Kolom M.U. Ginting: KASUS HIV/ AIDS TIGA BINANGA SEBAGAI GEJALA DUNIA

Pentingnya Sora Sirulo, Budaya Suku, dan Kebersamaan

0
303
Gunung, salah satu desa Suku Karo (kuta) di Kecamatan Tigabinanga, Dataran Tinggi Karo (Foto: Natra Rahmani Salim)

Akhir-akhir ini, warga Kecamatan Tigabinanga (Kabupaten Karo) mulai resah dengan penyakit masyarakat, Narkoba, Judi, Sex di luar nikah/ Prostitusi, dan kasus-kasus kriminal. Pemerintah merespon dengan mengadakan Sosialisasi Peningkatan Pemberantasan Pencegahan Penyakit Masyarakat Kecamatan Tigabinanga Kabupaten Karo beberapa waktu lalu. Sangat bagus saya pikir, SORA SIRULO mengangkat persoalan ini ke permukaan sehingga masyarakat juga bisa melihat fakta yang sebenarnya (Baca beritanya di SINI).

Diharapkan masyarakat ikut memikirkan dan bersama-sama secara kolektif menyelesaikan masalah dengan memakai dan mengerahkan kekuatan lokal yang ada (kearifan lokal).




Kekuatan kultural ini masih berakar kuat di masyarakat Indonesia termasuk Suku  Karo, di Kecamatan Tigabinanga (Dataran Tinggi Karo)

‘Penyakit masyarakat’ yang terdapat di sini tidak ada bedanya dengan penyakit masyarakat di tempat lain di seluruh pelosok dunia. Baik di Tigabinganga, Jakarta, Belanda, Jerman dan AS maupun tempat-tempat lain di seluruh pelosok dunia. Penyakit narkoba, judi, miras, sex-prostitusi, child-sex trafficking, LGBT, ‘sexual liberation’,yang membuat meluasnya penyakit menular yang mematikan, yaitu HIV/AIDS. Tanpa mengabaikan ‘terorisme’ tentunya.

Mengapa bisa sama begitu? Mengapa seluruh dunia punya penyakit masyarakat yang sama? Adakah pemerakarsa di belakangnya? Jawabannya, ada!

Plt. Lurah Tigabinanga (Rosaliza Tarigan)

Ada pemerakarsanya, yaitu Neolib/NWO atau bank kartel dunia, Cabalist bankers, atau deep state sebagai nama yang populer sekarang di AS setelah Trump masuk Gedung Putih. Dan banyak nama lain, tetapi maksudnya sama. Masalahnya, bagaimana menjelaskannya sehingga publik percaya dan mengerti persoalan pemerakarsa World Governemnt ini?

Tidak gampang. Sebab utama ialah karena sudah berabad-abad manusia dicuci otak dan di-mind control sehingga publik tidak ada yang percaya mereka dicekoki dengan penyakit-penyakit masyarakat di atas. Ambil contoh ‘komunisme’, misalnya.

Kapankah kita mulai mengetahui bahwa ‘komunisme’ adalah hoax belaka? Kapankah kita mulai mengerti bahwa The Spectre of Communism telah digantikan oleh The Spectre of Nationalism? Kapankah kita mulai sadar bahwa ‘terrorisme made in USA’ dan bahwa ‘war on terrorisme is a big lie’? Dan, dengan perluasan pengetahuan soal ini, terorisme mulai meredup.

Dr Henry Makow tentang ‘social engineering’ bilang begini: “Mankind is being transformed to serve the Cabalist bankers. They want us to identify as consumers and producers only, and be amenable to guidance by “experts”, like the APA ” (American Psychological Association). Organisasi besar dan dengan wibawa besar seperti APA bisa ikut aktif mencuci otak penduduk AS dan dunia? Wow! Berapa orang yang tahu soal ini?

“We are being deliberately stunted and diverted, destined to be dysfunctional children who don’t decide or do anything important but work, have sex and consume,” ditambahkan oleh Henry Makow (Baca lenbgkapnya di SINI).

Transportasi yang menghubungan Tigabinanga dengan desa-desa di Kecamatan Tigabinanga

Kata seorang reporter kawakan dan penceramah politik Jon Rapporport:

“Most people don’t fully grasp the pernicious influence of mainstream news. Not just that influence now, not just in the past few years, but forever. The ability of the press, in concert with versions of the Deep State, to twist and deform and undermine and reverse and fragment public perception, on every major story and issue, is basically substituting death for life. If the population is, on a daily basis, under the influence of such mind control, then what kind of breakthrough is possible? No breakthrough. None. The game is over.”

Bayangkan, sudah berabad-abad penduduk dunia dicuci otak dan di-mind control! Tidak pernah ada jalan keluar. Memang tidak mungkin ada jalan keluar . . .  karena berita dan informasi hanya ada satu macam (oleh MSM milik NWO), dimana berita dan informasinya diatur dan diplesetkan sehingga cocok untuk cuci otak dan pengarahan pikiran.

Seyogianya, memang ‘the game is over’, riwayat manusia yang cinta damai dan adil sudah tamat! Di bawah tyrani NWO, manusia bukan lagi manusia yang beradab, damai dan adil, tetapi jadi budak dari sebuah tyrani biadab (NWO) untuk selama-lamanya. Kalaupun nanti ada yang sedar, tetapi sudah terlambat. . . .




Tetapi untunglah, kata Jon Rappoport menambahkan: “Fortunately, through the Internet, that brainwashing is being shattered by independent media, piece by piece.”

Jon Rapporport melanjutkan: “This is an opening. This is an accelerated opportunity for all sorts of independent voices who, for their own reasons, oppose the Deep State. This opportunity must be taken.” (Lengkapnya bisa dibaca di SINI)

Ada 4 macam kekuatan kolektif masyarakat manusia, menurut Henry Makow yaitu:
1. Kekuatan nasionalnya
2. Kekuatan kulturnya
3. Kekuatan agamanya
4. Kekuatan keluarga (famili).

Atau dalam kata-kata Henry Makow begini: “Communism (i.e. the NWO) involves the destruction of the four pillars of our human identity: race, religion, nation and family.”

Kekuatan nasional diganggu dengan pecah belah, terlihat jelas di Pilpres 2019 sekarang. Kekuatan kulturnya diganggu dengan perusakan tradisi dan budaya masyarakat lokal. Perusakan agama dengan pecah belah agama seperti ratusan ribu akun Saracen, HTI, dll. Kekuatan famili/ keluarga dipecah dengan LGBT, kawin-mawin homo, sex bebas dan lainnya.

Semuanya 4 kekuatan dasar masyarakat inilah yang mau dilenyapkan dengan kegiatan-kegiatan ‘penyakit masyarakat’ di Tigabinanga atau di mana saja seluruh dunia.

Untuk menandingi dan menangkis kekuatan buruk yang nyata dan berencana ini, tidak ada jalan lain yang mungkin selain menggerakkan dan menghidupkan 4 macam kekuatan kolektif masyarakat Tigabinanga. Kita sudah kenal dengan istilah KEARIFAN LOKAL. Dalam hal ini harus menggerakkan massa, tidak cukup hanya dengan menggerakkan pejabat pemerintahan.




Sebabnya ialah karena yang disasar di sini ialah kekuatan yang ada di masyarakat itu sendiri, bukan kekuatan pemerintahan. Karena itu, Gerakkan Massa! Gerakkan Kekuatan KEARIFAN LOKAL!





Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.