Kalau dipikir-pikir, sejak Jokowi terpilih jadi orang nomor 1 di Republik ini, kita seperti melihat sebuah cerita panjang bak Film India. Bahkan jika mau jujur, ada rangkaian panjang sambung menyambung sehingga alur cerita yang kita lihat selalu menarik. Selalu menguras emosi. Selalu membuat penasaran. Ini kira-kira sinopsisnya.

Indonesia sebelum Jokowi terpilih. Korupsi merajalela di semua sektor.

Bahkan di beberapa tempat basah seperti halnya pelabuhan hingga hasil laut dikuasai oleh para bandit, para pencoleng dan mafia. KKN juga gila-gilaan di semua lembaga negara. Tukang ngentit, tukang ngibul, tukang ngota bahkan tukang nggombal bagaikan jamur di musim hujan. Indonesia betul-betul dikuasai para maling!




Nah, ketika Jokowi terpilih, tentu kita semua masih ingat bagaimana Jokowi langsung turun ke pelabuhan. Dweling time dipersingkat. Bukan itu saja, melalui Ibu Susi, kapal mafia laut disuruh tenggelamkan. Selanjutnya Jokowi membuat gebrakan mulai Tax Amnesty, pembubaran mafia Migas hingga berkolaborasi dengan KPK agar melakukan OTT pada Kepala Daerah yang berlagak Tuan Takur.

Ada sebab tentu ada akibat. Karena lahan basah yang selama ini bisa menghasilkan uang dengan mudah, bahkan bisa nambah bini lagi. Ketika tiba-tiba gigit jari tidak bisa nggarong, tentu para pencoleng naik darah. Tuan Takur dan kroninya tentu saja geram alang kepalang.

Jurus fitnah sejak awal sudah dilakukan. Mulai fitnah tentang PKI, asal usul, hingga para Tuan Takur memanfaatkan gerombolan pengasong agama agar situasi semakin tidak kondusif. Bahkan, ketika ada golongan yang ingin mengganti ideologi negara sebagai pedoman berbangsa yaitu Pancasila, para Tuan Takur tanpa ragu-ragu memanfaatkan gerombolan tersebut agar situasi negara bila perlu terjadi chaos. Kacau.

Untung saja Jokowi sudah terlatih dan cerdas menyikapi keculasan para Tuan Takur. Strategi Tuan Takur semua dapat dimentahkan tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat. Bahkan dengan kecerdikannya, pentolan tukang bikin onar sekaligus tukang demo dibuat tapai singkong. Membusuk di negeri moyangnya. Lalu, endingnya bagaimana?




Siapa yang jadi pemenang antara Tuan Takur Vs Tokoh Utama yang betul-betul berjuang demi rakyat?

Wait and see. Jika 2019 yang menang Jokowi, berarti Bangsa Indonesia masih waras. Jika yang menang Tuan Takur, Indonesia akan kembali ke Zaman Kegelapan. Bandit, pencoleng, Pengutil dan Koruptor akan kembali menjadi raja.

Dengan berlindung diantara jubah agama, para bandit akan foya-foya.

Rela mereka berkuasa kembali?








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.