internet) telah memungkinkan penelanjangan semua brainwashing dan mind control ini. Internet tidak bisa dicegah, dan telah memungkinkan untuk memahami hakekat atau arti sebenarnya dari ‘komunisme’, untuk apa dan siapa dibelakangnya. Kata kunci untuk ini semua ialah: soal Communism, baca ‘communist hoax’ atau tulisan-tulisan Dr Henry Makow. Soal Duit, baca Fed dan ‘fiat money’, Terorisme baca tulisan-tulisan prof Chossudovsky di global research.

    Banyak sekali pengetahuan penting yang menyangkut nasib manusia dunia digelapkan atau diplesetkan oleh MSM selama 100 tahun lebih. Di AS dikatakan “The ignorance in America is overwhelming.”, di Indonesia jelas juga tidak kalah, walaupun perubahan, perkembangan peningkatan pengetahuan ini di Indonesia belakangan ini lebih cepat karena sifat asli leluhur bangsa ini yang jujur, ikhlas dan ingin tahu semua kejahatan maupun kebaikan manusia dunia.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.