Kolom Asaaro Lahagu: TAKTIK JITU AHOK (Aduk-Kocok Hati Kawan dan Lawan) (Sirulo TV)

0
875

Skenario Ahok setelah keluar penjara cukup jitu. Begitu keluar dari penjara, ia langsung didampingi seorang gadis cantik. Gadis cantik bernama Puput itu bukan semberangan gadis. Ia adalah polisi wanita. Umurnya sangat belia. Agamanya, Muslim. Apakah ini sengaja?

Dalam analisa saya, sengaja. Ahok sengaja mengaduk-aduk hati para pembencinya yang selama ini mabuk agama.

“Lihatlah, saya yang dicap penista agama, begitu keluar dari penjara, saya langsung didampingi ke mana-mana oleh seorang gadis cantik, muda belia, mantan Polwan lagi dan beragama Muslim,” mantul Ahok.

Ahok kemudian menyebar berita bahwa ia akan menikahi Puput. Surat-surat sudah diurus. Sepertinya tak ada yang menghalangi pernikahan Ahok-Puput. Keluarga Puput sudah setuju. Puput sendiri akan mengikuti keyakinan Ahok.

Berubahnya keyakinan Puput yang bakal mengikuti keyakinan Ahok, sontak menggegerkan kampung kampret yang selama ini sudah total mabuk agama. Mereka ramai-ramai membuat selebaran bengis. Bunyinya: Ahok tidak puas menista agama Islam, ia memurtadkan orang Islam.

Lalu, kaum kampret itu sudah menyiapkan jebakan. Mereka menunggu satu langkah Ahok lagi. Begitu Ahok bertemu dan menyatakan mendukung Jokowi, maka mereka menyiapkan demo berjilid-jilid lagi. Apa alasan demo itu?

Lengserkan Jokowi, jangan pilih Jokowi, karena ia didukung oleh penista agama dan pembuat orang Islam murtad. Teriakan demo di Monas kembali menggelegar. Monas menjadi ajang membangkitkan perasaan anti Jokowi.

Jadi, skenarionya, para lawan Jokowi itu akan terus-menerus membusukkan Jokowi lagi lewat Ahok. Dan Ahok akan dijadikan dalil untuk membusukkan Jokowi. Ahok hanyalah alasan demo yang dicari-cari. Yang penting ada alasan demo Togel menjelang 17 April 2019. Tujuannya untuk membuat Jokowi terbanting.

Ahok tertawa puas dalam hati. Skenarionya termakan kaum kampret. Padahal, ia sudah paham jebakan kaum kampret itu. Tentu ia tidak akan bertemu dan menyatakan dukungan kepada Jokowi apalagi berkampanye untuknya. Sampai hari ini Ahok belum bertemu dengan Jokowi.

Lalu, bagaimana dengan para pendukung Ahok? Ahok juga sedang memainkan skenario jitunya. Ahok paham banyak pendukungnya yang selama ini telah mabuk Ahok. Ya, mabuk Ahok. Para pendukung yang telah mabuk Ahok itu telah offside mengkultuskan dirinya sebagai orang hebat, orang yang luar biasa, orang yang bak malaikat.

Padahal, Ahok sendiri merasa dirinya biasa saja. Orang biasa. Masalahnya, Ahok sudah capek dipuja, dipuji dan dikultuskan. Ahok sudah capek memuaskan hati para pendukungnya selama ini. Padahal, yang sangat menderita adalah Ahok. Bayangkan, untuk memuaskan hati para pendukungnya, Ahok rela 20 kali menghadiri sidang tanpa absen sekalipun dan 20 bulan di penjara.

Selama di penjara, Ahok hampir capek menulis surat-surat wasiat, motivasi dan penguatan bagi para pendukungnya. Selama 20 bulan, Ahok menjaga sikap, perilaku dan segala macam tetek-bengek perilaku baik di penjara. Tujuannya untuk memuaskan hati para pendukungnya karena mereka telah mengkultuskan Ahok. Padahal, ini sebetulnya sebuah penderitaan. Ya, penderitaan karena dikultuskan.

Nah, sekarang Ahok sudah capek dikultuskan, sudah capek dipuji, sudah capek diharapkan dan sudah capek, capek, capek dan capek entah apa lagi. Ahok ingin mengakhiri semuanya itu. Ahok ingin menjaga jarak dengan pendukungnya. Ahok ingin menjadi manusia biasa. Tanpa pendukung, tanpa pemuja. Capek jika dipuji terus. Ahok bukan malaikat. Ia adalah Ahok, Ahok yang penuh dengan keterbatasan.

Itulah sebabnya, ketika ia keluar dari penjara, Ahok dengan keras menolak adanya perayaan atau sambutan pembebasannya. Ia tidak mau disambut. Capek dipuji dan dielu-elukan. Capek, deh! Maka demi menjaga jarak dengan pendukungnya dan menyadarkan mereka kembali, Ahok saat berada di dalam penjara, ia menceraikan isterinya, Veronica. Tujuannya agar tidak banyak lagi yang memujanya.

Namun, herannya masih tetap saja banyak yang mendukung Ahok. Mereka masih mengelu-elukan Ahok. Setelah keluar dari penjara, mereka ingin Ahok membuat kejutan.

“Beri kami sebuah kejutan,” teriak pendukungnya.

Ahok capek. Ia kemudian membuat sebuah kejutan yang membuat pendukungnya terkencing-kencing. Ia akan menikahi Bripda Puput. Gegerlah para pendukung Ahok. Ada yang berkelahi di sosial media. Ada yang pro Puput dan ada pro Veronica. Namun, para pendukung Ahok terus saja tak jera serta terus memuji dan mengelu-elukan Ahok.

Akhirnya Ahok memberi kode kepada adiknya Fifi Lety Tjahaja Purnama. Beri mereka kesaksian jitu. Buat hati mereka teraduk-aduk. Lalu Fifi mengaku bahwa ia sama sekali tidak setuju kepada perceraian Ahok. Fifi mengumbar kekecewaan di hadapan pendukung Ahok bahwa ia sendiri sudah tidak respek lagi sama Ahok. Dan berhasil. Satu per satu pendukung Ahok meninggalkan Ahok. Justru inilah yang dikehendaki Ahok.

Setelah berhasil mengaduk-aduk hati lawan dan kawannya, Ahok membuat skenario jitu yang baru. Ia dalam waktu dekat akan pergi keluar negeri. Katanya mau pesiar ke luar negeri selama 2-3 bulan sampai bulan Mei mendatang.

Itu artinya, Ahok tidak ikut berkampanye untuk PDIP, untuk PSI apalagi untuk Jokowi. Tentu demo berjilid-jilid pun gagal. Pun pendukung yang mengharapkan membuat kejutan politik, gigit jari. Demikian juga harapan para Caleg yang kebelet kepingin diendorse oleh Ahok, buyar total.

Apakah Ahok nikah dulu dengan Puput sebelum pergi? Bisa ya, bisa tidak. Yang jelas Ahok akan ke luar negeri jalan-jalan. Itu kata Ahok. Di sana Ahok akan menikmati kebebasannya senikmat-nikmatnya. Tujuannya untuk menghindari jebakan kaum kampret dan penunggangan oleh para pendukungnya sendiri. Itulah skenario jitunya.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.