Belanja di Alfamidi, Sepeda Motor Wartawan Waspada Dimaling

0
77

JEBTA B. SITEPU. MEDAN — Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di parkiran minimarket Alfamidi. Pemilik sepeda motor Honda Beat BK4787AHN (Rama Andriawan) yang merupakan wartawan Waspada kehilangan sepeda motornya saat berbelanja di Alfamidi Setiabudi 3, Jl. Setiabudi, Simpang Kompleks Kejaksaan (Medan Tuntungan) [Sabtu 1/12: Malam].

Saat itu, korban hendak berbelanja susu dan keperluan lain sekira pukul 19:30 WIB.




Sebelum masuk ke Alfamidi, ia memastikan mengunci stang motornya. Namun, selesai melakukan pembayaran di kasir, korban terkejut saat ke luar melihat di parkiran sepeda motornya, hanya tertinggal helm.

“Cuma 5 menit saja di dalam (Alfamidi). Tiba-tiba di parkiran sudah tidak ada lagi motornya,” ucap korban saat ditemui di lokasi kejadian.

Untuk memastikan lebih lanjut, korban kemudian, menemui karyawan Alfamidi meminta agar dibukakan rekaman CCTV yang ada di area parkiran. Namun para karyawan berdalih, kamera CCTV sedang rusak dan rekaman tidak tersimpan. Bahkan, kata korban, dari penuturan karyawan Alfamidi, kejadian ini bukan pertama kalinya. Di bulan September kemarin, sepedamotor karyawan Alfamidi sendiri, juga hilang di tempat itu.

“Ini kata mereka sudah kedua kalinya. Dulu motor karyawannya sendiri hilang. Alasannya sama juga, CCTV tidak bisa merekam,” ujar korban.




Dikatakan oleh korban, tidak lama berselang, karyawan Alfamidi menyuruhnya berbicara lewat sambungan handphone dengan Pengawas Alfamidi Unit Setiabudi yang mengaku bernama Dedek.

“Saya bilang ke dia (Dedek), saya butuh rekaman CCTV, untuk keperluan laporan ke polisi. Tetapi, dia bilang CCTV memang rusak,” pungkas korban.

Bahkan, lanjut korban, dengan entengnya Dedek menjawab, bahwa kehilangan sepedamotor bukanlah tanggungjawab mereka dan sudah jelas peraturannya.

“Itu bukan urusan kami. Kalau sudah hilang mau gimana lagi kita buat. Itu memang rusak CCTV nya,” kata korban menirukan ucapan Dedek.

Korban kemudian menjelaskan, kejadian yang sama juga sudah pernah terjadi di parkiran Alfamidi tersebut yang dialami karyawannya sendiri. Sudah seharusnya menjadi perhatian manajemen Alfamidi. Namun, Dedek tetap mengelak tak mau disalahkan, tetap berdalih sudah begitu aturannya.

“Saya tahu itu. saya bukan mau ganti sepeda motornya. Yang saya tanya, CCTV itu tanggungjawab siapa? Untuk apa dipasang kalau memang rusak. Seharusnya ini kan bisa membantu. Apalagi Alfamidinya buka 24 jam,” tandas korban.

Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Delitua. Kapolsek Delitua Kompol B Malau langsung merespon cepat dan menerjunkan anggotanya untuk mengecek ke lokasi kejadian. Petugas Unit Resrkim Polsek Delitua (Natal Sitorus dan Darwin Manullang) yang tiba di lokasi kejadian kemudian menemui korban, dan karyawan Alfamidi. Petugas polisi kemudian menanyai para karyawan perihal rekaman CCTV.

“Inikan CCTV nya live. Coba pastikan dulu. Ini sepeda motor konsumen yang sedang berbelanja, lo? Kalau motor kalian yang hilang gimana lagi? Jangan saling lempar sana lempar sinilah. Pastikan dulu tersimpan gak rekamannya, ” ujar Natal kepada 3 karyawan yang saling berargumen soal rekaman CCTV tersebut.

Untuk memastikannya, petugas polisi kemudian mengecek ruangan CCTV di lantai 2 gedung Alfamidi. Namun, hampir setengah jam lamanya, rekaman CCTV memang tidak bisa dibuka dan harus menunggu bagian IT dari Alfamidi.




“Kalau memang bisa dibuka rekamannya malam ini juga kabari. Kalau belum juga bisa, kabari juga,” kata Natal kepada karyawan Alfamidi.

Sementara itu, sejumlah konsumen yang berbelanja di Alfamidi Setaibudi 3, menyesalkan kejadian itu. Sebab aneh, bila minimarket yang buka 24 jam, tidak dilengkapi dengan CCTV dan terkesan remeh dengan konsumen.

“Aneh aja, orang jadi takut belanja di sini. Kalau mereka main lepas tanggung jawab gitu aja. Kalau Alfamidinya yang kemalingan, apa bukti laporannya nanti ke polisi? Takutnya, mereka udah ada main mata dengan malingnya,” ujar konsumen yang tak ingin disebut identitasnya.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.