B. KURNIA P.P. KABANJAHE — Cerumbu (Desa Kuta Pengkih, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo) adalah sebuah dusun yang sangat jauh dari inti Kota Kabanjahe. Ke ibukota Kecamatan Mardingding saja memakan waktu yang panjang dengan jarak tempuh sepanjang 95 km. Belum lagi dari Desa Mardingding menuju Desa Cerumbu yang melewati medan sangat berat. Desa yang merupakan bagian Urung Liang Melas ini membutuhkan jalan agar terbebas dari keterisolasian.

“Jalan yang sekarang ini ditempuh dengan kendaraan gerdang 2. Jika kenderaannya bukan gerdang 2, jangan harap akan sampai di Cerumbu,” kata Camat Mardingding (Juspri Nadeak), saat menelusuri Cerumbu bersama rombongan [Senin 26/11].




Rombongan ini mendatangi Cerumbu dalam rangka menyikapi instruksi Bupati Karo kepada camat dan dinas terkait untuk mengecek ke lapangan berkenaan dengan keluhan warga tentang akses jalan.

“Jika memungkinkan anggaran daerah APBD Karo sebagian disisihkan ke Cerumbu,” kata Juspri mengutip perkataan warganya di lokasi didampingi oleh David  Girsang (Kasi Peningkatan Prasarana Jalan), Samuel Perangin-angin (Staf Peningkatan Jalan), Honest Karo Karo SPt (Kasi Perdagangan dan Permodalan Ekonomi Desa), Fhilos Gurki (Staf Kasi Perdagangan), dan Kasim Ginting (PLN cabang Tigabinanga).

Camat Mardingding (Juspri Nadeak) bersama rombongan meninjau lokasi jalan utama warga Cerumbu, Kutajulu, Kutambelin, dan Kuta Pengkih. Di perjalanan, mereka menemukan 1 kenderaan gerdang 2 yang mengalami kerusakan akibat paahnya kondisi jalan.

Bupati Karo (Terkelin Brahmana) melalui Camat Mardinding (Juspri Nadeak) mengatakan, sebagai hasil kesepakatan bersama warga terkait akses jalan yang selama ini disorot banyak kalangan dan LSM, akhirnya ditemukan solusi dan kesepakatan bersama warga.

Penanganan sementara adalah 1. Warga Cerumbu bersedia bergotongroyong mengerjakan pemasangan batu secara berkelompok dan terjadwal dikordinir Kades Kuta Pengkih tanpa upah kerja, 2. Material batu disumbangkan oleh warga Cerumbu yang di lahan pertaniannya terdapat material dimaksud (Perkiraan kebutuhan 1.000 kubik untuk jalan sepanjang 1,5 km, lebar 3 meter), 3. Mobilisasi material dari sumber ke lokasi pekerjaan dilakukan dengan kendaraan milik anggota masyarakat Cerumbu dan Kutapengkih tanpa biaya sewa (Bahan bakar ditanggung pemerintah desa), 4. Dinas PU Karo bersedia menurunkan alat berat yang bersesuaian untuk pekerjaan tersebut termasuk bahan bakar dan operatornya, dan 5. PLN Tigabinanga menyatakan sudah siap pemasangan jaringan listrik menuju kawasan pemukiman warga manakala jalan dapat dilalui.

“Laporan selengkapnya secara tertulis kami kirimkan menyusul,” urai Juspri menyakinkan warga sesuai kerinduan Bupati Karo.

Mudah mudahan dengan adanya progres  dan kerjasama warga Cerumbu dengan  Pemkab Karo, dalam waktu dekat ini semua akan dikerjakan sebab ini memang sudah  menjadi prioritas.

“Warga sangat mengharapkan perbaikan jalan segera dapat terealisasi, harap warga,” kata Juspri.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.