Kolom Boen Syafi’i: JANJI? SEMUA BUTUH PROSES!

0
180

“Jokowi itu Presiden yang ingkar janji,” kata si Bento sambil menghitung sisa uang hasil korupsi bapaknya di sebuah Bank Swiss. Janji, sebuah ucapan yang bermakna memberikan pengharapan, terhadap seseorang lawan bicaranya. Namun, apakah benar bahwa Jokowi telah ingkar janji?

Jawabnya, tidak! Sejauh ini, Jokowi telah menunaikan ucapannya, bahkan melebihi ekspektasi dari segala apa yang telah dijanjikannya.

Seperti janjinya untuk menyejahterakan rakyat. Bukankah pembangunan infrastruktur serta BBM satu harga adalah titik awal kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia?

Jokowi berjanji mencerdaskan rakyatnya. Bukankah desa-desa terpencil yang dulu padam gulita sekarang telah banyak dialiri listrik negara? Dampaknya, proses belajar mengajar tidak lagi terkendala.

Jokowi berjanji membuka banyak lapangan kerja. Bukankah efek dari pembangunan infrastruktur yang masif akan banyak menyedot investor untuk mendirikan usahanya di banyak tempat seluruh Indonesia? Dampaknya adalah, banyaknya tenaga kerja yang akan terserap ke dalamnya.

Jadi, janji apa yang belum bisa kalian terima? Adakah seorang pimpinan di dunia ini yang seratus persen telah menunaikan janji-janjinya?

Semua butuh proses dan kesabaran, tidak lantas “ujug-ujug” si tukang kayu itu membuat kalian sejahtera dan bahagia. Seperti halnya pasangan suami istri, pasti ada saja janji yang belum bisa ditunaikan di dalam kehidupannya. Meski begitu, keduanya tetap bahagia, walaupun janji yang terucapkan belum bisa menjadi kenyataan.

Semua itu karena apa? Karena adanya rasa cinta, saling memahami dan saling mengerti diantara keduanya. Sebaliknya, jika rasa cinta dan rasa saling memahami saja sudah tidak ada, perpisahan pun hanya tinggal menunggu waktu saja.

So, lihatlah Jokowi yang tidak pernah diam untuk merealisasikan segala janji-janjinya. Dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia beliau datangi, hanya untuk memastikan mega proyek masa depan Indonesia tidak mangkrak dan bisa selesai secepatnya.

Meskipun tubuhnya kini semakin kurus dan kulitnya semakin kusam saja. Semua itu bukan untuk kita, namun untuk anak cucu beserta generasi penerus bangsa nantinya.

Ahsudalah.

“Loh, tapi Cak, bukan Jokowi yang ingkar janji, tapi sampean.”

Weladalah, emangnya saya pernah janji apa kepadamu?

“Katanya wae sampean berjanji untuk menikahiku, kapan?”

Duh, Gusti Pangeran, Didiet sadar, Diet sadar …. Sampean itu laki laki, lho.

Salam Jemblem..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.