EMMY F. PURBA. ISRAEL. Kain tenun Suku Karo beka buluh dan bulang-bulang diperkenalkan kepada masyarakat di Israel. Presentasi ini dilakukan oleh salah seorang putra Suku Karo yang ikut serta dalam pelatihan pertanian ke Israel (Binar Sitepu) dalam acara Arava Open Day 2019 Israel [Rabu 30/1 -31/1] .

Binar Sitepu menjelaskan kepada Sora Sirulo, setiap tahun diadakan acara Arava Open Day, yaitu sebuah pameran hasil-hasil pertanian terbesar di Israel.

Acara ini dihadiri oleh Presiden Israel, perusahaan-perusahaan besar, delegasi penting, dan masyarakat Israel. Dalam kesempatan ini, setiap mahasiswa bertugas untuk membuat manket sesuai topik tahun ini (Global Water Crisis) yang ada di nengara masing-masing dan membuat satu karya penanggulangan untuk menghadapi krisis tersebut. Karya yang dipamerkan dibuat dalam bentuk miniatur.

Dalam mempresentasikan miniatur penanggulangan krisis ini, mahasiswa dianjurkan untuk berpakaian adat sesuai dengan negaranya masing-masing. Sebagai putra Karo, Binar Sitepu menggunakan kain tenun tradisional Karo (disebut uis) yang bernama beka buluh sebagai bulang-bulang (ikat kepala)dan kadang-kadang (penutup bahu) yang menjadi ciri khas pakaian adat Suku Karo untuk laki-laki.

Selain mempresentasikan miniatur penanggulangan krisis air, para mahasiswa juga berkesempatan untuk memperkenalkan negara asal mereka kepada pengunjung. Kesempatan ini dipergunakan oleh Binar Sitepu dan kawan-kawan untuk memperkenalkan Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau, suku, dan bahasa yang salah satunya adalah Karo.

Beka Buluh yang dikenakan oleh Binar Sitepu banyak menarik perhatian para pengunjung. Mereka tertarik pada bentuk bulang-bulang yang dikenakan oleh Binar Sitepu, sehingga banyak pengunjung yang mencoba mengenakan bulang-bulang dan, kemudian, meminta foto bersama Binar serta kawan-kawan.

Hari ke 2 [Kamis 31/1] Festival Open Day Israel 2019 menampilkan tari-tarian dari masing masing negara mahasiswanya. Ini menjadi tugas kedua para mahasiwa dari berbagai negara yang ikut pelatihan di Israel. Indonesia hadir dengan 3 genre: Sumatera Utara ( Karo), Ambon dan Kupang yang ditampilkan secara bersamaan. Penari Karo masih menggunakan beka buluh di atas panggung.

Binar Sitepu menjelaskan bahwa acara ini berjalan dengan baik dan sukses.

“Ini menjadi sebuah kepuasan tersendiri karena diberi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia pada umumnya dan adat Suku Karo khususnya kepada masyarakat Israel,” tutur Binar kepada reporter Sora Sirulo.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.