Laporan Wartawan Sora Sirulo (B. Kurnia P.P) dari Barusjahe (Dataran Tinggi Karo)

Ratusan warga Desa Barusjahe (Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo) tumpah ruah di depan Kantor Camat Barusjahe [Sabtu 24/11: Malam], menonton pertunjukan kesenian tradisional dari warisan budaya para leluhur yang menjadi identitas Suku Karo; yaitu Kisah Gurda Gurdi.

“Pertunjukan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Barusjahe berkolaborasi dengan Rumah Karya Indonesia (RKI) optimis dapat mengembangkan dan menjadikan seni tradisi sebagai sumber koneksitas inspirasi, kreativitas, dan pengetahuan,” ujar Brevin Tarigan SPd MSn sebagai Direktur pelaksana.




Gurda-Gurdi merupakan sebuah seni pertunjukan yang diangkat dari cerita rakyat Gundala-gundala. Perik si Gurda Gurdi (burung Gurda Gurdi) merupakan burung yang sangat dekat dengan putri Raja yang diyakini merupakan jelmaan sakti dari seorang pertapa hebat, saat ditemukan di hutan.

Bupati Karo (Terkelin Brahmana SH) yang hadir dalam pertunjukan itu mengatakan sangat salut dengan warga Barusjahe terutana dengan antusiasme mereka. Tua, muda dan anak-anak hadir menonton pertunjukan Gurda Gurdi

Terkelin Brahmana didampingi tokoh masyarakat menyaksikan pementasan seni budaya tradisional Karo, Gurda-gurdi di desa Barusjahe.

“Gurda Gurdi diperankan oleh anak-anak dengan semangat yang membara. Semoga icon seperti ini bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Kalau bisa setiap tahun icon ini dapat ditampilkan dengan kreativitas yang baru,” ujar Terkelin.

Menurut Terkelin, kepala desa bersama warga harus duduk bersama adakan mufakat dan musyawarah menghitung dana ADD yang dibutuhkan untuk icon Gurda Gurdi agar Pemkab Karo melalui Dinas Parawisata nantinya siap membantu dan memfasilitasi untuk kekurangan dananya.




“Hendaknya setiap tahun acara ini dapat dilaksanakan dan menjadi tradisi Desa Barusjahe,” ungkapnya memberi dukungan.

Hal senada dikatakan oleh Thomas Joverson Ginting. DPRD Karo juga mendukung agar setiap tahun event seperti ini dijadwalkan untuk memperingati sejarah budaya Karo masa  lalu. Cerita tadi mengangkat sisi lain dari Perik Si Gurda Gurdi dengan pengorbanan dan kesetiaan yang tak ternilai terhadap putri.

“Terkait pembiayaan dana untuk pementasan Gurda-gurdi setiap tahun, kami DPRD Karo siap berkolaborasi dengan Pemda Karo, khususnya Dinas Pariwisata untuk menampung anggaran jika dana pengelolaan di desa tidak memadai,” ucap Thomas meyakinkan.

Bupati Karo (Terkelin Brahmana) bersama Thomas Joverson Ginting yang anggota DPRD Karo disaksikan Danramil Barus Jahe, Kapten Inf K.Ginting, Kapolsek Barusjahe, direktur kegiatan Brevin Tarigan, Kepala Desa Barusjahe, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat Barusjahe, memberikan secara simbolis Sertifikat kepada perwakilan dua orang anak yang telah berhasil menampilkan tarian Gurda Gurdi yang diiringi dengan musik tradisional.








Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.