Liputan Rosaliza beru Tarigan (Tigabinanga, Karo)

Naiknya hasil produksi jagung berlaku bagi hampir semua ladang-ladang para petani di Karo Barat. Pantauan langsung Sora Sirulo, baik ke kebun-kebun warga maupun gudang-gudang penampungan jagung di Kecamatan Tigabinanga (Kabupaten Karo, Sumut) menunjukkan adanya peningkatan hasil panen secara kwantitatif dan kwalitatif.

Demikian juga halnya sebagaimana dituturkan oleh beberapa narasumber di lapangan.

Marlan Sebayang, salah satu pemilik gudang penampungan jagung (masih di Kecamatan Tigabinanga) membenarkan hal tersebut. Ditemui di gudang miliknya di Dusun Benjire (Desa Kuala), Sebayang menuturkan kepada Sora Sirulo kalau kenaikan produksi jagung periode ini mencapai 2 ton per hektarnya. Sebelumnya, dalam satu hektar lahan mampu menghasilkan 8-9 ton panen jagung, sekarang mencapai 10-12 ton per hektar.

Peningkatan hasil produksi ini kemudian diikuti oleh kenaikan harga jagung yang kini di kisaran Rp 4.400/Kg hingga Rp 4.700/Kg, tergantung pada kualitas dan tingkat kekeringannya. Ini cukup memuaska para petani.

Masyarakat Suku Karo memang terkenal dengan keuletannya dalam mengolah tanah untuk bertani. Tidak mengherankan kalau tiap periode, hasil panen dari kebunnya terus meningkat. Tentu kita berharap peningkatan hasil dan kualitas produksi pertanian ini terus dibarengi dengan harga yang memberi keuntungan bagi petani kita.

Sebayang memprediksikan, untuk periode panen kali ini, dari gudang milknya saja akan sanggup mengirim sekitar 2000 ton jagung ke Medan.

Mejuah-juah Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.