Liputan Rosaliza beru Tarigan (Tigabinanga, Karo)

Liputan kali ini masih berkaitan dengan tulisan saya sebelumnya. Perjalanan dari Uruk Biru yang adalah kawasan perjumaan (pertanian) bagi masyarakat Tigabinanga sekitarnya dan merupakan salah satu sentra penghasil jagung di Kabupaten Karo.

Berdasarkan informasi dari petani di lokasi, dari kawasan Uruk Biru ini tiap periode panen jagung bisa menghasilkan hingga ratusan ton jagung. Maka tak berlebihan bila Uruk Biru oleh Redaksi Sirulo.TV (Bastanta P. Sembiring) mengatakan kawasan ini sebagai Surga Jagung di Kabupaten Karo, mungkin Sumatera Utara, atau bahkan Indonesia.

Perjalanan saya kali ini mencoba melihat lebih nyata mengenai perkembangan pertanian di Kelurahan Tigabinanga, khususnya tanaman jagung yang menjadi andalan bagi Kecamatan Tigabinanga (Kabupaten Karo, Sumatera Utara). Selain kondisi lahan dan hasil panen, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Lurah di Kelurahan Tigabinanga, saya merasa berkepentingan dan sudah menjadi tugas dan kewajiban untuk melihat keadaan warga, serta mendengar keluhan/ kendala-kendala yang mereka hadapi, yang nantinya kita berusaha mencarikan solusinya.

Berbicara soal hasil, cukup bangga degan pencapaian para petani di Kelurahan Tigabinanga ini, dimana rata-rata per hektarnya mampu menghasilkan lebi kurang 8 ton jagung tiap periode panen. Memang, kalau berbicara soal pertanian, warga Suku Karo patut diacungi jempol. Apalagi saat ini harga jagung di tingkat petani lumayan tinggi, berkisar Rp 4.000/Kg. Tentu ini angin segar bagi petani jagung.

Namun, para petani juga mengaku terkendala soal akses jalan yang sulit untuk dijangkau. Ini berimbas pada naiknya ongkos pekerja dan pengangkutan hasil panen. Bahkan bukan hanya petani, penyedia jasa angkutan dan supir juga mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan menuju Uruk Biru ini dan berharap segera pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan solusi berupa perbaikan jalan menuju Uruk Biru.

Selaku pihak pemerintahan (Plt. Lurah), dalam perjalanan kali ini yang menumpang salah satu kendaraan pengangkut jagung, saya dapat melihat dan merasakannya langsung. Kondisi infrastruktur yang buruk yang sudah berlangsung cukup lama ini sangat menghambat aktivitas petani dan penyedia jasa transportasi.

Kita akan mencoba mengerahkan segala upaya yang kita miliki, seperti misalkan Dana Desa (Kelurahan) yang akan kita prioritaskan untuk pembangunan infratruktur (jalan) dan segera dapat memberi solusi terbaik bagi warga Kelurahan Tigabinanga ini. Sehingga ke depannya, dengan tersedianya fasilitas infrastruktur yang baik, beban petani semakin berkurang dan tentu pemasukan (keuntungan) semakin besar.

Demikian juga dengan pihak lainnya yang terkait, misalkan penyedia jasa transortasi yang dapat memangkas biaya operasonal dan perawatan kendaraannya.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.