Puisi: PENJUAL LUBANG JALANAN

0
339

Oleh: Boen Syafi’i

Boen Safi'i

Senyum mengembang, meski hati terkekang

Di dalam suka tersimpan perasaan yang sedih tak terhingga

Dan di dalam dukanya tersimpanlah perasaan bahagia

Dia abaikan nurani

Dan dia abaikan logika

Berjuang demi keluarga, meskipun menjual raga

Rokok di tangan, sebagai tanda dirinya menunggu pelanggan

Bedak memutih untuk menutupi hatinya yang kelam

Namun, terkadang engkau selalu disalah-salahkan

Padahal, semua itu karena polah si hidung belang

Tangisan dan keperihan hatimu, tidak pernah engkau pedulikan

Karena semua untuk satu tujuan

Yakni, agar kelak anak-anakmu bisa hidup mapan

Dan tidak mengikuti jejakmu menjadi kupu-kupu malam

Namun, sayangnya, kini kau menangis menjadi-jadi

Karena ada yang bisa menjual hingga 80 juta

Sedangkan dirimu, dari dulu kok hanya 25 ribu saja

Itupun jika tidak ditawar setengahnya

Kisah penjual lubang jalanan, yang kalah harga dengan si artis layar kaca

Woalah nasibmu, Yu …. Yu …

Salam Jemblem..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.