“Buat apa ngurusi politik-politikan segala? Toh dapat apa bila pasangan Capres yang didukung berhasil menang?” Sebuah statemen yang bener lan ora salah blabar blas.

 

Buat apa, yo? Wong gak dapat apa-apa. Namun, pernahkah sampean semua berfikir, jika salah satu Capres yang didukung kuat oleh gerombolan intoleran itu berkuasa? Niscaya, sampean duluan yang akan dijadikan bregedel oleh mereka.

Kalau ada waktu luang, pergilah ke grup-grup yang mempunyai cara pandang radikal dan cari tau arah pemikiran mereka bagaimana.

Tentu sampean akan dibuat kaget dengan apa yang ada di mindset-nya, yakni bunuh-bunuh dan bunuh! (Kaget dengan catatan, bila otak anda belum keracunan fifis unta). Mereka tidak menerima adanya perbedaan, bahkan untuk saudara yang seagama sekalipun.




Siapa yang mereka tiru?  Yang mereka tiru adalah perilaku “Muslim” di Syuriah dan Afganistan, yang kaku dan suka dengan peperangan.

Pertinyiinyi? Maukah, Indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika, menjadi hancur dan hanya tinggal nama saja? Maukah, anak perempuan sampean dilarang bersekolah, bekerja dan hanya menjadi korban ekploitasi atas nama agama? Maukah, aspirasi sampean dikekang dan andai melawan maka nyawa pun taruhannya?

Pasti kita semua tidak ingin Indonesia tercinta bubar hanya gara-gara adanya manusia yang mabuk agama. Dan kita semua pasti tidak ingin putri kita bernasib sama seperti perempuan di Afganistan sana. Maka, ambil penamu dan gelorakan suaramu. Indonesia akan tetap ada, bila anak-anak dari Bumi Pertiwi terus bersuara dan menjaganya.




Apakah saya terlalu mengada-ada? Andai saya mengada-ada, pasti Syuriah yang dulu gemah ripah loh jinawi tidak akan pernah hancur negerinya. Ambil penamu dan jangan diperbanyak micinmu.

Salam Jemblem..

1 COMMENT

  1. “Mereka tidak menerima adanya perbedaan, bahkan untuk saudara yang seagama sekalipun.”
    Ini memang fakta dan kenyataan sekarang ini di Syria (Suriah). Gejala ini bahkan terlihat juga di Indonesia terutama dalam menjelang pilpres 2019.
    Dalam kolomnya yang lalu Boen Syafi’i menyatakan ‘karena budayanya, Indonesia dikagumi dunia’ adalah juga pernyataan tepat dan semua bisa melihat sendiri kekaguman dan penghargaan dunia atas budya kita itu. Sebaliknya, ini jugalah yang sangat tidak disukai dan mau dihancurkan oleh penggagas divide and conquer internasional (kaum globalis): budaya dan kulturnya.

    Budaya dan Kultur aalah salah satu BASIS penting dari KEKUATAN NASIONAL suatu bangsa atau Nation. Basis kekuatan penting lainnya ialah kekuatan agamanya dan kekuatan keluarga/famili. Inilah semua kekuatan kolektif masyarakat yang sudah tertanam dan berakar subur dalam tubuh masyarakat sejak ribuan tahun dalam tiap nation dunia. Dan kekuatan inilah yang mau dimusnahkan lebih dahulu supaya melapangkan jalan bagi globalis NWO untuk menguasai satu negara dan kemudian bebas menguasai SDAnya, menguasai ekonomi dan finansnya dalam rangka tujuan ‘meluaskan’ tyrani global NWO itu. Satu persatu negara national itu mau dihancurkan dengan cara ini.

    Saya pakai disini tanda kutib dalam ‘meluaskan’ karena sudah waktunya disini mengganti pemikiran ‘teori konspirasi’ yang sudah ratusan tahun pemakaiannya. Bahwa kekuasaan NWO itu bukan teori atau teori konspirasi tetapi suah bisa dilihat KENYATAANNYA seluruh dunia bagaimana KEKUASAAN ini dipraktekkan dan sekarang dalam rangka MELUASKAN kekuasaan yang sebenarnya sudah sangat besar itu. Contohnya bagaimana pecah belah dan perang di Syria diciptakan . . . atau bagaimana Kadaffi Lybia dihancurkan, atau bagi kita orang Indonesia adalah pengalaman menjatuhkan Soekarno. Bukankah ini adalah kenyataan dan FAKTA dari suatu KEKUASAAN BESAR? Artinya bukan reori saja atau ‘teori konspirasi’.

    Memang tujuan akhirnya ialah supaya berkuasa penuh seluruh dunia, artinya tidak ada lagi satupun kekuatan nasional atau satu negara di dunia yang tidak tunduk dibawah NWO, artinya semua negara nasional yang ada didunia nantinya sudah seperti kekuasaan Soeharto pada era Orba, dikuasai sepenuhnya. Filipina era Ferdinand Marcos, Australia atau Uni Eropah yang merupakan negara atau kekuasaan yang dibangun oleh NWO. Begitu juga NATO yang sudah punya ‘duri dalam sepatu’ (presiden Trump). Dan kalau semua negara (nasional) sudah tunduk, NWO sempurna.

    Dan bahwa berkat internet, perlawanan yang semakin besar dan semakin besar terhadap NWO ini dari pihak rakyat dan kekuatan nasional dunia, memang sangat meyakinkan juga, sehingga kemenangan rakyat dunia (nation nation dunia) semakin terlihat. Jasa internet memang luar biasa, MENGUBAH JALANNYA SEJARAH yang tadinya sudah pasti menuju tyrani NWO, menuju perbudakan untuk selama-lamanya manusia dunia!

    Dari segi lain, perlawanan (reaksi) yang semakin kasar terlihat juga dari pihak globalis NWO. Tetapi perlawanan (reaksi) ini semakin gampang pula ditelanjangi oleh publik. Cobalah misalnya penghancuran artefaks di Syria dalam rangka menghancurkan kekuatan kultur dan budaya tadi. Cobalah lihat soal ini juga mau dilaksanakan di AS, atas patung Lincoln atau George Washington yang katanya karena dia pernah memiliki budak.
    Atau terakhir sekali rekayasa penyebaran protest yang disebut juga ‘Kneel Gate’ model ‘purple revolution’ ciptaan George Soros untuk melecehkan simbol nation AS ketika dilakukan penaikan bendera dalam upacara oleh raga, “to disrespect the national anthem and American flag”.

    “Just as the ISIS terror groups destroyed Syria by blowing up mosques, stealing all the artifacts, knocking down statues, and looting the cultural centers, Soros & Company plans to do the very same through out the United States of America. There are literally hundreds of Soros-sponsored organizations whose primary goal is the destruction of American society. These quite deliberate seditious acts are a precursor to the planned Purple Revolution”.
    Purple revolution ini adalah alat utama sekarang di AS menghancurkan kultur, dengan cara merusak peninggalan budaya dan melecehkan simbol-simbol national AS.
    Bisa di google disini:
    “TradCatKnight: NWO Divide & Conquer….”

    Jadi semakin jelaslah bagi dunia taktik dan strategi kaum globalis NWO meracuni pikiran rakyat dalam satu nation, supaya saling bermusuhan walaupun satu agama. Inilah taktik brain washing dan mind control. Sudah waktunya jugalah supaya kita melancarkan serangan utama dan bermanfaat kepada pemerakarsa perpecahan dan brain washing ini, membelejeti dan menelanjangi taktik mereka, dan mengurangi saling serang antara kita. Karena saling serang antara kita adalah tujuan utama dan terpenting dari pemerakarsa divide and conquer dunia itu.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.