Dulu ada terorisme bentukan NII di Sulsel tetapi, “apa yang terjadi saat ini, terorisme menjadi global,” kata Irjen Pol Hamidin yang resmi dilantik sebagai Kapolda Sulsel, Merdeka.com [Sabtu 26/1].

Betul sekali, Pak Kapolda. Terorisme adalah fenomena global sekarang ini terutama yang asal usulnya atau perekayasanya dari negeri Paman Sam AS. Ahli-ahli dunia seperti Prof Chossudovsky misalnya juga bilang “terrorism is made in the US and that terrorists are not the product of the Muslim world” seperti yang ingin diartikan selama ini, dalam rangka mengadu domba umat Islam dengan dunia lain bukan Islam. 

NII di Sulsel dulu itu seperti yang disebutkan Pak Kapolda (Irjen Pol Hamidin), bisa dikatakan adalah ISIS sekarang ini dalam skala internasional di Eropah, Afrika, AS, dan juga Indonesia tentunya.

Teror Thamrin tujuannya untuk menakut-nakuti, kata Presiden Jokowi ketika itu. JK bilang langsung juga kalau terorisme itu bukan buatan Islam, berkebalikan dengan apa yang dikatakan oleh Presiden Hollande ketika teror Niece terjadi. Hollande bilang teror Niece adalah teror Islam.

The so-called war on terrorism is a front to propagate America’s global hegemony and create a New World Order,” ini dikatakan oleh Prof Chossudovsky pada tahun 2015, ketika Obama/Clinton yang berkuasa di Gedung Putih.

Sehabis serangan-serangan tak berperikemanusiaan ISIS di Syria, Irak dan juga Eropah (Perancis, Belgia), Obama bilang: “This is an attack on all of humanity and the values we share.” (Lihat di SINI).

Itulah kata Obama ketika dia masih Presiden AS. Sebagian besar publik AS dan dunia, percaya tentunya pada Obama ketika itu. Mereka menganggap Obama seorang presiden pintar dan baik hati. Tetapi, begitu Trump masuk Gedung Putih awal 2017, setelah dia memenangkan pertarungan Pilpres 2016, situasi dan pengertian-pengertian soal terorisme dan ‘kebaikan’ Obama jadinya terbalik semua, termasuk pengertian dunia soal AS dan fabrik terorismenya.

Obama adalah seorang globalis atau tepatnya seorang boneka kaum globalis NWO di Gedung Putih (sudah begitu selama ini sebelum Trump). Trump adalah seorang nasionalis AS, percaya sepenuhnya nasionalisme AS, dan anti globalisme, anti the establishment, dan anti NWO, sampai dia gantikan NWO (New World Order) menjadi NO WORLD ORDER.

Trump bertekad ‘clean the Washington swamp‘ (kebusukan, kebohongan  dan korupsi di Gedung Putih yang sudah berlangsung selama beberapa abad). Obama/Clinton adalah founder ISIS kata Trump. Jadi, soal serangan terorist yang Obama bilang “this is an attack on all of humanity and the values we share” . . . jelas bohong dan ngepul saja.

Values apa? Orang dia yang bangun sendiri ISIS. Ini terlihat dari Duta Besarnya, Robert Ford, yang kemudian 2012 diusir dari Syria oleh Assad karena dituduh menghasut pemberontakan di Syria, menyiapkan perlengkapan senjata pemberontak Syria.

Robert Ford was the last American ambassador to serve in war-torn Syria. After the uprising erupted, in 2011, Ford dared to visit opposition areas, meet with demonstrators, and pay a condolence call on the family of a slain activist. Ford was pulled out of Damascus over security concerns after the civil war broke out later that year. The State Department charged the regime of President Bashar al-Assad with incitement against Ford.”

Ford diusir oleh rezim Assad karena dianggap membantu mempersiapkan pemberontakan di Suyria (Lihat di SINI).

Bukan tanpa dasar kalau Trump bilang Obama dan Clinton adalah founder dan co-founder dari ISIS. Orang sudah jelas bahwa Robert Ford itu adalah Duta Besarnya di Syria ketika itu.

Obama/ Clinton juga yang bikin dan mengatur gerakan serangan serta bunuh Kadaffi dan rakyat Libya. Memang dan tentu saja bukan Obamanya pribadi, tetapi grup Greed and Power pencari dolar, pencari duit dari SDA (minyak) Syria/ Irak dan Libya Kadaffi yang bisa dijarah secara gratis saja dengan hasil triliunan dolar.

Sama orangnya dengan pencari dolar di Freeport Papua dan SDA Indonesia ketika menghasut permusuhan dan mengkudeta Soekarno 1965. Hasilnya Triliunan dolar amblas tanpa suara, SDA Indonesia dikeruk selama setengah abad.

Dalam memulai riwayat baru Gedung Putih, setelah berabad-abad didominasi kaum Greed and Power (NWO, the establishment, the Washington swamp), dalam pidato peresmiannya Trump a. l. bilang:

For too long a small group in our nation’s capital has reaped the rewards of government while the people have borne the cost. The establishment protected itself but not the citizens of our country. Their victories have not been your victories. Their triumphs have not been your triumphs. While they have celebrated there has been little to celebrate for struggling families all across our land.

Dalam menanggapi politik nasionalnya Trump bilng:

We will follow two simple rules – buy American and hire American. Every decision on trade, on taxes, on immigration, on foreign affairs will be made to benefit American workers and American families.

Dalam memandang saling hubungan antara kepentingan nasional bangsa-bangsa dunia Trump bilang:

We will shine for everyone to follow. We see good will with the nations of the world but we do so with the understanding that it is the right of all nations to put their nations first. “It is the right of all nations to put their nations first.”

Itulah gambaran kepentingan nasional tiap bangsa serta gambaran yang sangat jelas, tegas dan pengertian pentingnya saling mengakui kepentingan nasional. Itu yang pertama dan utama.

Dengan masuknya Trump ke Gedung Putih, KONTRADIKSI UTAMA DUNIA berubah jelas sekali. Menjadi perjuangan antara kepentingan nasional bangsa-bangsa dunia menentang kepentingan global neolib internasional NWO yang masih terus berusaha menundukkan pemerintah dan kekuatan nasional bangsa-bangsa dunia demi penjarahan dan perampokan SDAnya. Dan, demi tujuan akhir itu tentunya yaitu Tyrani Global NWO.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.