B. KURNIA P.P. KABANJAHE — Bupati Karo (Terkelin Brahmana sh) didampingi Asisten 1 Pemerintahan (Drs. Suang Karo-Karo), Kadis BPMD (Abel Tarawai SSos MT), dan Kabag Pemdes (Eva Angelina) menyambut kedatangan  audensi Tim  Crew Program Metro TV (Robinson Journey) di ruang kerja  Bupati Karo, Kabanjahe
[Selasa 15/1] .

Tim  Crew Program media nasional ini berkerjasama  dengan Kementrian Desa PDTT  dalam rangka Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembangunan Desa Wisata di Kabupaten Karo.

Kegiatan tersebut ditargetkan di daerah daerah yang memiliki potensi untuk dijadikan Daerah Tujuan Wisata baru sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Di samping itu, seperti yang disampaikan oleh bupati kepada rombongan,  Kabupaten Karo juga terkenal dengan komoditi penghasil kopi Karo bernama Kopi Cimbang.


Bupati Karo didampingi OPD terkait saat menerima kunjungan Tim Pembuatan Film Dokumenter di ruang kerjanya.


“Selain penghasil Kopi Cimbang, potensi desa di Kabupaten Karo patut kita acungkan jempol sebagai Kawasan destinasi wisata, misalnya mata air panas di Desa Semangat Gunung , Puncak Gundaling di desa Merdeka, Danau Toba di  Tongging (Kecamatan Merek), Pelangkah Gading di Kutambaru (Kecamatan Munte) dan hamparan sawah di Sugihen (Kecamatan Juhar),” kata bupati Terkelin Brahmana.

Menurut Terkelin lebih lanjut, semua desa tersebut di atas berada di Dataran Tinggi Karo dan layak untuk dipromosikan ke tingkat nasional maupun.

Adapun Tim  Crew Program Metro TV  (Robinson Journey dan Gisel) mengatakan berterima kasih atas penyambutan Bupati Karo bersama OPD terkait dalam rangka silaturahmi. Mereka sejak Minggu [13/1] sudah berada di Kabupaten Karo untuk melihat potensi-potensi yang layak untuk dibuat film dokumenter khususnya potensi desa.

“Selama 3 hari berkelana dan bertualang  kami sudah memetakan desa yang akan kami jadikan sebagai film dokumenter; diantaranya air  panas di Desa Semangat gunung , Puncak Gundaling di Desa Merdeka, Danau Toba di  Tongging  Merek, Pelangkah Gading di Desa Kutambaru Munte dan hamparan sawah di Desa  Sugihen,” tutur Robinson.

Robinson sependapat dengan yang diutarakan oleh Bupati Karo.

“Hanya saja, selama ini, yang kami  ketahui potensi wisata hanya Danau Toba. Setelah berada di Sumatera Utara khususnya Tanah Karo, ternyata masih banyak potensi desa  yang layak diangkat ke permukaan. Sudah kita rencanakan pemutaran film dokumenter nantinya di episode 8 Metro TV,” katanya serius.

Robinson menambahkan, kegiatan seperti ini sudah biasa mereka lakukan dengan berpetualang berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ke desa desa. Sebelumya, mereka ke Pekanbaru, Sumatera Barat, sekarang ini wilayah Sumatera Utara. Setelah ini, mereka ke wilayah Aceh.

Selama berpetualang, ada kesan khusus yang mereka dapatkan. Di daerah-daerah lain mereka hanya membuat 2 episode film dokumenter. Tapi, untuk Sumut plus Kabupaten Karo mereka membuat 4 episode.

“Ini jarang terjadi, tapi karena potensi desa wisata di Kabupaten Karo, kami merasa perlu segera diangkat dan tayangkan agar  masyarakat luas maupun luar negeri tahu Karo kaya akan potensi desa wisata,” ujar Robinson dan Gisel.

Kepala Dinas BPMD (Abel Tarawai SSos MT) menyampaikan, sebelum tim crew dari Jakarta datang, mereka sudah mendata desa-desa terlebih dahulu yang layak untuk ditunjukkan. Pendataannya melalui kepala desa.

“Kendati demikian, kuncinya tetap kepada tim crew dari Jakarta yang menentukan layak atau tidaknya desa-desa itu dijadikan film dokumenter,” ucap Abel usai audensi di dampingi Kades Kutambaru (Benyamin Sembiring), Kades Barung Kersap dan Kades Keling.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.