Itu adalah ucapan temen-temen ketika kumpul semalam. Diantara mereka ada pensiunan tentara, ada pensiunan polisi, ada pengusaha dan bahkan seorang pengajar yang masih aktif ikut manggut-manggut. Sebentar …. sebentar. Emang apa hubungannya dukung Jokowi dengan demi NKRI?

Seperti biasa saya akan membuat pertanyaan-pertanyaan agar diskusi menjadi seru.

“Pilpres 2019 sudah tidak sehat lagi, Mas. Sudah tidak lagi memakai jati diri Wong Indonesia. Jokowi dan orang-orang baik, orang orang yang memang kredibel dan berintegritas di bidangnya masing-masing, yang mempunyai semangat juang memperbaiki Indonesia, eee …. oleh mereka malah dikuyo kuyo. Mereka memutarbalikkan fakta. Itu adalah keji hanya untuk mewujudkan Ambisi.”

“Hemmmmm ….” saya bergumam.

“Juga harus disadari, meski nampaknya pendukung khilafah secara kasat mata tidak begitu tampil di permukaan, tidak diekspose oleh media, apakah mereka saat ini lagi tidur? Tidak, mas! Jangan anggap remeh mereka. Justru saat ini mereka bergerak senyap namun masif. Mau tahu apa yang mereka lakukan. Mereka yang memang sudah sejak lama menguasai tempat ibadah, saat ini sudah bergerak. Bergerilya. Masyarakat diprovokasi. Jokowi yang tidak diragukan lagi tentang agamanya, oleh mereka diputarbalikkan. Kan sungguh biadab?” Ini ucapan temen yang pensiunan guru.

Saya geleng-geleng. Kulihat temen yang masih aktif sebagai tenaga pengajar hanya mengacungkan jempol kanannya sambil mesam mesem.

“Seharusnya, Tim Kampanye Nasional Jokowi segera mengambil sikap. Segera melakukan tindakan nyata agar tempat ibadah jangan dipolitisasi. agar tidak dipakai untuk kampanye,” temen yang lain menimpali.

“Iya, sih. Namun, apa hubungannya mendukung Jokowi semuanya demi NKRI?”

“Coba perhatikan, saat ini tokoh-tokoh yang selama ini diam, seperti halnya Pak Sintong Panjaitan yang seniornya Pak Wowo, Pak Agum, Pak Muchdi Pr, juga Alumni sekolah-sekolah yang mempunyai prestisius, alumni Perguruan Tinggi ternama, bahkan artis-artis yang melek. Saat ini, mereka turun gunung mendukung Jokowi. Kenapa? Mereka sepertinya sudah kesel, sudah jengkel. Sudah muak dengan perilaku politisis oposisi yang ingin merusak Indonesia. Yang ingin mengadu domba anak bangsa.”

Kami tercenung dengan pikiran masing-masing. Pikiran kami sepertinya sama. Ada hal yang tidak diinginkan, yaitu intoleransi dan radikalisme berkembang biak di negri yang yang elok ini.

Karena, faktanya, kaum pengusung khilafah, kaum radikal dan intoleran berada di barisan sana. Itu tentu sangat berbahaya bagi kelangsungan NKRI.

Dukung Jokowi adalah harga mati demi NKRI!

Tidak salah, kan?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.