Salah satu ciri penebar hoax biasanya mengatakan sesuatu yang sebenarnya ‘fakta’, mereka bantah dengan mengatakan “itu hoax!”. Lalu memberikan bukti-bukti justru dengan data hoax atau memutar-balikan fakta. Seperti contoh pernyataan BIN mengenai 41 masjid BUMN yang terpapar radikalisme ini.

Harusnya hal tersebut membuat Pemerintah waspada sedini mungkin. Sangat berbahaya jika dibiarkan.

Contoh di beberapa negara Timur Tengah seperti Libya dan Suriah. Mereka telah dibuat porak poranda akibat konflik perang saudara. Dimulai dari upaya politisasi masjid oleh oknum-oknum penceramah yang provokatif bertema radikal dan intoleransi.

Kelompok tersebut menurut Gus Dur adalah “Musuh Dalam Selimut” seperti tertulis pada Kata Pengantar Editor dibuku “Ilusi Negara Islam” tahun 2009. Kelompok-kelompok garis keras ini berusaha merebut simpati umat Islam dengan jargon memperjuangkan dan membela Islam, dengan dalih tarbiyah dan amar ma’ruf nahy munkar.

Maka sebaiknya kita bekerjasama, saling mengingatkan tentang kebenaran (watawa shaubil haq) dan selalu bersabar (watawa shaubil shabr), antara Pemerintah dengan lembaga terkaitnya dan masyarakat terutama Ormas Islam yang layak serta terbukti dedikasinya dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Seperti Badan Intelijen Negara, Divisi Humas Polri, Kementerian BUMN, Kementerian Agama RI, Dewan Masjid Indonesia, Kemenko Polhukam RI, bekerjasama dengan ormas Islam mainstream; NU dan Muhammadiyah




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.