Pertemuan Pimpinan Kawasan Danau Toba dengan Menko Maritim di Laguboti

1
130

Ajak belajar ke Andhra Pradesh (India) terkait ZBNF

       Camat Merek akan sosialisasikan kesepakatan pelestarian lingkungan Danau Toba

B. Kurni P.P.B. KURNIA P.P. Bupati Karo (Terkelin Brahmana SH)  mengikuti acara Rapat Kordinasi (Rakor)  terkait pembahasan  isu lingkungan Kawasan Parawisata Danau Toba, bertempat di Institut Teknologi DeL Pintubosi Laguboti Tobasa [Sabtu 12/1]. Kemenko Maritim (Luhut Binsar Panjaitan) bertindak sebagai Ketua Rakor.

Ada 3 poin Agenda Isu Lingkungan di Kawasan Danau Toba yang dibahas oleh para peserta: 1. Kualitas air, 2. Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) dan Penandatanganan Kesepakatan, 3. Penanaman pohon dan ilegal logging.

Demikian disampaikan oleh Terkelin Brahmana di sela-sela berkoordinasi sebelum rapat dimulai bersama Danrem 023/KS (Kolonel Inf Tri Saktiyono), Dandim 0205 /TK (Letkol Inf Rizal Taufik SE), Kepala Bappeda (Ir Nasib Sianturi MSi), Camat Merek (Tomi Heriko Sidabutar).

danau toba 11

Diungkapkan oleh Terkelin, khusus bagi  warga yang tinggal di seputaran Tongging (Kecamatan Merek) yan merupakan destinasi wisata Danau Toba, hendaknya memahami dan mengetahui sudah ada Regulasi/ Kebijakan yang mengatur kualitas air dan KJA. Kebijaksanaan ini tertuang dalam  Penetapan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Nasional dengan pertimbangan konservasi dan kelestarian lingkungan hidup. Ditetapkan kualitas air Danau Toba sebagai kelas I dengan peruntukan bajn baku air minum berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2009.

Selain itu, sambung Terkelin, ada pesan Luhut Panjaitan kepada para Bupati untuk mengajak mendisplinkan rakyat kita.

“Ayo, ajak warga menjaga kebersihan. Masih  ada sekitar Danau Toba yang lingkungannya sangat Jorok. Ini harus kita tanamkan dari Pemda agar peduli. Merapikan yang jorok adalah kunci utama kebersihan agar sekawasan Danau Toba terwujud sesuai harapan kita semua sebagai kawasan strategis,” Ujar Terkelin Brahmana mengutip penyampaian Menko Maritim.

Usai rakor, disepakati bersama Kemenko Maritim, Gubsu, Pangdam I/BB, dan 8 Kepala Daerah sekawasan Danau Toba  untuk mendukung pelestarian kawasan  lingkungan Danau Toba.

danau toba 3

Isi kesepakatan

1. Satu, Mengurangi dan /atau menghentikan kegiatan budidaya ikan melalui Keramba Jaring Apung sesuai Keputusan Gubernur Nomor : 188.44/213/KPTS/2017 tentang penetapan daya dukung dan daya tampung perairan Danau Toba sesuai riset ilmiah LIPI

2. Menghentikan penebangan hutan di kawasan hutan lindung.

3. Menghentikan pembuangan limbah langsung ke badan air Danau Toba

4. Melakukan penanganan sampah yang komprehensif.

Di sela sela penandatanganan, Kemenkomaritim Luhut Binsar Panjaitan menyuruh Bupati Karo  ke Andhra Pradesh (India) untuk meninjau Zero Budget Natural Farming (ZBNF) dan pemanfaatan bio mass pertanian untuk energi. Kabupaten Karo diharapkan bisa menjadi pilot project di Indonesia.

danau toba
Bupati Karo (Terkelin Brahmana) saat bincang-bincang dengan Menko Maritim (Luhut Panjaitan), Pangdam I/BB dan tim ahli.

“ZBNF menciptakan kembali ekosistem tanpa input eksternal, seperti pupuk kimia atau pestisida. Ini menghilangkan kebutuhan air dan tenaga kerja, sehingga membuat pertanian berkelanjutan secara ekonomi dan ekologis. Produksinya bebas racun karena tanahnya bebas dari pestisida atau pupuk anorganik, menguntungkan petani dan konsumen. Akan lebih laku dijual dan diekspor,” ungkap Terkelin.

Satu sisi, untuk Kabupaten Karo sangat cocok untuk belajar ke India. Hampir merata  tanah Kabupaten Karo sudah rusak. Belajar ke India agar bisa bisa mencontohnya dari Andhra Pradesh, India, bagaimana cara sistem mengembalikan perbaikan tanahnya. Ini alasan  uhut menyuruh Pemda Karo lakukan studi banding ke sana.

Sementara Camat Merek (Tomy Heriko Sidabutar) selaku pamong di wilayah Tongging mengatakan akan mendukung isi kesepakatan tersebut.

“Saya akan mensosialisasikannya ke daerah sekitar Tongging untuk diketahui masyarakat dan meminta pengertian mereka agar peduli juga kebersihan,” ujar Tomy singkat.

Hadir dalam acara ini Pangdam I/BB (Mayjen TNI MS Fadhilah), Wagubsu (Musa Rajeksah), para bupati, para Danrem, para Ketua DPRD, Para Dandim, dan  para Kapolres dari 8 Lawasan Danau Toba, dan Deputi Kemenko Maritim.

1 COMMENT

  1. “Di sela sela penandatanganan, Kemenkomaritim Luhut Binsar Panjaitan menyuruh Bupati Karo ke Andhra Pradesh (India) untuk meninjau Zero Budget Natural Farming (ZBNF) dan pemanfaatan bio mass pertanian untuk energi. Kabupaten Karo diharapkan bisa menjadi pilot project di Indonesia.” Dengan mentrapkan ZBNF, tanah-tanah pertanian di kab Karo pastilah bisa menjadi subur kembali seperti tanah-tanah alamiah semula sebelum adanya pengaruh buruk bahan-bahan kimia dari luar.
    Menko Luhut mengenal dan mengerti kab Karo sebagai daerah penting pertanian nasional negeri ini dan terutama penting dalam meningkatkan perubahan dan perkembangan daerah Sumut sendiri. Karena itu sunguh tepat sekali anjurannya atau instruksinya supaya kab Karo konkretnya Bupatinya supaya secepatnya bisa belajar ZBNF (Zero Budget Natural Farming) di Andhra Pradesh India itu.

    Bupati Terkelin tentu bisa segera mempersiapkan tim pertaniannya dalam rangka pembelajaran ZBNF secara serius. Semua ini tentu dengan harapan, nantinya bisa langsung mempraktekkan dan memanfaatkan pengetahuan itu di lapangan di Tanah Karo. Ini memang penting dan serius mengingat situasi tanah pertanian di Karo yang sudah dalam perjalanan menuju puncak kegersangan dan perusakannya yang sangat mengerikan, sebagai akibat penanganan yang bertentangan dengan kondisi natural tanah pertanian yang tadinya sangat subur alamiah. Atau dengan ucapan Bupati Terkelin sendiri, “Hampir merata tanah Kabupaten Karo sudah rusak.”

    Mari Pak Bupati, segera laksanakan instruksi Pak Menko Luhut itu. Dengan begitu betul-betul memang “Kabupaten Karo diharapkan bisa menjadi pilot project di Indonesia.” Wow, jika ini bisa segera terwujud, Tanah Karo akan jadi tumpuan pembelajaran pembaruan dalam mengolah dan mengelola tanah-tanah pertanian seluruh Indonesia yang memang adalah negeri agraria. Pembelajaran ini akan bermanfaat bagi perubahan dan perkembangan struktur pertanian seluruh Indonesia!

    Danau Toba yang indah dan luas, daerah udara sejuk dan pemandangan indah Tanah Karo dan gunung-gungungnya, sumber-sumber mata air panasnya, serta hasil pertaniannya yang sudah sangat terkenal seperti jeruknya (dikenal sebagai jeruk Medan di Jawa), bunga-bungaan yang begitu indah dan beragam di daerah Berastagi, penduduknya yang ramah dan santun menghadapi semua turis pendatang dalam negeri maupun mancanegara, semua ini adalah modal utama bagi peningkatan perkembangan industri turisme di Sumut, dan khususnya daerah Danau Toba dan Tanah Karo.

    Kedatangan menko maritim Luhut ke Laguboti Tobasa dalam rangka Rakor lingkungan sekitar Danau Toba kali ini sangat penting dan tepat waktunya karena sudah semakin kotor dan jorok saja lingkungannya di daerah danau itu. Ini ada permulaan dari atas, seterusnya harus ada gerakan dari bawah, rakyat ikut aktif membersihkan, jangan hanya mengotori. Itulah yang diharapkan menko Luhut bikin Rakor, supaya semua kepala daerah sekitar danau indah itu segera ambil tanggung jawab menggerakkan penduduk sekitar danau ikut merawat dan membersihkan lingkungan yang sudah semakin jorok itu.

    Saya pernah melihat suasana danau sekitar Tongging, airnya jadi kotor dan bau busuk karena jaring-jaring ikan. Terkadang saya terpikir juga apakah ada orang (turis) datang ke Singapura yang terkenal bersih itu, sekiranya kota itu kotor seperti tumpukan sampah di Berastagi, jaringan ikan keramba Danau Toba, tumpukan sampah-sampah sekitar pantai Danau Toba? Tentu turis ke kota Singa itu drastis akan menyusut dan akhirnya hilang sama sekali. Atau turisnya hanya yang ingin melihat dan mencium bau sampah, uh!

    Ayo semua kepala daerah sekitar danau indah, bersihkan dirimu dengan membersihkan semua sampah dan kotoran sekitar Danau Toba.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.