Kolom Boen Syafi’i: KARENA BUDAYANYA, INDONESIA DIKAGUMI DUNIA

1
168

Menurut sampean, kiro-kiro pantes tidak bila pakaian tradisional Jawa dipakai oleh para bule-bule ini? Pantes, tapi lebih pantes lagi bila yang mengenakan adalah orang Jawa. Karena adat dan budaya termasuk pakaian tradisional itu memang hasil kreasi leluhur orang jawa. Jadi, akan sangat serasi bila yang mengenakan adalah anak cucu leluhurnya sendiri.

Sama juga dengan orang Arab yang mengenakan gamis ataupun cadar, kira-kira pantas apa tidak?

Ya, tentu saja sangat pantas dan sangat serasi bila mereka yang mengenakan. Karena leluhur mereka memang mengkreasikan pakaian tersebut khusus untuk anak cucunya.

Lha, repotnya, ada orang Jawa ataupun Indonesia yang malah kemarab atau sok Arab. Mereka menganggap semua yang dari Arab itu adalah Islam, termasuk pakaian tradisionalnya.

Lha kalau semua dari Arab itu adalah Islam, apakah Abu Jahal, Abu Lukluk dan Abu Lahab itu juga Islam? Saya yakin kita semua pasti akan menjawab “Horraa Sudi”.

Dan, dengan bangganya manusia yang overdosis agama ini memamerkan gamis ataupun cadarnya. Padahal, tampilan fisik mereka tidaklah seperti orang Arab yang rata-rata berhidung mancung dan bertubuh tinggi besar. Walhasil, saat mengenakan gamis, si hidung mancung ke dalam ini malah terlihat sebagai Ibu-ibu PKK yang mau melahirkan anak ke tiga.

Dan, yang perempuan saat memakai cadar malah mirip ninja hatori yang sedang mencari shizuka. Semua itu budaya, dan budaya adalah produk peradaban suatu bangsa. Tanpa peradaban, maka Majapahit tidak akan bisa menguasai Asia Tenggara di dalam sejarahnya.

Kita cintai budaya sendiri, karena dari keindahan budayalah yang membuat bangsa Indonesia dikagumi dunia. Habib Luthfie wae Njawani, eh lha kok seng Jawa malah Ngarabi?

Ora pantes blabar blas Cah.

Huhh, dasar Kesemek Zimbabwe?

Salam Jemblem..

1 COMMENT

  1. “Lha, repotnya, ada orang Jawa ataupun Indonesia yang malah kemarab atau sok Arab. Mereka menganggap semua yang dari Arab itu adalah Islam, termasuk pakaian tradisionalnya.”

    Kalau ada orang atau grup yang mengenakan pakaian tradisi bangsa lain, ini adalah tanda simpati atau tanda penghormatan terhadap tradisi dan kultur bangsa lain itu. Dan ini adalah tanda solidaritas dan simpati yang patut dipuji dan dihargai. Tandanya kita mengakui dan menghargai keunikan dan keindahan kultur dan tradisi bangsa lain itu. Menghargai kultur lain adalah tanda bahwa kita bertolak dari penghargaan dan kebanggaan terhadap kultur sendiri, yang juga berarti bahwa kita melihat dengan jelas perbedaan berbagai kultur itu. Dan disitulah pula KEINDAHANNYA, dalam keragaman itu. Tetapi kalau melupakan kultur dan budaya sendiri dan hanya mengkedepankan kultur bangsa lain, jadinya gak karuan namanya. Atau ini bukan kultur, apalagi budaya, gak tau apa namanya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.