Kolom Ganggas Yusmoro: ADA APA DENGAN ISI KEPALA MEREKA? (Sirulo TV)

0
257

Keluarga yang harmonis tentu dambaan setiap manusia di muka bumi ini. Tidak pandang bulu siapapun itu. Bahkan juga yang tidak mengenal agama sekalipun, atau orang-orang yang tidak beruntung dalam soal materi, mereka akan selalu berusaha mempertahankan keharmonisan sesuai tingkatnya masing-masing.

Harta yang tidak ternilai harganya adalah keluarga.

Itu tidak bisa dipungkiri. Kebersamaan dalam canda dan tawa adalah sebuah kebahagian yang tidak bisa dibeli. Bahkan dalam Islam, harapan terbesar untuk keluarga yang harmonis diuraikan secara detail agar menjadi keluarga yang samawa, sakinah, mawadah, walrohmah.

Seorang Jokowi, sekalipun seorang presiden, adalah juga manusia. Manusia lumrah tentu berada di tengah-tengah keluarga merupakan suatu hal yang luar biasa bahagia setelah beraktifitas.

Jokowi telah menunjukkan keteladanan. Menunjukkan bahwa, dari keluarga yang harmonis, akan membuat damai sekeliling. Membuat komunitas terkecil terasa bagaikan di surga. Bahkan banyak orang mengatakan, keluargaku adalah surgaku!

Apalagi sebagai seorang mbah. Seorang kakek, cucu pertama tentu menjadi gantelaning ati. Cucu rasanya lebih melekat di hati . Itu adalah fakta.

Persoalannya adalah, ketika Jokowi berusaha membuat negeri ini damai, berawal dari keluarga …………… Ketika Jokowi begitu sayang menggendong Jan Ethes dengan ketulusan cinta sebagai seorang mbah ……. tiba tiba mereka yang selama ini mengaku paling beragama menyikapinya dengan sinis. Dengan negative thinking. Dengan mengaitkan apa yang dilakukan Jokowi itu adalah pencitraan.

Sungguh sebuah pikiran yang luar biasa suudzon.

Apalagi yang berpikir suudzon tersebut konon dari partai yang berbasis agama, yang salah siapa? Manusianyakah? Atau memang partai tersebut berisi manusia-manusia penjual agama?

Siapa yang tidak seneng melihat pemimpinnya yang keluarganya harmonis? Tentu kita ikut bahagia. Ikut merasakan aura positif .

Jika keluarga Jokowi yang harmonis diplintir dan menjadi obyek politik, kira-kira bermoral, nggak? Kira-kira manusiawi, nggak?

Ini yang terjadi di republik ini. Politik membuat para pembenci sudah semakin jauh untuk berpikir waras. Meski mengaku paling beragama!

Miris!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.