Sumbangan paling besar dari Rocky Gerung untuk bangsa ini adalah, ia berhasil membuka mata kita bahwa untuk jadi ustad dan bisa kotbah di masjid, orang gak harus jadi mualaf dulu. Sumbangan seperti ini yang gak bisa dilakukan Felix Siauw atau Irene Handoyo. Saya gak tahu, apakah setelah membaca berita tentang Rocky, Felix dan Irene menyesal jadi mualaf?

Semoga tidak.

Rocky punya keberanian untuk membongkar ide-ide lama. Ia ingin menunjukan pada kita ada banyak orang yang salah memahami keragaman.

Bukan hanya ragam dalam ras dan agama. Juga ragam dalam pengakuan tentang Tuhan. Toh, Rocky terbiasa bicara: Tuhan menyesal menciptakan agama.

Dan, di hadapannya duduk ngedeprok orang-orang yang menurut Rocky mengikuti sesuatu yang disesali Tuhan.

Rocky bukan satu-satunya penyumbang. Ahmad Dhani juga punya sumbangsih besar pada Bangsa Indonesia. Bangsa yang katanya punya tata bahasa halus ini, hendak dibongkar oleh Dhani. Kehalusan budi pekerti hanya akan membuat kita nyungsep. Maka, berkoarlah sesukamu. Ludahi orang yang berbeda denganmu.

Sebab, mungkin karena sikap teposeliro yang kebablasan dulu, bangsa ini dijajah Belanda 350 tahun. Kita sungkan menentang bule. Kita ogah meludahi wajahnya.

Demikian juga Ratna Sarumpaet. Ia memberikan sumbangsih tiada terkira. Bahkan menurut saya sumbangan terbesar Ratna adalah menunjukan IQ Prabowo gak tinggi-tinggi amat. Buktinya langsung percaya ada emak-emak digebuki. Langsung konferensi pers.

Ratna ingin membuktikan kebodohan seorang Capres. Kebodohan para pendukung Capres.

Buni Yani juga gak kalah besar sumbangannya. Bahwa takbir yang galak bisa diawali dengan video yang diedit. Jihad bukan sesuatu yang jauh dan ruwet. Ia bisa dimulai dari aplikasi pengedit video.

Sedangkan sumbangan terbesar Said Didu untuk bangsa ini adalah, pengakuan bahwa seorang pedagang batagor sekalipun bisa lebih cerdas dari profesor mantan komisaris BUMN. Kecerdasan seseorang tidak harus berjalan beriringan dengan titel akademis dan jabatan publiknya.

Mau tahu sumbangan yang diberikan Ferdinan Hutaean kepada bangsa ini?

Bahwa sejak dulu SBY sering salah merekrut orang. Ia merekrut orang pintar yang akhirnya terjerembab korup. Mestinya kayak sekarang, SBY merekut orang yang kepintaranya di bawah rata-rata, yang penting loyal.

Makanya SBY merekrut kader seperti Ferdinand.

Sumbangan terbesar pada bangsa ini diberikan oleh Prabowo. Kehadirannya menggambarkan, orang jadi Capres gak harus diawali dengan semangat dan ide besar. Cukup karena alasan kesepian. Sebab, bangsa dengan selera humor tinggi ini memang selalu punya pemakluman pada hal yang lucu.

“Kalau sumbangan kamu untuk bangsa ini apa, mas?” tanya Abu Kumkum.

“Ohh, aku berhasil menemukan orang sepertimu, Kum.”

1 COMMENT

  1. “Sebab, mungkin karena sikap teposeliro yang kebablasan dulu, bangsa ini dijajah Belanda 350 tahun. Kita sungkan menentang bule. Kita ogah meludahi wajahnya.”

    ‘sikap teposeliro yang kebablasan dulu’ . . . saya jadi teringat pidato Nigel Farage di sidang EU ‘meludahi muka’ seorang presiden negara 500 juta penduduk, van Rompuy. “you have the charisma of a damp rag and the appearance of a low-grade bank clerk”. Disitu bisa dilihat juga videonya, yang pasti bikin ketawa, googling ini

    ‘Ukip’s Nigel Farage tells Van Rompuy: You have the charisma of a damp rag’

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.