Mendukung Jokowi bukan harus meng’Aamiinkan’ semua yang beliau buat. Saya percaya beliau orang baik, jujur dan bersih itu bisa dilihat dari potret keluarganya. Tak ada satupun anak-anaknya atau menantunya yang bermain di proyek-proyek pemerintah.

Kita juga bisa melihatnya dari laporan harta kekayaan beliau.

Mulai dari menjadi walikota, Gubernur sampai Presiden semunya wajar tidak ada kenaikan dalam jumlah yang tidak wajar. Itu bisa diartikan Pakde tak pernah menerima upeti, janji atau suap dari makelar anggaran dan mafia proyek yang selama ini habis menggrogoti sendi-sendi keuangan negara ini.

Demokrasi memberikan celah pada kita untuk berbeda pandangan. Kalau kita berbeda pandangan soal kebijakan Jokowi, itu hal yang wajar. Dewasalah menyikapinya. Kalau kalian saling hujat, saling blokir dan saling caci, nggak ada bedanya kalian dengan pendukung sebelah.

Ada yang bilang ABB sudah tua, sudah sakit-sakitan. Kalau beliau meninggal di penjara, polisi akan menjadi sasaran. Next alasan lain, pembebasan ABB adalah ini bentuk strategi Jokowi mengambil suara pendukung AAB di Pilpres 2019 nanti.

Mari kita bahas satu-satu, tapi tolong lepaskan dulu jubah fanatisme buta kalian.

Bila pembebasan ABB alasannya karena takut ABB meninggal di penjara dan polisi jadi sasaran pendukungnya loh kok ngak dari dulu aja dibebaskan, kok baru sekarang, Emang kalian tau kapan ABB akan meninggal?? Please yg logis dunk, lagian kasus terorisme nggak berhenti sejak ABB dipenjara. Bom tetap meledak di mana-mana.

Next alasannya berikutnya supaya Jokowi mendapat dukungan dari pendukung AAB, kalau niatnya seperti ini, ini sebuah blunder besar. Pilpres tinggal 3 bulan lagi, Jokowi sudah memiliki pendukung militan dengan jumlah besar dan tersebar rata di seluruh Indonesia. Sampai detik ini, beliau masih unggul di semua lembaga survey.

Masak gara-gara ingin mendapat dukungan HTI dan Islam radikal lainnya di belakang AAB beliau mau kehilangan pendukungnya yang sudah berjuang habis-habisan dari awal hingga detik ini. Gua jamin 1 jutat persen fans ABB nggak akan pernah mendukung Jokowi, karena di era beliau, Islam-Islam radikal habis dibredeli sampai ke akar-akarnya.

Saya akan mendukung keputusan ini kalau alasannya prosedural hukum. Contoh AAB sudah menjalani 3/4 dari masa hukumannya dan berhak menerima PB (pembebasan bersyarat). Tapi, itu harus bisa dibuktikan dengan surat resmi dari Kalapas. Tapi, kalau opininya digoreng dengan alasan kemanusiaan atau mau mengambil dukungan jama’ah AAB, itu blunder politik terbesar yang dibuat oleh Jokowi.

So, ayo dukung Jokowi secara objektif dengan akal sehat. Kita percaya dengan Jokowi, tapi ingat, manusia tak lepas dari kesalahan. Orang-orang yang mendekat ke Jokowi tidak semuanya memiliki ketulusan membantu dan mendukung beliau. Maaf, saya masih belum percaya dengan Yusril, Abu Rizal Bakrie atau Hery Tanoe, dan lain-lain.

Menghajar Jokowi dengan pukulan telak dari depan itu adalah hal yang sulit dilakukan lawan, tapi pura-pura merangkul dan kemudian menikamnya dengan pisau berkarat adalah hal yang sangat mungkin.

Untuk kalian yang mengkritik dan mengajak Golput gua cuma bisa bilang, 1 kata: “Pecundang..!!!” Kritiklah Jokowi untuk menyadarkan dia dari kesalahannya. Kritiklah beliau supaya bisa terbuka kembali matanya kalau di sekelilingnya banyak serigala berbulu domba, tapi jangan tinggalkan beliau. Dengan mengajak orang lain Golput itu sama artinya kalian memberikan jalan kepada para penjahat kembali berkuasa.

Inga,t saat mereka berkuasa, kalian juga yang akan merasakan efek kebijakan-kebijakan bodohnya. Cukuplah Rakyat Amerika dan Masyakarat Jakarta yang merasakan bagaimana salah memilih pemimpin. Sekali lagi, kritiklah Jokowi, tapi jangan tinggalkan beliau. Dukunglah Jokowi, tapi jangan biarkan beliau salah melangkah.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.