“Cak, ekonomi sekarang ini lagi sulit, ya? Belum lagi, banyak Cina yang diperkerjakan di negara kita. Huh gara gara si Jokowi.”

Ucapan yang emejing warbiasyah dari kamvret, yang mencoba mencari massa. Ekonomi sulit? Jare sopo? Ekonomi kita baik-baik saja, kok. Buktinya, harga apem yang melonjak drastis hingga Rp. 80 juta masih banyak diminati oleh pria berhidung kadal. Bahkan harga 1 durian, yang sama harganya dengan motor Yamaha Mio, pun diminati banyak orang.

Jadi sulitnya ekonomi itu di mana?

Dan, katanya ada serbuan TKA Cina? Kalau ada serbuan, pasti di setiap sudut kota berkeliaran si mata sipit ini, dong? Buktinya yang ada malah Cina Pribumi yang berjualan mie ayam sampai pakaian di Pasar Kapasan.

Sulit tidaknya kehidupan itu terletak di dalam jiwa. Asal kita mensyukuri segala nikmat dan segala pemberian dariNya, maka hidup itu akan bahagia dan baik-baik saja. Dan, jika di setiap waktu selalu saja mengeluh akan kehidupannya, maka kesulitan itu akan benar- benar datang dan menyapa.

Karena apa? Karena setiap ucapan itu adalah doa, dan bahagia tidaknya kita tergantung dari segala ucapan beserta tindak tanduk si manusianya.

Jadi, apapun yang terjadi tetaplah optimis. Dari jiwa yang optimis maka Sang Maha Cinta itu senantiasa akan memberikan segala mukjizatNya. Sederhananya, jangan memiliki sifat gengsi dan iri hati agar hidup terasa ringan adanya. Introspeksi dengan keadaan agar tidak celaka dan terlunta-lunta di masa depan.

Berjalanlah, meski belum optimal dalam penghasilan, karena Tuhan akan selalu memberi jalan bagi para hambaNya yang pantang menyerah untuk selalu mencoba dan berusaha.

Ahsudalah.

“Lho, mas, bisnis online sampeankah yang sedang sulit? Kok dari tadi chatingan terus?”

“Enggak, Cak, ini ada gebetan baru dan rencananya mau saya jadikan istri ke tiga.”

“Weladalah, Mas, ngomong ekonomi sulit, eh ternyata wong PKS juga toh jebulnya.”

Salam Jemblem..

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.