Credit: Orb Media Photo Identification: Joko Tri Harmanto, Solo, Central Java, Indonesia Extended Caption: Joko Tri Harmanto helped build the bomb that killed 202 people in Bali in 2002. He has since rejected violence, except in self-defense. Today, he is helping deter others, including his neighbor, Wasiran, from joining violent groups.

RANDALL LAZUARY. WASHINGTON — Laporan Orb Media Inc. yang baru dan analisis data memaparkan kenaikan jumlah negara yang terimbas terorisme, lonjakan sikap publik yang menerima kekerasan dengan sasaran warga. Namun, pengetahuan mumpuni tentang cara mencegah orang-orang terlibat terorisme, masih agak terbatas.

Triliunan dolar AS telah habis untuk upaya kontraterorisme sejak 2001, tetapi kita masih kurang memahami alasan di balik keinginan seseorang menjadi teroris.




Penelitian terbaru ini menunjukkan hubungan individu dan lingkaran sosial dapat menjadi faktor utama dalam menarik dan mencegah orang bergabung dengan organisasi yang sarat kekerasan. Berbagai pendanaan dan program untuk memahami “jalur menuju terorisme” masih terbatas dan sebagian besar bersifat lokal. Orb Media menelaah program-program di Jerman dan Indonesia guna memahami kiprah sejumlah organisasi “di lapangan”.

Berdasarkan data dan definisi dari START, University of Maryland, Orb Media menyimpulkan terjadinya lonjakan sikap publik yang menerima kekerasan dengan sasaran warga di seluruh dunia.

Lebih lanjut, meski jumlah teroris masih sangat sedikit, efek politis, psikologis, dan ekonomi yang ditimbulkan terbilang monumental. Proporsi populasi dunia yang sangat cemas menghadapi terorisme, tetap tinggi sejak serangan 11 September AS, yakni sebanyak 65-85% dalam 5 tahun terakhir.




Orb Media dengan bangga bermitra dengan para anggota Orb Media Network (OMN), sekelompok media penentu agenda publik global yang berkolaborasi untuk menerbitkan berbagai kisah secara berbarengan. Kisah-kisah itu memicu dialog global tentang isu-isu penting, berfokus menarik perhatian pemerintah, industri, peneliti, masyarakat sipil dan masyarakat.

Sejumlah anggota OMN:  CBC (Kanada), Channels (Nigeria), Dhaka Tribune (Bangladesh), Folha de São Paolo (Brazil), SVT (Swedia), Tempo Media Group (Indonesia), The Hindu (India), Die Zeit (Jerman), BBC (Inggris), Cadena SER-Prisa (Spanyol), YLE (Finlandia), El Comercio (Perú),  El País (Uruguay), Mail & Guardian (Afrika Selatan), El Tiempo (Kolombia), La Nación (Argentina), eNCA (Afrika Selatan), South China Morning Post (Tiongkok), Louisville Public Media (Amerika Serikat).

Tentang Orb Media
Orb Media adalah lembaga jurnalisme nirlaba yang melaporkan berbagai isu yang penting bagi miliaran orang di seluruh penjuru dunia. Menggabungkan karya penelitian asli, analisis data, reportase langsung dan partisipasi publik, Orb Media menerbitkan berbagai artikel yang menentukan isu-isu publik tentang berbagai tantangan yang dihadapi bersama sebagai satu dunia. orbmedia.org/fightingblind.




1 COMMENT

  1. Bahwa terorisme termasuk salah satu alat NWO untuk membohongi publik buatan deep state AS, agaknya sudah tidak perlu lagi di’utak-atik’ . . . sudah begitu jelas dan sudah semakin luas publik yang memahami.
    Baca atau google disini:

    ” Terrorism is “Made in the USA”. The “Global War on Terrorism” is a Fabrication, A Big Lie”

    Prof Choosudovsky mengatakan terrorism ‘made ini USA’ ketika era Obama. Di Era Trump, terorisme tidak lagi bersemarak seperti jaman Obama, entah dimana sekarang fabriknya, hijrah bersama Obama. Pengetahuan publik dunia yang semakin mendalam soal terorisme telah membikin terorisme jadi obsolete.

    Pengetahuan menentukan perkembangan soal-soal penting dunia, termasuk terorisme yang merupakan bagian dari globalisme NWO. Dan PENGETAHUAN sekarang mengalir bebas dan cepat di era internet, DARI SEMUA UNTUK SEMUA (disini termasuk ahli-ahli internasional dan investigator kawakan). Tiga buah pengetahuan penting sekarang yang menentukan perkembangan yaitu:

    1. Pengetahuan tentang Fed pencetak dolar.
    2. Pengetahuan tentang sejarah (dunia dan terutama AS).
    3. Pengetahuan tentang perang (war).

    Tiga pengetahuan ini bisa didapatkan di internet. Tiga pengetahuan ini telah atau akan mengakhiri sejarah NWO termasuk tentu ‘terorismenya’. Juga bakal mengakhiri riwayat MSMnya, yang mana juga sudah terlihat gejala-gejalanya. Ini bisa baca semua di internet.

    Untuk mengetahui info yang dibaca itu benar atau tidak, hoax atau bukan, bisa dinilai sendiri: pro globalism menentang nasionalism, atau banci dan berusaha netral yang juga berarti pro globalis karena orang-orang globalis inilah yang bisa berpura-pura netral, menyesatkan (mind control atau brainwashing). Pejuang nasional tidak perlu banci atau berpura-pura.
    Kalau masih ada berita atau informasi soal terorisme yang menyimpang dari pernyataan ilmiah prof Chossudovsky, itu perlu dicurigai memihak siapa info itu. Hanya ada dua macam info/pengetahuan sekarang jika menyangkut soal-soal penting dunia yaitu: memihak deep state NWO atau memihak perjuangan nasional bangsa-bangsa dunia. Di AS memihak deep state NWO atau memihak nasionalis Trump. Karena kontradiksi utama di AS sekarang ialah antara deep state NWO Kontra nasionalis Trump.

    Di Indonesia juga sekarang gampang menilai berita/info. Menentang nasionalis Jokowi atau memihaknya, yang berarti memihak perjuangan nasional bangsa-bangsa dunia. Ini juga berarti bahwa ada dua pilihan: pro perjuangan nasional atau menentang perjuangan nasional bangsa-bangsa dunia. Ini tergambar dalam KONTRADIKSI UTAMA dunia sekarang yaitu: perjuangan global NWO menentang nation-nation dunia dalam mempertahankan kepentingan dan kebebasan nasionalnya. Karena itu di Indonesia perlu dapat perhatian sekarang soal keberpihakan ini dalam pilpres 2019, karena berlaku politik adu-domba divide and conquer dari pihak NWO.
    Sasaran kita ke NWO, bukan ke teman sebangsa. NWO berusaha keras supaya kita menyasar kawan sebangsa sendiri. Dan mereka (NWO) bebas dari sasaran. Disinilah perlunya PENGETAHUAN itu. Disinilah perlunya PENCERAHAN. Pencerahan butuh pengetahuan!!!

    Di Eropah terlihat jelas aliran perkembangan sejarah ini. Partai-partai nasionalis berkembang pesat. Dengarkan perkembangan brexit Theresia May misalnya. Ditiap negeri Eropah terlihat kristalisasi partai-partai di tiap negara eropah. Partai-partai globalis (sosialis, demokrat, liberal, partai buruh) sedang meronta-ronta, karena terjadi pengkristalan anggota-anggotanya yang secara ‘alamiah’ mengikuti perkembangan (sejarah) dan sebaliknya partai-partai nasionalis terlihat pasti perkembangannya.

    Kadang-kadang kita jadi tertawa merasa ‘lucu’ bagaimana pemimpin-pemimpin partai-partai globalis ini berkelakuan dan berargumentasi melawan arus sejarah itu he he he. . . . Mereka sudah sadar arah dan arusnya, tetapi dalam kata-kata dan kelakuannya tetap menentang. Inilah yang dinamakan COGNITIVE DISSONANCE, istilah yang jadi populer di era informasi yang gesit dan cepat ini. Fisiknya menentang mentalnya, atau mentalnya terbagi dua he he . . . Atau lebih tepat mungkin pakai istilah ‘psychological stress’, karena telihat sekali memang orang-orang ini sangat sress, ditekan aliran sejarah.

    Tetapi bagi yang melihat aliran sejarah dan melihat orang-orang ini, terpaksa ketawa. Tertawa, menonton orang-orang yang sedang meronta digilas roda sejarah . . . uh. Tontonan LUAR BIASA.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.