Kolom Sanji Ono: ISTANA KEPRESIDENAN DI PAPUA

0
559

Temen cewek nanya: “Mas, kenapa Jokowi membangun istana kepresidenan di Papua? Bukankah duitnya lebih baik untuk membantu masyarakat di sana, karena masih banyak yang hidup dalam kesusahan?”

Gua pandang matanya dalam-dalam. Gua pegang tangannya. Terus gua ngomong.

Sis, loe tau kan sejak republik ini berdiri Papua itu selalu dianaktirikan oleh pemerintah pusat. Di saat kita demo gara-gara harga BBM naik 500 perak, saudara kita di Papua diam saat membeli BBM seharga Rp. 100 ribu per liter, diam saat harga sembako gila-gilaan. Diam saat harga semen 1,5 juta per sak.

Di era Jokowi, di luar dana Otsus, setiap tahun Papua dianggarkan lebih dari Rp. 7 Triliun. Dana itu untuk membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, waduk, Bandara, pelabuhan, sekolah, BBM 1 harga sampai subsidi tol laut yang membuat harga barang-barang di Jawa sama dengan di Papua.

“Jadi, pembangunan Kantor Presiden di Papua senilai Rp. 95 milyar tidak akan mengurangi apa yang sudah beliau perbuat untuk rakyat Papua,” paparku.

“Iya, tapi kan ini malah jadi bahan nyinyiran kampret buat nyerang Jokowi, mas.” balasnya.

Sambil tarik nafas dalam-dalam gua jawab.

Emang apa sih yang nggak dinyinyirin kampret. Dari kancing baju, sepatu sampai kodok peliharaan Pakde mereka nyinyirin. Intinya, itu Jokowi ingin membangun jiwa rakyat Papua. Jokowi ingin rakyat Papua merasa memiliki negeri ini sehingga ke depan tidak ada lagi gerakan-gerakan separatis yang ingin keluar dari NKRI.

“Istana presiden di Papua sama dengan yang ada di Bogor, Jakarta, Cipanas atau di Yogja. Bangun istana yang cuma habis Rp. 95 milyar kok dinyinyirin tapi bangun Istana Hambalang yang mangrak senilai Rp. 2,5 Triliun mingkem bae,” paparku lagi.

” Ooh gitu ya mas, jadi kampret emang bagusnya kita diemin aja. Btw, tangannya lepas dunk mas, itu Mbak Nur dah dateng…”

” Astagfirullah, maaf…. maaf saya khilaf, karena terlalu semangat njelasainnya…”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.