Kolom Juara R. Ginting: JOKOWI MERUNTUHKAN LEGITIMASI FORMAL

0
250

Juara R. Ginting 5Sejarah mencatat, Jerman terjebak hujan salju saat menyerang Rusia. Peristiwa ini menjadi inspirasi penting bagi laskar rakyat Karo saat menyerukan kepada semua warga Karo dari Karo Hilir (Karo Jahe) hingga Dataran Tinggi Karo (Karo Gugung) untuk mengungsi saat tentara Belanda (NICA) hendak menaklukkan seluruh wilayah Sumatera Timur (1949). Para laskar membakari rumah-rumah yang telah mereka tinggalkan sehingga peristiwa itu dikenang dengan Bumi Hangus.

Tentara Belanda mendapati kampung-kampung Karo telah rata dengan tanah, sedangkan warganya menyembunyikan diri di hutan-hutan. Bahkan pengungsian sampai ke Tanah Alas (Aceh Tenggara).

Sejarah itu berulang lagi kemarin [Sabtu 12/1] di Gelora Bung Karno (GBK). Memang bentuknya sangat ….. sangat berbeda, tapi spiritnya sangat …… sangat sama.

Selama ini, pengerahan massa yang melibatkan perguruan tinggi sangat didominasi oleh para mahasiswa yang umumnya digerakkan pula oleh para pengurus organisasi mahasiswa. Bukan rahasia lagi, banyak perguruan tinggi di Indonesia sekarang ini terutama yang di Pulau Jawa, organisasi mahasiswanya telah didominasi oleh para mahasiswa yang haluannya dalam Pilpres 2019 ini bukan yang mendukung Jokowi.

Memang, kalau ditotal keseluruhannya, besar kemungkinan kebanyakan mahasiswa mendukung Jokowi menjadi Presiden RI di Pilpres 2019 ini. Akan tetapi, organisasi mahasiswanya dapat diramalkan cenderung mendukung Capres lain.

Sebelum mereka melakukan sebuah pergerakan yang dapat merugikan pihak Jokowi untuk memenangkan Pilpres ini, deklarasi alumni perguruan-perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang kemarin itu sudah duluan “mengepung” organisasi formal mahasiswa.

Bisa saja mereka melakukan pergerakan setelah ini. Tapi, legitimasi mereka (secara psikologis) telah duluan diruntuhkan oleh berkumpulnya sekitar 10 ribu (menurut perhitungan wartawan) para alumni perguruan tinggi untuk mendukung Jokowi di Pilpress 2010 ini.

Bagaikan terjebak di hujan salju Rusia, maju kena mundur kena, mereka sudah dibuat tak berkutik. Bagaikan tentara NICA mendapati kampung-kampung Karo yang kosong, mereka gemetaran tatkala mentari perlahan menghilang di balik punggung Gunung Sinabung; para gerilyawan bernama Barisan Harimau Liar (BHL), Pasukan Halilintar, dan TNI Resimen IV mulai mengintai dari balik semak-semak.

Sebuah peristiwa bersejarah, baru kali ini, alumni mengambil alih dari mahasiswa sebuah pergerakan nasional dari perguruan tinggi. The Turning Point sudah menggelora.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.