Kolom Asaaro Lahagu: BAK HALILINTAR! (Gatot Nurmantyo Marah dan Cabut Dukungan Kepada Prabowo-Sandi)

0
350

Asaaro LahaguJenderal Gatot Nurmantyo protes. Tanpa ijin, foto dirinya yang berpakaian militer dicatut oleh Tim Prabowo-Sandi. Pencatutan foto itu jelas membuat Gatot marah besar. Kubu Prabowo-Sandi seenak jidat dan tanpa permisi menampangkan fotonya di baliho Kubu Prabowo-Sandi.

“Saya minta foto itu diturunkan,” tegas Gatot. “Saya tidak tahu tentang foto itu. Mohon diturunkan,” ucap Gatot marah di Twitter.

Respon kubu Prabowo pun tertunduk malu bagai tikus dikejar kucing di pojok ruangan. “Kami akan menindaklanjuti dengan menurunkan foto Pak Gatot,” demikian respon Kubu Prabowo.

Oleh karena malu, kubu Prabowopun mencoba mencari-cari jawaban atas pencatutan foto Gatot itu. “Ada anggota yang ngefans Pak Gatot,” kilah Kubu Prabowo-Sandi. Lalu apa kira-kira respon Gatot? “Ngefans nenek, lhu,” mungkin demikian.

halilintar 3

Respon Jenderal Gatot yang menolak gambarnya dicatut dan meminta diturunkan, jelas memukul mental Kubu Prabowo-Sandi. Mengapa? Tak seperti yang mereka bayangkan. Mereka kira Gatot adalah pendukung Prabowo-Sandi. Ternyata tidaklah demikian.

Gatot sama sekali tidak mendukung Prabowo-Sandi. Jika dia mendukung Prabowo-Sandi, Gatot pasti diam saja saat fotonya dicatut. Namun, Gatot marah dan meminta fotonya diturunkan oleh Kubu Prabowo-Sandi itu.

Pertanyaannya adalah mengapa Gatot Nurmantyo tidak mendukung Prabowo-Sandi? Jawabannya adalah kecewa. Gatot kecewa karena ia tidak dilirik oleh Prabowo menjadi cawapresnya. Padahal Gatot sudah memberi sinyal-sinyal kuat bahwa ia sangat siap menjadi Cawapres Prabowo. Apalagi kalau dia dimajukan sebagai Capres, maka Gatot 100% siap.

Keinginan Gatot untuk menjadi Capres atau Cawapres sudah jauh-jauh hari dinyatakannya. Namun, ia akhinya terkesan merapat ke Kubu Prabowo karena ia sudah kehilangan kepercayaan di Kubu Jokowi. Saat menjadi Panglima, Gatot terlanjur tergoda untuk bermain di dua kaki.

Harapan Gatot merapat ke Kubu Prabowo adalah ingin dipilih menjadi Capres atau Cawapres. Jika Prabowo tidak memilihnya sebagai Capres atau Cawapres, minimal ia dipilih sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) kampanye Prabowo-Sandi. Sinyal-sinyal kesiapan Gatot untuk menjadi ketua sudah dialirkan kepada Prabowo. Namun, apa hasilnya? Gatot sama sekali tidak dilirik.

Tertendang keluar, akhirnya Gatot memilih tiarap. Ia meniru Moeldoko dengan lebih banyak menahan diri dan diam tanpa reaksi. Dengan sikap demikian, siapa tahu kelak, pemenang Pilpres 2019 pelan-pelan melirik dirinya kembali.

Gatot mungkin punya insting bahwa Prabowo-Sandi sudah diambang kekalahan. Jadi percuma mendukung mereka berdua. Sama sekali tidak ada gunanya, toh akhirnya kalah juga. Gatot bisa all out mendukung Prabowo jika ia sebagai Cawapres atau minimal Ketua BPN dan rela menanggung kekalahan. Jika hanya sebagai penyorak dan ternyata kalah pula, maka lebih baik diam dan tak mau mendukung Prabowo-Sandi.

Ada harapan kelak melalui Tommy Winata yang sudah menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, Gatot bisa masuk kembali ke kubu Jokowi. Apalagi potensi menang Jokowi-Ma’ruf sangat besar. Gatot hanya ingin meniru sikap Moeldoko pasca lengser dari Panglima.

halilintar 1

 

Moeldoko awalnya tak dilirik Jokowi, namun kini ia menjadi Kepala Staf Kepresidenan dan punya peran strategis di kubu pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Jokowi pun sangat mengandalkan Moeldoko dalam berbagai hal.

Respon Gatot yang meminta fotonya diturunkan saya tafsirkan sebagai pencabutan resmi dukungan kepada Prabowo. Ia tidak lagi mendukung Prabowo-Sandi dengan alasan di atas. Ketika fotonya dicatut, Gatot pun marah.

Marahnnya Gatot soal pencatutan foto itu bukan pertama-tama karena tidak diminta ijin darinya. Saya yakin jika Kubu Prabowo-Sandi meminta ijin Gatot soal fotonya itu, Gatot tetap saja tidak bersedia. Gatot menolak karena ia telah dikecewakan tak dipilih menjadi Capres/ Cawapres dan juga tak dipilih menjadi ketua pemenangan

Alasan kuat lainnya adalah karena Gatot yakin Prabowo-Sandi akan kalah di Pilpres 2019 ini. Untuk apa mendukung Capres/ Cawapres yang berpotensi besar kalah? Lebih baik diam dan sedikit mengambil simpati kepada Kubu Jokowi. Lihatlah, saya tidak mendukung Prabowo-Sandi. Jadi saya netral.

Efek pencabutan dukungan Gatot itu jelas bak halilintar di Kubu Prabowo-Sandi. Kita tahu bahwa pendukung Gatot lumayan besar dan cenderung mendukung Prabowo. Namun, ketika Gatot memberi sinyal kuat bahwa dia tidak lagi mendukung Kubu Prabowo-Sandi, maka hal itu memukul mental Kubu Prabowo-Sandi.

Pencabutan dukungan Gatot itu jelas bak halilintar membakar mental Kubu Prabowo-Sandi walaupun mereka tidak menunjukkannya. Kini, dukungan kepada Prabowo-Sandi berkurang satu porsi dari Gatot. Jadi, mantap Pak Gatot. #17AprilJokowiTetapPresiden.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.