DARUL KAMAL LINGGA GAYO. TIGABINANGA. Kemarin [Sabtu 17/11] cuaca di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) sangat cerah. Tidak ada turun hujan. Tapi, mengapa saluran lahar dingin yang dibuat oleh BPBD justru airnya meningkat setinggi sekitar 2 meter?

Demikianlah pertanyaan timbul di benak para Relawan Beidar Sinabung.

Lalu, mereka mencari sumber air yang membanjiri saluran lahar dingin itu lebih ke hulu. Ternyata, danau baru yang muncul sejak Gunungapi Sinabung terus menerus mengalami erupsi ini jebol. Airnya pun mengalir melalui bagian yang jebol itu (Lihat foto cover).




Terbentuknya danau ini adalah akibat aliran sungai Lau Borus, yang berhulu di Danau Lau Kawar, terbendung oleh hujan debu vulkanik dan aliran lumpur lahar dingin dari punggung Gunungapi Sinabung. Air Lau Borus yang terbendung kemudian mencari tempat yang lebih rendah sehingga sebagian lahan warga Desa Simacem – Desa Sukanalu (Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo) tergenang air dan membentuk danau baru.

Para wartawan pada awalnya menamainya Danau Sinabung, tapi belakangan ini disebut juga Danaubaru Sinabung.

“Meski kemarin tidak ada turun hujan sama sekali, hujan deras beberapa hari sebelumnya diduga sebagai penyebab semakin lembeknya tanah yang membendung air danau selama ini ditambah pula permukaan air danau yang semakin tinggi setelah hujan beberapa hari itu,” tutur Thomas Sitepu, salah seorang relawan Beidar Sinabung, kepada SORA SIRULO kemarin sore [Sabtu 17/11].




Thomas Sitepu menuturkan lebih lanjut, jebolnya danau ini diperkirakan terjadi pada Pukul 16.25 WIB kemarin [Sabtu 17/11]. Relawan Beidar Sinabung tiba di lokasi jebolnya danau pada Pukul 18.00 WIB.

“Untung saja jebolnya tanah yang membendung air danau masih terbatas. Bila tanah yang tergerus lebih rendah dan lebih meluas pula, bisa saja terjadi banjir bandang karena air danau secara mendadak tumpah ruang menerjang bagian yang jebol,” kata Thomas Sitepu ketika ditanyakan lebih jauh tentang kondisi kejebolan Danaubaru Sinabung.

Video di bawah adalah hasil rekaman Edward Pandia.





1 COMMENT

  1. Minta maaf pemred SS

    Sebenarnya saya ingin postingkan KOMENTAR artikel Pak Darul Kamal Lingga Gayo yang lain, tetapi tidak bisa masuk dan saya postingkan disini karena saya menganggap artikel itu penting bagi masyarakat Tigabinanga. Postingannya sbb:

    8 WARGA TIGABINANGA MENGIDAP HIV/AIDS
    Sosialisasi Peningkatan Pemberantasan Pencegahan Penyakit Masyarakat Kecamatan Tigabinanga
    DARULKAMAL LINGGA GAYO. TIGABINANGA —

    KOMENTAR

    “Akhir-akhir ini, warga Kecamatan Tigabinanga (Kabupaten Karo) mulai resah dengan adanya penyakit masyarakat, Narkoba, judi, sex di luar nikah/ prostitusi, dan kasus-kasus kriminal. Pemerintah menanggapinya dengan mengadakan Sosialisasi Peningkatan Pemberantasan Pencegahan Penyakit Masyarakat Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo Tahun 2018 hari ini [Selasa 13/11].”

    Sangat bagus saya pikir SS mengangkat persoalan ini kepermukaan sehingga masyarakat juga bisa melihat, apa yang terjadi, dan terpenting ialah supaya masyarakat sendiri bisa partisipasi memikirkan dan bersama-sama secara kolektif membantu penyelesaian dengan memakai dan mengerahkan kekuatan lokal yang ada (kearifan lokal). Kekuataan ini adalah kekutan kultural yang masih berakar kuat dimasyarakat semua suku bangsa Indonesia termasuk suku bangsa Karo, lokal Tigabinanga.

    ‘Penyakit masyarakat’ yang terdapat disini tidak ada bedanya dengan penyakit masyarakat ditempat lain atau dimana saja disemua pelosok dunia, begitu di Tigabinganga, juga di Jakarta, begitu di Belanda, begitu di Jerman dan AS, yaitu penyakit narkoba, judi, miras, sex-prostitusi, child-sex trafficking, LGBT, ‘sexual liberation’, dengan mana juga bikin meluasnya penyakit menular yang mematikan itu, AIDS. Juga harus ditambahkan ‘terorisme’ tentunya, walaupun di Tigabinanga tidak ada atau belum ada.

    Mengapa bisa sama begitu? Mengapa seluruh dunia punya penyakit masyarakat yang sama? Adakah pemerakarsa dibelakangnya? Jawabannya ialah: Ada! Ada pemerakarsanya, yaitu neolib/NWO atau bank kartel dunia, Cabalist bankers, atau deep state sebagai nama yang populer sekarang di AS setelah Trump masuk Gedung Putih. Dan banyak nama lain, tetapi maksudnya sama. Tetapi bagaimana menjelaskannya sehingga publik percara dan mengerti persoalan pemerakarsa World Governemnt ini?

    Tidak gampang. Sebab utama ialah karena sudah berabad-abad manusia dibrainwashing dan di mind control sehingga publik tidak ada yang percaya bahwa mereka dicekoki dengan penyakit-penyakit masyarakat diatas. Ambil contoh ‘komunisme’ misalnya. Kapankah kita mulai mengetahui bahwa ‘komunisme’ adalah hoax belaka? Kapankah kita mulai mengerti bahwa The Spectre of Communism telah digantikan oleh The Spectre of Nationalism? Atau terorisme, kapankah kita mulai sadar bahwa ‘terrorisme made in USA’ dan bahwa ‘war on terrorisme is a big lie’? Dan dengan perluasan pengetahuan soal ini terorisme mulai meredup?

    Dr Henry Makow tentang ‘social engineering’ bilang begini:

    “Mankind is being transformed to serve the Cabalist bankers. They want us to identify as consumers and producers only, and be amenable to guidance by “experts”, like the APA ” (American Psychological Association). Organisasi besar dan dengan wibawa besar seperti APA bisa ikut aktif membrainwashing penduduk AS dan dunia! Wow! Berapa orang yang tahu soal ini?
    “We are being deliberately stunted and diverted, destined to be dysfunctional children who don’t decide or do anything important but work, have sex and consume.” ditambahkan oleh Henry Makow.
    bisa digoogle disini:
    “Tolerance” is a Guise for Social Engineering – Henry Makow

    “most people don’t fully grasp the pernicious influence of mainstream news. Not just that influence now, not just in the past few years, but forever. The ability of the press, in concert with versions of the Deep State, to twist and deform and undermine and reverse and fragment public perception, on every major story and issue, is basically substituting death for life. If the population is, on a daily basis, under the influence of such mind control, then what kind of breakthrough is possible? No breakthrough. None. The game is over.” Kata seorang reporter kawakan dan penceramah politik Jon Rapporport.
    Bayangkan sudah berabad-abad penduduk dunia dibrainwashing dan di mind control! Dan tidak pernah ada jalan keluar, memang tidak mungkin ada jalan keluar . . . karena berita dan informasi hanya ada satu macam (oleh MSM milik NWO), dimana berita dan informasinya diatur dan diplesetkan sehingga cocok untuk brainwashing dan mind control!
    Seyogianya, memang ‘the game is over’, riwayat manusia yang cinta damai dan adil sudah tamat! Dibawah tyrani NWO, manusia bukan lagi manusia yang beradab, damai dan adil, tetapi jadi budak dari sebuah tyrani biadab (NWO) untuk selama-lamanya. Kalaupun nanti ada yang sedar, tetapi sudah terlambat. . . .
    ‘Tetapi untunglah’ kata Jon Rappoport menambahkan:
    “Fortunately, through the Internet, that brainwashing is being shattered by independent media, piece by piece.”
    Jon Rapporport menambahkan:
    “This is an opening. This is an accelerated opportunity for all sorts of independent voices who, for their own reasons, oppose the Deep State. This opportunity must be taken.
    Lengkapnya bisa digoogle disini:
    “Why has the Deep State gone to war against Donald Trump? by Jon Rappoport”

    Ada 4 macam kekuatan kolektif masyarakat manusia, menurut Henry Makow yaitu
    1. Kekuatan nasionalnya
    2. Kekuatan kulturnya
    3. Kekuatan agamnya
    4. Kekuatan keluarga (famili).
    Atau dalam kata-kata Henry Makow begini: “Communism (i.e. the NWO) involves the destruction of the four pillars of our human identity: race, religion, nation and family.”
    Kekuatan nasional diganggu dengan pecah belah, terlihat jelas di pilpres 2019 sekarang. Kekuatan kulturnya diganggu dengan perusakan tradisi dan budaya masyarakat lokal. Perusakan agama dengan pecah belah agama seperti ratusan ribu akun Saracen, HTI, dll. Kekuatan famili/keluarga dipecah dengan LGBT, kawin-mawin homo, sex bebas dsb.
    Semua 4 kekuatan dasar masyarakat inilah yang mau dilenyapkan dengan kegiatan-kegiatan ‘penyakit masyarakat’ di Tigabinanga atau dimana saja seluruh dunia.
    Dan untuk menandingi dan menangkis kekuatan buruk yang nyata dan berencana ini, tidak ada jalan lain yang mungkin selain menggerakkan dan menghidupkan 4 macam kekuatan kolektif masyarakat Tigabinanga. Kita sudah kenal dengan istilah KEARIFAN LOKAL. Dalam hal ini harus menggerakkan massa banyak penduduk, tidak cukup hanya dengan menggerakkan pejabat pemerintahan. Sebabnya ialah karena yang disasar disini ialah kekuatan yang ada dimasyarakat itu sendiri, bukan kekuatan pemerintahan. Karena itu, Gerakkan Massa! Gerakkan Kekuatan KEARIFAN LOKAL!

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.