Oleh: Freddy Sinurat (Medan)

 

Menurut Oil World Statistic 2017, luas perkebunan minyak nabati di seluruh dunia, total: 277 juta hektar, menghasilkan minyak nabati: 199 juta ton. Minyak nabati yang paling banyak menggunakan lahan adalah minyak kedela;, seluas 122 juta hektar, dengan produksi 45,8 juta ton minyak kedelai, atau setara dengan 0,4 ton minyak kedelai yang dihasilkan dari setiap hektar kebun.

Di tempat ke dua adalah minyak rapa (rapeseed) yang menggunakan lahan seluas 36 juta hektar untuk menghasilkan 25,8 juta ton minyak, setara dengan 0,7 ton minyak rapa yang dihasilkan dari setiap hektar kebun.




Di posisi ke tiga, bunga matahari, menggunakan lahan seluas 25 juta hektar, dengan produksi minyak nabati 15,9 juta ton, setara dengan 0,6 ton minyak biji bunga matahari yang dihasilkan dari setiap hektar kebun.

Kelapa sawit berada pada urutan ke empat, dengan luas lahan yang ditanami hanya 16 juta hektar, namun mampu menghasilkan 65 juta ton minyak nabati atau setara dengan 4 ton minyak sawit yang dihasilkan dari setiap hektar kebun.

Jadi, kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang paling produktif.

Selain unggul dalam produktivitas kelapa sawit juga memiliki keunggulan fungsi yang setara dengan hutan sekunder karena kemampuannya menyerap CO2 dan memproduksi O2. Kacang kedelai, rapa dan bunga matahari tidak memiliki fungsi ini, karena tergolong tanaman semak.

Foto di bawah ini adalah foto perkebunan kedelai, rapa, bunga matahari dan zaitun di Amerika dan Eropa. Kalau Amerika dan Eropa benar-benar peduli dengan kelestarian bumi, mengapa mereka tidak mulai saja dengan menghutankan kembali areal-areal, lahan-lahan, yang sekarang menjadi perkebunan kedelai, rapa, bunga matahari dan zaitun? Toh kebutuhan minyak nabati dunia bisa dipenuhi dari sawit yang sangat produktif?

Mengapa Indonesia yang selalu dituntut dan dipaksa untuk mempertahankan hutan demi kelangsungan kesejahteraan mereka yang hidup dengan standar yang sangat tinggi dibanding orang Indonesia?




Amerika dan Eropa bisa lebih efektif menyelamatkan bumi dengan mengubah ladang-ladang dan perkebunan mereka menjadi hutan. Kita mendukung sepenuhnya.

Mari kita doakan juga agar kebakaran hutan di Amerika yang sudah berlangsung cukup lama bisa segera dipadamkan dan mereka tidak menanami lahannya dengan kedelai atau jagung melainkan menghutankannya kembali.

Siapa yang bersedia membuatkan petisinya untuk ditandatangani beramai-ramai dan dikirimkan ke Parlemen Uni Eropa dan Kongres Amerika?

Salam Hormat





Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.