Laporan: Bastanta P Sembiring dari Minas (Riau)

 

Dalam satu kesempatan saat berkunjung ke kebun bapak Marudin Ginting di Kelurahan Minas Jaya (Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau) [Selasa 13/11], kami menemukan beberapa tanaman unik yang memang sengaja ditanam oleh Pak Ginting di kebun buahnya tersebut. Salah satunya adalah rosella.

Ada juga beberapa tanaman yang memang endemik hutan tropis termasuk Sumatera kami temui di lahan yang telah dikuasai dan diusahainya sejak 1998 ini; seperti anggrek hutan dan napenthes (kantung semar) dalam beberapa varian warna yang tumbuh liar.




Bapak Marudin Ginting mengaku memperoleh bibit (biji) rosella dari teman beberapa tahun lalu. Dia mencoba menanamnya di lahan yang dia beli dari Pak Jatu (seorang Ketua Suku Sakai). Ternyata dapat tumbuh dengan baik. Tumbuhan rosella ini sering dia bawa ke Pekan Minas untuk dijual. Awalnya tidak laku karena jarang yang mengenal tumbuhan ini. Namun, seiring waktu, rosella mulai dikenal serta diketahui kegunaan dan manfaatnya. Berangsur ada juga yang membelinya.

“Kita jual ke Pekan Minas. Dulu tidak laku, karena orang tidak kenal. Tapi sekarang sudah mulai ada satu atau dua orang yang minta,” ujar Ginting.

Rosella atau disebut juga asam paya, asam kumbang, asam susur yang dalam bahasa Latin disebut Hisbiscus sabdariffa, merupakan tumbuhan jenis bunga yang berasal dari Benua Afrika. Tumbuhan ini selain sebagai hiasan di pekarangan (karena bentuknya yang unik dan cantik), juga bisa dimakan. Biasa diseduh menjadi minuman hangat atau dingin. Ada juga yang menguleknya sebagai asam untuk ulekan bumbu (sambal).

Dari laman Wikipedia kami ketahui kalau tanaman ini di daerah asalnya Afrika juga dipergunakan sebagai selai atau jeli. Di Jamaika dijadikan salad, dimakan mentah, atau juga untuk pengisi kue (mungkin seperti kacang, berry, pala, kismis, dsb). Orang Sudan menjadikan rosella sebagai minuman keseharian yang dicampur dengan garam, gula, merica dan tetes (sari) tebu.




Ada juga yang mengatakan rosella ini sebagai minuman diet, bahkan untuk obat batuk, dsb.

Rupanya memang unik dan cantik. Warna bunga dan batang yang merah darah (gelap), serta daunnya yang hijau tampak kusam, membuat tanaman ini tampak cantik menghiasi kebun atau pun pekarangan rumah.

Sebagai seorang yang gemar bertanam, tidaklah heran jika kita menemui banyak sekali tumbuhan-tumbuhan unik dan menarik dari kebun bapak Marudin Ginting ini, bahkan yang memang tumbuh liar.





1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.