EMMY F. PURBA. KABANJAHE. Saat sibuk melakukan pencarian korban hilang warga Jandi Meriah (Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo), akhir pekan lalu [Sabtu 23/11], reporter lapangan SORA SIRULO (Pelin Depari) melihat seorang pemancing bersama seekor anak orangutan. Dalam kesibukannya melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Lau Biang itu, dia menyempatkan diri bertanya ke pemancing tentang asal asul si orangutan.

Menurut si pemancing, dia berhasil menangkapnya setelah melihat si anak orangutan saat dia sedang memancing. Lokasi tertangkapnya anak orangutan itu adalah di hutan tepi Sungai Lau Biang yang berada tidak jauh dari Desa Kutamale (Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo).




Sayangnya, akibat kesibukan melakukan pencarian itu, Pelin Depari tidak punya banyak cukup waktu untuk menanyakan lebih jauh perihal tertangkapnya anak orangutan tersebut. Dia juga tidak sempat menanyakan nama si pemancing yang menangkapnya. Diduga anak orangutan itu sendirian karena ditinggalkan oleh induknya.

Menurut staf redaksi Sora Sirulo (Salmen Sembiring) yang juga bekerja sebagai Pengendali Ekosistim Hutan di Taman Nasional Gunung Leuser Langkat, adalah sesuatu yang luar biasa ditemukannya orangutan di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung).

Salmen Sembiring saat bertugas di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh sebelum pindah tugas ke Langkat.

“Selama ini, kita tidak pernah lagi mendengar adanya orangutan di Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung). Memang Kutamale tidak begitu jauh dari perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat, tapi besar dugaan orangutan yang ditemukan di Dataran Tinggi Karo ini bukanlah penyebaran dari orangutan di Karo Hilir bagian Kabupaten Langkat,” tutur Salmen.

Salmen berharap bahwa induk orangutan bukannya telah menjadi korban perburuan sehingga si pemancing menemukan anaknya sendirian. Selanjutnya di menyarankan agar si pemancing melaporkan temuannya ke BBKSDA (Balai BesarĀ  Konservasi Sumber Daya Alam) yang berkantor di Jl. Sisingamangaraja Km. 5,5 Nomor 14, Merindal, Medan.

Slmen juga sependapat bila temuan ini merupakan tanda-tanda masih adanya orangutan di Dataran Tinggi Karo.




Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.