B. KURNIA P.P. MEDAN — Bupati Karo (Terkelin Brahmana SH) didampingi Ir Nasib Sianturi MSi mengikuti acara Rapat Koordinasi Pemerintahan Daerah (Rakorpemda) dan Arah Pembangunan Provinsi Sumatera Utara tahun 2018. Acara ini diselenggarakan di Aula Raja Inal, Lantai II  Kantor Gubsu, Medan [Selasa 4/12: 16.30 wib]. Terkait dengan Rakor ini, menurut Terkelin, permasalahan pembangunan adalah perbedaan pencapaian antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan yang direncanakan.

“Perumusan Permasalahan Pembangunan Daerah adalah mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan/ kegagalan kinerja Pembangunan Daerah di masa lalu untuk dijadikan dasar pijakan pembangunan,” ucap Terkelin mengutip materi Rakor yang dibuka oleh Gubsu (Edy Rahmayadi).




Ada beberapa  permasalahan pokok pembangunan di Sumut yang akan dirasakan oleh Kabupaten Karo, yakni; 1. Peningkatan reformasi birokrasi, 2. tata kelola pemerintahan, 3. penegakan hukum dan pencegahan korupsi, 4. ketimpangan wilayah dan pendapatan, 5. kemiskinan dan pengangguran, 6. keterbatasan kemampuan pembiayaan  pembangunan, 7. kualitas pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan kawasan pemukiman, 8. pengelolaan sumber daya alam, dan 9. infrastruktur wilayah.

Sesuai visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provsu tahun 2018 – 2023, yang digaungkan oleh Gubsu, Pemkab Karo mendukung upaya mewujudkan masyarakat Sumut yang bermartabat dalam kehidupan, bermartabat dalam politik, bermartabat dalam pendidikan, bermartabat dalam pergaulan dan bermartabat dalam lingkungan.

Semua ini, tidak terlepas dari adanya Pengembangan Agropolitan Sumut, dimana Kecamatan Merek termasuk yang dikembangkan oleh Provsu untuk sentra produksi kawasan agropolitan dataran tinggi yang tersebar di 9 kabupaten/ kota. Demikian juga dalam sektor pariwisata untuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) prioritas Danau Toba, terkait percepatan infrastruktur, transportasi, listrik dan air bersih.

Kabupaten-kabupaten lain yang termasuk di dalamnya adalah Dairi, Humbahas, Samosir, Taput, Tobasa, dan Simalungun. Ke depan, setiap program pembangunan yang dilakukan oleh Provsu di Kabupaten Karo akan didukung sebagai pengembangan Provinsi Sumatera Utara menuju daerah “agraris” dengan prinsip kerja “Membangun Desa Menata Kota”.

Rumah tradisional Suku Karo di Desa Dokan (Kecamatan Merek, Kabupaten Karo)

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Wagubsu Musa Rajekshah dan Dr Ir Hj R Sabrina. Para peserta adalah Bupati Taput, Wakil Bupati Asahan, Walikota Tebing Tinggi, Walikota Binjai, Walikota Tanjungbalai, Walikota Padang Sidempuan, Bupati Labura, Walikota Pematang Siantar, Bupati Batubara, Bupati Toba Samosir, Plt. Bupati Labuhan Batu, Bupati Tapsel, Bupati Nias Utara, Bupati Deli Serdang, Bupati Nias Selatan, Wakil Bupati Dairi, Bupati Madina, Walikota Medan, Walikota Gunung Sitoli, Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Bupati Samosir, Bupati Sergai, Wakil Bupati Tapanuli tengah, Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Walikota Sibolga, Wakil Bupati Paluta dan para SKPD lingkungan Provsu.




Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.